July 10, 2013

Tour Surabaya-Bali-Malang: Day 2 (Part 2)


Assalamualaikum Wr. Wb.
Perjalanan di lanjutkan.

“Perut kenyang biasanya tinggal tidur ya. Sebelum tidur, saya mau menginformasikan dulu, setelah ini kita akan ke Pantai Kuta. Di sana sudah tegas peraturannya bahwa bus sebesar kita ini tidak diperbolehkan masuk. Jadi, untuk bisa ke sana, kita akan naik angkot, atau biasa orang Bali menyebutnya dengan Isuzu. Setelah ke Kuta, kita akan langsung ke Joger dengan Isuzu, jadi setelah ini adalah terakhir bus mengantar kita.

“Isuzu sudah siap menunggu di depan hotel. Nanti kita akan diantar bus sampai hotel, setelah itu akan pindah ke Isuzu. Ke hotel cuma untuk transit, tidak ada yang boleh masuk kamar. Ntar malah tidur.”, sela Mbak Yunik sambil bercanda.

“Kalau mau buang air, bisa di toilet di lobi saja. Rombongan akan kita bagi menjadi dua, untuk barang-barang yang tadi dibeli, silahkan ditinggal saja di bus. Sepulangnya dari Joger baru mengurus barang.

“Kemudian lagi, malam ini adalah malam terakhir kita di hotel. Besok pagi kita akan check out, jadi setelah pulang dari Joger, diharapkan agar segera packing kopernya. Biar besok nggak kaget. Karena besok masih ada setengah hari di Bali, dan sisanya mungkin adik-adik akan lanjutkan untuk perjalanan ke Malang.”

Saya terdiam. Iya ya, kok nggak kerasa besok sudah hari terakhir di Bali. Tidaaaaakkkk. Kenyataan pahit teman, pahit….

Sebelum transit, saya dan teman-teman mampir ke toilet dulu. Mas Opik dah bolak-balik aja liat kami yang masih antri. “Masih ada yang belum?”, akhirnya nggak tahan juga dia buat nggak nanya. Saya mengangguk. Mas Opik bolak-balik lagi dengan rute yang sama; pintu keluar-toilet-pintu keluar-toilet. Macam dia yang kebelet pipis.

Supir Isuzu yang kami tumpangi ketika itu ternyata beda tipis sama nahkoda di Tanjung Benoa kemarin. Njot-njotan. Mabuk darat sekarang kite ini. Ternyata sepanjang jalan menuju Kuta, banyak sekali bulenya. Baru di sini liat yang bejibun begini, kemarin-kemarin sih jarang.


Bahkan ketika baru turun dari angkot, ada bugan—bule ganteng—berjejer empat.
Dini langsung teriak heboh, “Fiiit!! Wan direksyen, Fit!!!!”.

Saya dan yang lain langsung menoleh ke arah yang dimaksudkan Dini. Iya, mirip.
“Kurang Zayn-nya, Din”, sahut Fitri karena matanya tidak menemukan wajah bule arab sejenis Zayn. Dan dodolnya, mereka nggak kepikiran buat foto bareng sama bugan-bugan itu.


Skejul ke Kuta yang sebenarnya adalah melihat sunset. Nyatanya adalah sunsetnya ketutupan awan, mendung. Akhirnya rombongan balik kanan bahkan sebelum matahari tenggelam sempurna. Lanjut ke Joger yang ternyata sudah penuh.

Seperti di outlet kebanyakan, di Joger juga ditempeli stiker yang bertuliskan VIPJOGER di lengan masing-masing sebagai penanda rombongan. Di pintu yang menghubungkan antara bagian tas dan kaos, kami bertemu Mas Opik dan Mas Hendrik dari bagian travel.

“Ini jangan sampai hilang”, Mas Opik menepuk stiker di lengan Fitri, bermaksud mempererat stikernya agar tidak lepas. Sementara Mas Hendrik menoleh ke arah Ayu dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi, “Sini tak tepukin”, ujarnya.

Ayu buru-buru menghindar sambil menatap tangan Mas Hendrik ngeri, “Nggak usah deh, Mas”. Mas Hendrik tertawa.

Joger penuh sekali malam ini. Saya dan teman-teman yang rencananya akan memborong sandal terpaksa menelan kekecewaan karena sandal yang tersisa berukuran di bawah 33. Rezeki adek-adek kita deh….
 

Setelah belanja, rombongan diantar kembali ke hotel untuk beristirahat. Tour hari ini berakhir lebih awal dari kemarin. Tapi tidak bisa langsung beristirahat karena koper yang beleber masih menanti untuk dirapatkan.

Met bobo....
Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...