April 1, 2013

DreamCatcher: Inventing Your Dream


Assalamualaikum Wr. Wb.
Sedang mengemban tugas menyampul buku-buku Desya dan tertarik dengan semua bukunya. Salah satunya buku DreamCatcher karya Alanda Kariza. Setelah saya baca, ternyata isinya lebih dari yang saya harapkan ; luar biasaaaaa. Bintang lima.


Buku ini bukan berisi cerita kacangan atau kisah percintaan anak muda yang sedang booming. DreamCatcher  membeberkan bagaimana besarnya kekuatan sebuah mimpi dan cara mencapainya. Saat mengetik postingan ini, saya sedang on the way mengulang membaca DreamCatcher sambil menandai quotes yang saya suka.

Ada beberapa bab yang membuat saya jatuh hati. Salah satunya adalah INVENTING YOUR DREAM. Saya akan mengulas bagian dari bab ini secara ringkas.


Dreams are invented
….membuat saya bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek. Saat itu, saya belum pernah belajar fisika, apalagi kalkulus, padahal dua bidang tersebutlah yang harus dihadapi sebelum bisa menjadi arsitek. Tetap saja, ketika dulu ditanya apa cita-citanya, saya selalu menjawab bahwa saya ingin menjadi arsitek. Sebuah cita-cita yang belum disadari oleh alasan-alasan kuat. Namun, saya sadar, bahwa saya harus mempunyai cita-cita—untuk menjawab pertanyaan sederhana: “Cita-citamu mau jadi apa?”


Dreams are invented. We are not born with them”

…but they might change overtime
Mimpi berubah karena diri kita juga selalu berkembang. Kita mulai mempelajari banyak hal baru dan merasakan berbagai pengalaman menarik.
Di dalam hidup, kita bisa memiliki begitu banyak keinginan setelah menjalani berbagai hal. Seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita kita pun bisa berubah, begitu juga dengan prioritas kita. Namun, hal ini tidak berarti kita harus berhenti bermimpi. Yes, the future is full of uncertainties, but we have to know what we want to do.


Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be”—-Joy Page
Bermimpilah. Karena sebuah mimpi membuat kita bisa memiliki tujuan di dalam hidup. Sebuah mimpi mampu menekan keraguan kita akan masa depan.



Do you know what you want to do?
Mengetahui apa yang ingin kita lakukan merupakan salah satu kunci kesuksesan. Saya sendiri kadang merasa ada begitu banyak hal yang ingin saya lakukan sampai-sampai saya tidak mengetahui benar-benar apa yang ingin saya lakukan dan apa yang ingin saya raih.

Impian dan cita-cita bisa muncul dari mana saja. Untuk itu, marilah kita menelaah segala hal yang kita jalani sehari-hari. Dari situ, kita akan memperoleh berbagai informasi akan cita-cita seperti apa yang sebenarnya hati kecil kita ingin ciptakan.



If you don’t know what you want, you end up with a lot you don’t”—-Chuck Palahniuk        
         

Ultimate love of something
Sebuah impian paling mudah diciptakan dari kecintaan yang mendalam terhadap sesuatu.


Do something you love and you will never have to work a day in your life”—Confucius.
Ketika kita mencintai suatu hal, kita akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, tanpa beban, dan biasanya tidak mengenal lelah. Kita akan bisa mencapai mimpi tersebut dan memperoleh hasil yang maksimal dalam melakukannya.


Tidak banyak orang yang mengetahui apa yang mereka sukai. Tidak banyak orang yang tahu apa yang membuatnya bahagia meski hal itu telah ia lakukan setiap hari.


Passion is something you cannot live without”—-Ryan Adriandhy.  
Passion makes you happy. Therefore, pursuing your passion will also make you happy. Mungkin, mimpimu menunggu untuk diciptakan di sana.



Willingness to solve problem
Ada banyak cara untuk tahu apa hal yang ingin kita lakukan dalam hidup. Salah satunya adalah dengan memiliki keinginan untuk memecahkan masalah.

Saya percaya bahwa sebuah impian bisa kita ciptakan dari keinginan untuk mengubah suatu hal atau menanggulangi suatu masalah. Hal ini juga dipercaya oleh para wirausahawan, bahwa pada setiap masalah, selalu ada kesempatan.






Fantasies are not dreams
Fantasi dan impian adalah dua hal yang berbeda. Fantasi adalah hal-hal yang kita cita-citakan, tapi tidak mungkin menjadi kenyataan. Sebaliknya, impian adalah hal-hal yang kita cita-citakan dan bisa  kita usahakan untuk menjadi kenyataan.
Tidak ada salahnya memiliki fantasi, tetapi memiliki impian dan berusaha untuk mewujudkannya mungkin bisa membawa lebih banyak manfaat.

Bagaimana? Apakah Anda juga mengalami hal-hal seperti di atas? Apakah Anda ingin tahu bagaimana cara mencapai impian-impian tersebut? Nantikan postingan berikutnya yang berisi bab DreamCatcher yang saya sukai dan menginspirasi. Keep dreaming! Wassalam.

Special thanks to Desya Medinasari F

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...