July 20, 2013

Tour Surabaya-Bali-Malang: Day 5


Assalamualaikum Wr. Wb.
Finally, tiba juga dipostingan terakhir Tour Surabaya-Bali-Malang. Tanpa terasa, kurang lebih 5 hari perjalanan sudah kami lalui, berbagai tempat wisata terkenal yang tak pernah terlintas dipikiran untuk bisa mengunjunginya pun akhirnya bisa didatangi.

Jam 7 pagi waktu Malang, sudah dijadwalkan untuk sarapan di lobi. Jam saya masih menggunakan waktu Banjarmasin, masih ada sekitar satu setengah jam lagi. Suatu keuntungan besar ya pakai waktu WITA di daerah WIB.

Dini masih mandi, sedangkan saya masih sibuk menggosok-gosokkan tangan. Padahal kamar hotel ini nggak punya AC, tapi tetap saja udara dingin Malang menusuk. Koper-koper dikeluarkan, saya dan Dini mengambil sarapan sambil menunggu duo yang lain turun.

Pukul 8.30 bus berangkat menuju Surabaya.
“Selamat pagi.  Hari ini adalah hari terakhir kita. Kita akan menuju Surabaya untuk ke Bandara Juanda. Sebelumnya kita akan mengunjungi Jembatan Suramadu dan Sunan Ampel. Kalau sempat.

“Dan Mas Opik meminta maaf karena tidak dapat menemani perjalanan kali ini. Beliau harus membawa mobil sendiri yang isinya koper-koper Ibu-ibu dan adik-adik sekalian, ya berhubung bagasi bus kita tidak mencukupi.

“Hari terakhir ini, kita ada doorprize ya. Siapa yang bisa menjawab pertanyaan, silahkan angkat tangan dan yang benar akan saya kasih hadiah.”, Mas Hendrik mengacungkan beberapa hadiah yang terbungkus rapi.

Duh ya, ini hari terakhir. Setelah ini akan kembali ke rumah. Nggak ada lagi bau bus yang khas, selimutnya yang hangat, kursinya yang panas tiap didudukin, AC-nya yang kelewat dingin, lampunya yang remang-remang saat malam tiba, hotel-hotel yang disinggahi, tempat wisata, makanan prasmanan, kekonyolan-kekonyolan selama di sini, pihak travel yang gokil, kapan lagi coba bisa ketemu sama mereka, hiks. Iya, nggak akan ada lagi….

“Pertanyaan pertama, berapa plat nomor bus kita?”, Mas Hendrik melempar pandang ke seantero bus.

Hening. Nggak ada yang bisa jawab. Sementara kami sibuk kasak-kusuk karena di hari sebelumnya, Ayu sempat mengambil foto bus ini, insya Allah plat nomornya ikut kefoto. Jadilah sekarang grasa-grusu mencetin kamera Dini.

“7009”, ada yang nyahut di bagian depan. Kita melorot.
“Yang lengkap, Bu”, ujar Mas Hendrik. Kita langsung tancap gas nyari lagi.
“Bus ini kan sudah jadi rumah kedua kita selama di sini, ternyata nggak ada yang merhatikan plat nomornya ya…”, Mas Hendrik tertawa.

Saya meringis, nggak kepikiran buat menghapal platnya. Lebih enak mengenali bus ini dari gambar di bodinya aja. Biru, dan bergambar ondel-ondel. Selesai urusan.

Kemudian pertanyaan-pertanyaan selanjutnya bergulir, hingga “Apa nama air terjun yang kita kunjungi di Batu?”.

Sret. Banyak sekali yang angkat tangan, termasuk Fitri. Tapi yang ditunjuk Mas Hendrik adalah cowo di kanan depan saya. “Ya, silahkan Mas Suji, apa jawabannya?”

“CONDOROBAN!”, dengan lantang dan tanpa ragu.

Saya mengernyit, kok rasanya ada yang aneh ya…..

Sampai akhirnya Hesti tertawa diikuti seisi bus. Saya ngeh sekarang, yang betul adalah Cobanrondo. Malu deh aaaah.

“Keras, salah pula ya”, celetuk Mas Hendrik. Saya ngakak.

Sisa perjalanan dilanjutkan dengan tidur. Saat terbangun, saya sudah mendapati tol Surabaya yang kemarin dilalui saat menuju Bali.

“Sebentar lagi kita akan sampai ke Sunan Ampel. Batal ke Jembatan Suramadu ya, sama aja lah kurang lebih kayak liat Jembatan Barito. Mendingan kita ke Sunan Ampel, kan? Wisata religi. Selain itu, kita juga mengejar pesawat, kalau ke Jembatan Suramadu kemungkinan waktunya nggak cukup”, ujar Ibu Atul yang diokein sama semua rombongan. Btw, saya nggak sangguplah buat ngejar pesawat, Bu, dah pasti kalah daku ini….

Sabtu itu, area Sunan Ampel padat sekali. Jalan dari parkiran bus ke makamnya lumayan jauh. Ke sana sebentar buat ziarah, setelah itu balik ke bus. Perut daku dah rok n rol. Duduk manis di bus, Bu Atul tiba-tiba datang dengan lunch box. Waaaah, Ibu ngerti saya banget. Cipok deh, Bu.

Ghilda menyodorkan sesuatu, “Mau?”
“Apa tuhhhhh? Mau…”, nggak tau malu ya saya.
“Roti Maryam”.
Saya cubit sedikit, “Makasihhhh”, masukkan mulut, aaaaaaaamm ini enaaaaaaaaakkkkk!!! Saya mau lagi. Tapi nggak ah, saya kan masih punya malu. Saya alihkan perhatian dengan membuka lunch box. Hm, sate udang, telur puyuh masak apa ini saya nggak tau, sayur, nasi, kerupuk dan sisanya lupa.

Saya nggak tau berapa waktu yang dibutuhkan dari Sunan Ampel-Bandara Juanda, yang jelas saat saya melepas headset, Mas Hendrik mengumumkan bahwa rombongan sudah tiba di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Saya memandang ke luar, dah kayak videoklip lagu galau. Ingat waktu pertama kali tiba di sini, dijemput bus yang sekarang sudah bagai rumah kedua ini, jalan-jalan dengan rombongan dan pihak travel yang sudah seperti keluarga. Waktunya memang singkat, tapi saya pasti akan merindukan orang-orang yang sebelumnya tidak saya kenal ini….

Like We Used To muter-muter di otak saya. Hiksssssssssssssss. Terbawa suasana sampai akhirnya bus berhenti dan koper-koper diturunkan. Di depan bandara, Mas Opik dan Bu Atus sudah menunggu untuk membagikan tiket.

Sebelum masuk ruang tunggu, Mas Apri, salah satu peserta rombongan menghampiri Mas Opik. “Makasih banyak ya, Mas”, sambil berjabat tangan.

“Iya sama-sama. Semoga bisa ketemu lagi yo”, Mas Opik menyahut.

Saya terharu mendengar percakapan itu. Sedih tau. Dasar alay-_- Hmm lepas dari itu,  kira-kira kapan kita bisa ketemu lagi ya….

Pukul 3 waktu Surabaya, pesawat terbang ke Banjarmasin. Tiba dengan selamat di Banjarmasin sekitar pukul 5. Setelah menunggu bagasi, rombongan merapat untuk didata barang bawaannya.

“Makasih Tante”, saya memandang Mama Revi sambil menganggukkan kepala karena beliau lah yang mengurus masalah bagasi ini.

“Iya sama-sama. Berelaan lah, hati-hati di jalan”, sahut beliau. Nah kan, saya sedih lagi. Tambah sedih saat ingat saya nggak akan kemana-mana setelah ini alias bertapa saja di rumah. Pengangguran. Saya pasti akan rindu sekali dengan tour ini dan segala yang ada di dalamnya. Wassalam.
kangen baunya...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...