July 13, 2013

Tour Surabaya-Bali-Malang: Day 3 (Part 2)



Assalamualaikum Wr. Wb.
Amunisi sudah penuh, siap ke tujuan berikutnya yaitu Danau Beratan. Yang kata Mbak Yunik ada di gambar bagian belakang duit lima puluh ribuan. Sok atuh diliat. Nggak punya ya? Maklum deh lagi liburan. Pasokan uang saku diberhentikan. Nih tak kasih liat.

Danau Beratan masih terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Ketika tiba di daerah wisata, samping kiri akan disuguhi dengan segarnya pemandangan dari stroberi yang dijual pedagang. Sekotak plastik lima ribu. Borooooongggg.

Danaunya? Indah sekaleeeeeeeeeeee. Pemandangan sekitarnya juga. Sayang banget kalau kamera dianggurin aja. Rombongan diberikan waktu sekitar satu jam untuk menikmati pemandangan. 


Menggema di seantero tempat wisata dari pusat informasi, “Kepada rombongan dari Smaven. Rombongan dari Smaven. Waktu berkunjung sudah habis, harap segera kembali ke bus karena rombongan akan melanjutkan perjalanan”.

Sampai hapal kan, saking seringnya kita dipanggil. Biasanya, kalau sampai ke pusat informasi itu malu-maluin banget, kayak anak hilang. Tapi selama tour, kami malah kecewa tiap mendengar serentetan kalimat yang artinya kami harus balik ke habitat itu.

Tempat wisata terakhir di Bali adalah Tanah Lot. Mau menikmati sunset di sana, ceritanya. Sepanjang jalan, Mbak Yunik menjelaskan sampai pada kalimat, “Karena ini adalah tujuan terakhir kita, nanti saya akan ikut sampai Tanah Lot saja. Sisanya, saya akan naik angkot bersama teman-teman saya. Sementara rombongan mungkin akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa…”.

Saya diam dan memandang ke luar jendela. Backsound Samwan Lek Yu-nya Adele.

“…. Saya minta maaf jika selama menemani perjalanan Ibu-ibu dan adik-adik sekalian, ada salah-salah kata. Semoga kita bisa bertemu lagi…”

Saya makin galau. Sekarang backsound-nya Like We Used To. We will miss you, Mbak…

Bus berhenti dan tibalah rombongan di Tanah Lot yang sudah penuh sesak. Sejauh mata memandang dari atas, saya hanya bisa melihat lautan manusia. Lautan bule maksud eke. Yeaaa, pemandangannya nggak maksimal tjoy.


Senja tiba dan lagi-lagi pusat informasi cuap-cuap tentang rombongan Smaven. Di perjalanan ke parkiran bus, ketemu Mas Hendrik. Kebetulan sekali. Karena semuanya pada buta arah. Malu bertanya, sesat di parkiran.

Sampai di bus, lewat di antara bus-bus yang lain dan sempat-sempatnya take foto. Gaya Fitri nggak nahan deh, erotis hahaha. 

Masuk bus, Dini yang duduk di belakang Fitri tiba-tiba berseru, “Fit, tadi…. Pas kita foto berarti diliatin sama itu?”, nadanya syok sekali.

Saya yang masih berdiri di antara kursi langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Dini, ke bus di sebelah yang penuh dengan orang asing. Dari bendera di busnya, nampaknya rombongan ini orang Vietnam. Saya nyengir dan menatap Fitri yang sekarang melotot.

“Aaaaaaaa, malunyaaaa!!!”, Fitri panik menarik-narik tirai kaca untuk menutupi dirinya dari orang-orang Vietnam.

Masak aer...
“Masak aeeerrr!! Gayamu tadi pula, Fit, Fit. Erotis”, saya terbahak sambil mengacungkan jempol.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Kenapa baru sadar di sebelah penuh orang sih?!”, Fitri masih lepas kontrol karena terlalu malu. Sementara saya, Dini dan Ayu ngakak.

Rombongan lengkap dan bus jalan. Sekarang yang memegang kendali atas microfon adalah Mas Opik, mengabarkan bahwa Mbak Yunik sudah dapat angkot bersama teman-temannya dan rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Malang. Oh, Mbak Yunik. Sekarang aja saya udah kangen…

“… yah, kurang lebih 12 jam. Itu pun jika tidak ada halangan…”, ujar Mas Opik.

Saya melorot dari kursi. Apa tadi dia bilang? Itu pun jika tidak ada halangan? Jika ada? Haaaaaaaaafuh.

Rasanya ke Pelabuhan Gilimanuk saja jauh sekali, belum lagi karena macet. Sekitar pukul 10 waktu Bali, istirahat sebentar untuk makan. Itu pun belum sampai pelabuhan, hiks.

Penyebrangan kali ini lebih menjamin nyawa dibandingkan saat berangkat karena airnya pasang. Tiba di pulau seberang dengan selamat Alhamdulillah, sekitar pukul 3. Sisanya saya lanjutkan di alam mimpi.

Nggak bisa mimpi juga sih, wong tidurnya aja nggak nyenyak. Wassalam.
Stok antimo habis. Met mabok.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...