September 11, 2013

Thanks Is Never Enough

Assalamualaikum Wr. Wb.
9 September 2013, saya berusia 17 tahun. Yang kata orang udah cukup umur buat nonton yang begitu-begituan. Sebelumnya izinkan saya mengucap syukur Alhamdulillah kepada yang Maha Kuasa karena atas seizin-Nya jua-lah, saya dapat menikmati hidup yang penuh kontroversi selama 17 tahun. Alhamdulillah masih diberikan kesempatan berpijak di bumi-Nya.

Malam sebelumnya, tepat pukul 09:09 pm waktu Banjarmasin, saya dapat kejutan dari dia. Thank you very much. I have no words to say, I hope you can see how happy I am from my eyes. Really grateful to have you in my life. Thank you alampsmmmmmmtty

Paginya saya ngecek hp dan yang ngucapin tepat jam 12 ternyata cuma satu dan itu adalah….. Fitri. Kenyataan itu paheeeeeeeeeeet. Hahah nggak kok Fit, terima kasih loh berusaha bangun jam segitu buat ngucapin habede ke saya, sahabatnya yang unyu ini.

Nggak lama kemudian, satu persatu sms mulai berdatangan. Dari Atun, Atina, Nanda, Venny, Putra, Eno, Rafi, Hesti dan lain-lain. Cek twitter dan ternyata Atun jadi orang pertama yang ngucapin. Thank you J Sekalian buat yang lain yang nggak bisa disebutin satu-satu, baik itu di twitter/facebook/line, terima kasih banyak, semoga doa kalian dikabulkan Allah. Amin.
thank you, Google!





Banyak sekali yang menebar kode di sekolah, dari yang umum seperti “Aduh, laper deh, Pur”, “Eh, yang ultah harusnya nraktir nih”, atau “Aduuuh, sakit perut, otong nggak papa deh”. Kalo lapar, makan dong. Nggak usah lapor saya dulu hahaha.

Atau bahkan yang anti mainstream seperti Dzaki, “Pur, pilih nraktir makan, diceburin apa ketabrak?”. Saya langsung mlelotot dan melengos pergi. Asem. Dah kebal telinga daku ini dikodein sepanjang hari. Intinya, saya mesam-mesem aja tiap dikodein. Hehe.

Malamnya, lagi asyik internetan dan sedang bergumam-gumam sendiri. Entah kenapa saat itu saya anteng di kamar, padahal biasanya di ruang keluarga. Eh ternyata, Fitri, Dini, dan Ayu nyelonong masuk kamar yang sedang berantakan sambil nyanyi lagu Happy Birthday dan bawa-bawa kue yang ada hiasan pandanya. Kaget sekaget-kagetnya. Saya kan belum dandan cantik.

Saya mengalihkan pandangan dari layar sambil melongo, nyengir kuda, salah tingkah, dan akhirnya ikut tepuk tangan bareng mereka. Nggak nyangka loh, sore sebelumnya kita lagi les dan kayaknya mereka anteng aja tuh. Yaiyasih, masa harus dibeberin ke saya, duh-_-

Terima kasih banyak panda-panda-unyu-nya-saya, semoga kita bisa tetap menjadi sekumpulan panda sampai akhir hayat. Amin. Ini kan tahun terakhir kita sama-sama, jadi jangan lupa sama semua momen yang pernah kita lewati. Jangan lupa hubungin kalo perlu bantuan/ada masalah, jarak bukan penghalang kita. Sosmed kan sekarang banyak ya :’)

Maaf belum bisa menjadi seorang yang baik untuk kalian, masih banyak kurangnya.  Saya ini kurang sabaran, kurang pengertian, kurang rajin, kurang disiplin, kurang waras, kurang wangi, kurang duit, keras kepala pula. Maaf jika ada banyaaak sekali kata yang menggores hati kalian, karena bersama selama kurang lebih 6 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kadang kata-kata kejam yang saya pikir tidak akan melukai hati malah menjadi sebaliknya. Maaf. Atau bullying-bullying yang saya lakukan (terutama ke Ayu), maaf. Dan untuk semua hutang yang kalian dan saya lupa, maaf, mohon diikhlaskan saja. Kalian luar biasaaaa.

Semoga ke depannya menjadi pribadi yang lebih baik dan meraih sukses di jalannya masing-masing. Jangan lupakan semuanya ya. Meskipun ketemu teman baru yang jauuuuh lebih asyik, lebih pengertian, lebih solid, lebih gokil, lebih kaya, lebih gaul dan lebih segalanya. Please? :’’’)
Wassalam.

PS: Terima kasih untuk Desya Medinasari, repot-repot membungkus kadonya hehe. Supeeeeeeeerr terima kasih juga untuk Atun, Atina dan Fitri sebagai perwakilan X5, mainan pandanya lucuuuuu. Bikin ngakak di kelas. Namanya Panda Tenggeng, nggak ada masalah kan ya? Terima kasih banyak teman-teman, tau aja saya suka ngekode panda J
bonus. sekalian sama yang punya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...