October 15, 2013

Merci Beaucoup


Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah 28393790474759890923000101 hari Ka Arif, kaka sepupu ter-ter-ter-tercinta tidak bertandang ke Banjarmasin, akhirnya, Sabtu kemarin ia datang dan siap membawa saya ke alam anak gaul.

Saya masih di sekolah, menguap entah yang keberapa kalinya karena sosialisasi dari berbagai universitas yang terus berdatangan, sampai sms Ka Arif masuk yang intinya kurang lebih “kita jalan-jalannya besok aja ya, soalnya malam ini mau ke Banjarbaru dulu. Tapi ntar temenin nyari macaron ya”. Wokelah kalo begitu.

Jadilah malamnya, sehabis magrib saya dan Ka Arif meluncur ke salah satu toko cake dan nyari titipan temennya Ka Arif. Nggak taunya, kecipratan untung juga, dikasih sekotak macaron. Ealah emang baik kan dia. Makanya di atas disebutkan ter-ter-ter-tercinta.

Macaron sekotak isi 6 dengan harga 45k, ukuran saya sih mahal. Tapi kan gratisan, jadi ya no problemoooo.

Esoknya, pagi jam 9 Ka Arif tiba di rumah dan langsung ngacir ke kamar mandi.
“Kita kan bawa kurcaci ya, jadi nonton film animasi aja. Cloudy”, Ka Arif mulai berbicara sementara saya manggut-manggut saja. Yang bayar kan situ, jadi ya terserah situ deh.

Jam 10 lewat banyak, saya, Ka Arif, dan Andri pergi dan menyusuri padatnya flyover. Menuju Apotik Arjuna. Sampai sana, nggak sampai 5 menit transaksi, kita pulang. Mengingat berapa lama perjalanan dari rumah-Apotik Arjuna, saya meringis. Nggak sebanding sama waktu transaksinya.

Lanjut ke pusatnya anak gaul Banjarmasin, Duta Mall. Maklum, bioskop kan cuma satu dan letaknya di sini, jadi yaaa begitulah. Kita termasuk konsumen yang datang kepagian, XXI-nya belum buka bray. Akhirnya jalan-jalan bentar dan pas balik ke XXI lagi, udah penuh aja antriannya menjalar-jalar selalu kian kemari.

“Ntar sekalian beliin tiket Insidious 2 yang midnight ya, 3 tiket”, ujar Ka Arif sambil memasang hp di telinganya. “Eeeeeh, nambah 1 tiket lagi”, ujarnya lagi.

Saya manut dan maju ke hadapan mbak-mbak. “Cloudy yang jam 12.45 mbak, 3 tiket”, sambil mantengin tempat duduk yang kira-kira pewe bisa buat koprol sekalian. “Terus, Insidious 2 mbak, yang jam 20.40, 4 tiket”.

Ka Arif melongo melihat tampilan di layar, nggak ada satupun yang beli tiket Insidious jam segitu. “Noh, pilih sesuka hati mau dimana”, saya ketawa.

“Jangan-jangan nanti cuma kami berempat yang nonton....”, kata Ka Arif dengan wajah yang dibuat seolah ketakutan. “Bisa jadi sih, masak aer nggak berani pulaaang”, sahut saya sambil ketawa lagi.

Sisa waktu 1 jam kami gunakan untuk menemani lelaki ini membeli segala keperluannya di Matahari. Sebagai sepupu yang baik dan karena sudah ditraktir, saya manut aja diseret kemana juga. Sampai ke ruang ganti milihin baju batik yang dia mau. Ternyata gini ya nemenin cowo belanja.....

Masih sempat beli popcorn, perkiraan telat dan akan datang saat film mulai ternyata meleset. Yang ada belum mulai sama sekali. Ngaret, biasalah. 
 
Pas liat samping kanan-kiri, depan-belakang, saya bergumam “yang nonton anak kecil semua ya....”.
“Iya....”, sahut Ka Arif.

Meskipun film yang dominan buat anak kecil, saya menikmatinya. Film yang kocak. Film yang menyampaikan betapa pentingnya mengingat teman sekalipun kamu sedang berada di puncak karirmu. Jangan pernah lupakan mimpi yang kamu bangun bersama teman-temanmu.

Salah satu potongan kalimat yang saya suka adalah, saat Flint harus menyelamatkan gadis yang dicintainya.
No Flint, you must safe the island!
But, you’re my island.”
Fine. Ini so sweet.

Special thanks to Ka Arif, habis nonton masih ditraktir makan juga pula hehe, jangan kapok ya Kakaaaa♥♥♥♥♥♥ Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...