June 15, 2013

Kangen

Assalamualaikum Wr. Wb.
Jangan tertipu dengan judul di atas. Konteks kangen yang saya maksud berbeda dengan yang Anda pikirkan. Masih ingat segala sesuatu yang betema ‘dulu’? Sekitar jaman saya SD. Nggak tau kenapa tiba-tiba kepikiran segala sesuatu di masa itu, searching dan akhirnya ketawa-ketawa sendiri di depan laptop.

Sekarang, mari berkangen ria.
Dulu, tetangga buka warung di depan rumahnya. Tiap pulang sekolah, nggak pernah absen ke sana. Kayaknya yang punya warung malah berasa hampa kalau saya nggak datang #etsaah. Biasanya yang saya beli seperti di bawah ini.

Masih bisa nyari yang begitu-begitu kalau kangen sama masa kecil di sini.

Permainan jaman SD. Biasanya nggak bisa liat pasir numpuk nganggur, langsung duduk di atasnya terus ngorek-ngorek. Dibikin macam-macam. Saya bakat dalam bidang ini. Sampai Mama marah. Saya masih ingat kalimat andalan beliau tiap mergokin saya main pasir; “Ntar kepegang eek kucing, tau rasa loh”. Dulu ya, ora urus lah apa itu eek kucing, yang penting hepi.


Habis pulang sekolah, selain menghabiskan uang buat jajan di warung tetangga, saya juga hobi ngebolang. Teman saya dulu laki-laki semua. Fitri, Ade dan Zaki. Woooo gaul maksimal. Saking hebatnya ngebolang kemana-mana, saya sudah pernah merasakan nggak enaknya tersesat. Di tengah hujan lebat, berempat nggak tau tujuan, nggak tau jalan pulang. Langsung kepikiran diculik, nggak ketemu Mama sama Bapa lagi. *backsound Home-Westlife*. Untuuuung, Bapa-bapa kami navigasinya hebat. Datang bagai pahlawan berpayung. Pulang dengan selamat, basah kuyup dan kena marah Mama…..

Pertama kali dibeliin mainan yang canggih sekali, truk kayu yang dikasih tali. Saking bangganya selalu diseret kemana-mana tiap main. Dibelikan truk yang ada bak belakangnya itu, saya menyimpulkan bahwa Mama sekarang merestui saya main pasir. MERDEKA!!

Selain itu masih ada mainan rumah-rumahan, masak-masakan eceng gondok di pinggir sungai, atau masak-masakan pakai kaleng cat bekas dan lilin, bepi-bepian, petak umpet, sembunyi sandal sampai hilang sebelah, main hai buta. Haaaaaaaaa kangen.

Dulu nih, belum ada alat tiup busa sabun macam sekarang. Dulu juga, di depan rumah banyak kangkung. Jadi, sabun dikasih air. Batang kangkung yang bolong tengahnya itu dimasukkin ke larutan sabun, aduk bentar, terus tiup batang kangkungnya dan phew, muncul balon. Kreatif kan…

Pertama kali beli VCD Player, kasetnya Terlena. Terlenaaaa aaaa ku terlenaaa~ Koleksi bertambah dari Si Kancil, Bolo-bolonya Tina Toon, Walang Kekeknya Joshua, aserehe, lagu-lagu India, sampai yang paling anyar, Petualangan Sherina.

Selain itu, film-film, sinetron-sinetron dan berbagai acara di tv dulu lebih enak ditonton daripada sekarang. Pasti masih ingat kan sama ini?
Dulu ya, maklum deh anak tomboi. Dibeliin Mama satu set baju Panji. Lengkap sama sayap dibelakangnya. Rasanya beneran kayak bisa terbang. Sempat nggak mau ganti baju, bangga sekali bisa lari-lari keliling kampung dengan sayap berkibar. Saya masih nggak punya malu itu pasti. Pasti….

Parahnya, sebelum punya baju itu, saya sering ngambil sarung Bapa terus diikiat di leher dan lari-lari dari pintu depan sampai dapur. Bolak-balik sampai capek. Euforia masa kecil itu beda ya sama sekarang. Entah kenapa, bahagia bisa sesederhana itu……..

Pertengahan SD, lupa kelas berapa, ada masa dimana pensil inul berjaya. Pensil yang bisa menul-menul kemana-mana, bisa dilipat, dililit, intinya bisa joget kaya Inul deh. Tren mewajibkan saya untuk beli itu pensil, jadi saya punya beberapa. Sekarang sadar, itu gimana cara nulis ya kalo pensilnya liar macam badak ngamuk gitu..


Btw, film tersedih masa kecil saya adalah Joshua oh Joshua. 


Biasa ditayangkan di salah satu stasiun tv swasta pada malam tahun baru. Sampai sekarang masih suka sedih liat adegan piring nasi ditumpahin ke kepala Joshua dan Joshuanya makan nasi di rambutnya. Hiks, itu udah sampoan belum sih…








Soal sinetron, dulu tiap sore atau malam ya -_- saya suka nonton Candy. Itu masa-masa awal kemunculan Lucky Perdana, Bobby Joseph dan kawan-kawannya. 
Lupa alur ceritanya tapi masih ingat soundtracknya. Yang nyanyi band Drive, gini lo “tidurlaaaah-selamat malaaaam- luuuupakan sajalah akuuuu- mimpilaaaah dalam tidurmu-bersama bintaaaaaannnngggg”. Bersama bintang ya? Iya deh kayaknya.

Masa kecil saya bahagia. Apalagi setelah bisa naik sepeda. Hobi ngebolang makin asyik aja. Syukurnya saya masih ingat jalan pulang.

Ini cerita masa kecil daku, mana ceritamu?

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...