April 25, 2013

Gagal Cumi

Assalamualaikum Wr. Wb.
Di tengah rasa lapar dan hampir dehidrasi karena baterai matahari barusan di charge kayaknya, kami dari sepen-eiken ; saya, Fitri, Dini, Ayu, Desya, Civi, dan Aulia, mengembara mencapai d’ cost.

Kira-kira begini rute perjalanan Smaven-d’ cost. Yang ruwet itu proyek flyover. 
Jauh sih, tapi nggak seberapa dengan keinginan saya memakan cumi goreng tepung a.k.a cumi goreng crispy atau apalah itu namanya. Hiks. Sudah lamaa sekali ngidam makanan yang satu ini. Kode nih kode.

Setelah siklus gas-rem yang tiada henti, akhirnya tempat surga itu terlihat juga. Saya sudah memasuki parkiran dan melepas helm, disusul dengan enam personil lain. Saat itu Desya atau entah siapalah berkata “tulisan depannya kok ‘tutup’ ya?”.

Semuanya diam. Awalnya saya biasa aja. Sampai akhirnya Om Satpam berkata begini.


Saya senyum kancut. Ini pertanda apasih. Lagi lapar-laparnya dan sudah diambang batas kemampuan berdiri tegar, eh malah dapat kabar menyakitkan seperti ini. TIDAAAAAKKKKKK!!!!  Sekian lama saya menantikan saat-saat ini. Ketika hampir mencapai klimaks, di detik-detik terakhir menemui si cumi, dan ternyata………… Saya butiran debu.

ugh....
Dorong saja saya ke jurang Om, dorong….

Setelah pemikiran yang lama, diskusi dengan nggak tau malu di parkiran d’ cost, akhirnya kita pindah haluan ke Pondok Bahari. Saya masih menatap d’ cost melalui kaca spion. Tega nian dikau d’ cost. Oke. Fine.

Satu hal yang saya tau dan saya jamin kebenarannya ; orang lapar dan hampir dehidrasi itu gampang sekali marah-marah. Huuuft.

Meskipun sudah makan sepiring nasi sop dan segentong es kelapa muda susu (seriusan loh segentong, gelasnya jumbo sekali -_-), saya masih kangen sama cumi. Miss you, Cum. Need you now. #Kodenihkode.
Wassalam.

April 20, 2013

Mocca Float



my outfit:
Mocca Scarf (Made In Dasya)
Shirt (Unbranded)
Skirt (Fitri’s)

April 18, 2013

If You Could See Me Now


(Oh if you could see me now)

(Oh if you could see me now)

It was February 14 Valentines Day
The roses came but they took you away
Tattooed on my arm is a charm to disarm all the harm
Gotta keep myself calm but the truth is you're gone
And I'll never get to show you these songs
Dad you should see the tours that I'm on
I see you standing there next to Mom
Both singing along, yeah arm in arm
And there are days when I'm losing my faith
Because the man wasn't good he was great


And explained I was young, he would say

I'm trying to make you proud
Do everything you did
I hope you're up there with God saying "That's my kid!"

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)

(Oh if you could see me now)

If you could see me now would you recognize me?
Would you pat me on the back or would you criticize me?
Would you follow every line on my tear-stained face
Put your hand on my heart that was cold
As the day you were taken away
I know it's been a while but I can see you clear as day
Right now, I wish I could hear you say
I drink too much, and I smoke too much dutch
But if you can't see me now that shit's a must
You used to say I wont know a wind until it crossed me
Like I wont know real love 'til I've loved and I've lost it
So if you lost a sister, someone's lost a mom
And if you lost a dad then someone's lost a son
And they're all missing out, yeah they're all missing out
So if you get a second to look down on me now
Mom, Dad I'm just missing you now


Oh, oh
Would you call me a saint or a sinner?
Would you love me a loser or winner?
Oh, oh
When I see my face in the mirror
We look so alike that it makes me shiver

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Yeah I'm just missing you now

I still look for your face in the crowd
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)
Would you stand in disgrace or take a bow
Oh if you could see me now (Oh if you could see me now)

If you could see, you could see me now
 
If you could see, you could see me now 

April 17, 2013

Pak Sariban : Relawan Kebersihan




Sariban. Sekilas nama ini identik dengan robot jagoan era tahun 1980-an. Tetapi, Sariban yang kita bicarakan sekarang bukan robot. Dia seorang pensiunan petugas kebersihan yang peduli dengan kebersihan Kota Bandung, tempat tinggalnya sejak tahun 1963. 

 

Setiap hari, kakek dari empat cucu ini pergi dari rumah sebelum jam delapan pagi mengendarai sepeda kumbang yang kemudinya ditempel setir mobil. Di tengahnya terpasang bendera Merah Putih. Di bagian belakang ada dua tempat sampah plastik berisi sapu dan pencapit besi.

Untuk menahan panas matahari, suami Sukiyem ini memakai topi caping. Warnanya kuning senada dengan seragamnya. “Kerja saya jadi relawan kebersihan,” kata Sariban. 

Pria kelahiran 8 Agustus 1943 di Magetan, Jawa Timur ini memang mengabdikan dirinya bagi kebersihan Kota Bandung. Dia menggunakan pencapit untuk mengambil plastik, bekas makanan, atau daun-daun kering yang dibuang sembarangan. Sariban mengumpulkan semuanya sebelum memasukkannya ke dalam tempat sampah terdekat.

Sempat menjadi tukang aduk dan kuli bangunan hingga tahun 1969, Iban akhirnya diterima sebagai petugas kebersihan di Rumah Sakit Mata Cicendo pada awal tahun 1970. Setelah 13 tahun, Sariban mendaftar jadi relawan kebersihan, profesi yang dijalaninya hingga saat ini.

 Pria yang pensiun dengan golongan terakhir sebagai Penata Muda III A pada tahun 2000 ini pun bangga memasang tulisan “Relawan Peduli Lingkungan” di keranjang depan sepedanya. Dia bekerja tanpa ada yang menyuruh, tanpa ada yang membayar.

Komitmen yang sulit dicari tandingannya sekarang ini.

Buat Sariban, membersihkan kota adalah sebuah keharusan. “Pasti ada sampah berserakan, apa salahnya kita datang, memunguti sampah,” kata Sariban yang selalu mengumpulkan sampah atau memotong rumput di sekitar Taman Makam Pahlawan Cikutra pada pagi hari.

Tidak hanya membersihkan, Sariban juga kerap mengingatkan para demonstran di depan Gedung Sate, Bandung — salah satu lokasi favorit demo — agar tidak membuang sampah sembarangan. Agar suaranya terdengar, Sariban selalu membawa megafon alias pengeras suara di keranjang depan sepeda. “Kalau mau demo tidak apa, asal jangan menyampah,” kata Sariban dengan logat Jawa.

Selain itu, Sariban punya perhatian khusus terhadap pepohonan di Kota Bandung. Khususnya, pohon yang dijadikan tempat menempel iklan atau poster. “Pohon juga bisa menangis kalau disakiti,” ujarnya. “Pohon itu mahluk hidup juga seperti kita. Bayangkan kehidupan manusia tanpa pohon, bagaimana kita bisa hidup?



Sejak tahun 2003, Sariban berinisiatif mencabuti paku-paku yang tertinggal di pohon (padahal iklannya sudah tidak ada). Menggunakan linggis, dia bergerak dari satu pohon ke pohon lain. Dalam tempo satu bulan, Sariban bisa mengumpulkan 15 kilogram paku.

Paku-paku itu, kata Sariban, bertambah banyak pada masa kampanye. “Semua paku itu saya kumpulkan. Beratnya mungkin sudah lebih dari satu ton,” ungkap Sariban.

Peraih anugerah Penjaga Lingkungan Hidup Kota Bandung tahun 2009 ini mengaku sedikit terhambat untuk mencabut reklame yang dipaku ke pohon. “[Mencabut reklame] itu hak Satpol PP. Saya harus koordinasi dulu,” katanya.

Sariban tidak mau menanggapi cemoohan orang yang menilai pekerjaan relawan sampah hanya dilakukan orang kurang waras. Dia tetap memunguti sampah di jalan-jalan Bandung.

Daripada mengkritisi pemerintah, Sariban memilih bekerja secara nyata. “Mulai dari diri kita sendiri. Jangan lupa, kebersihan itu sebagian dari iman,” ujarnya.

Pada tahun 2011, para siswa SD Juara di Bandung memperingati Hari Pahlawan dengan mengumpulkan sampah bersama Sariban — bukan mengunjungi Taman Makam Pahlawan seperti siswa sekolah lainnya.

“Pahlawan itu tidak harus [seseorang yang] gugur di medan perang,” kata Tito Suhendar, Kepala SD Juara.

“Buat saya, Sariban itu pahlawan lingkungan,” kata Mutiah, siswa kelas 4 SD Juara.



Assalamualaikum Wr. Wb.
Kemarin malam sebelum tidur, saya memindahkan channel kemana-mana untuk membunuh waktu. Channel TVRI yang saat itu sedang menayangkan acara Sebelah Mata menarik perhatian saya. Ya, dari situ saya tahu adanya Pak Sariban, seorang tua yang patut menjadi teladan. Relawan Kebersihan. Namanya juga relawan, ia sama sekali tidak menerima gaji dari pemerintah.

Saya ingat sekali beliau mengatakan ini, “Rejeki itu bisa datang dari mana saja, yang penting saya melakukannya ikhlas”.

Ada lagi yang dikatakan beliau saat acara Sebelah Mata kemarin, “memang ada Undang-Undang yang mengatur denda bagi yang membuang sampah sembarangan, tapi saya belum pernah lihat prakteknya. Nggak ada yang dipenjara 6 bulan atau di denda 5 juta karena membuang sampah sembarangan”, katanya sambil tertawa. Sodemtru, Pak. Sooooooodemtruuuuu!!

Jadi, apa yang terpikir ketika membaca kutipan berita di atas? Apakah tidak malu pada beliau? Kadang, untuk membuang sampah pada tempatnya saja masih susah, apalagi untuk memunguti sampah orang lain tanpa mendapat imbalan. Malu? Sekarang, masih mau membuang sampah sembarangan?


Akankah ada the next Pak Sariban? Semoga. Kita sebenarnya tidak perlu seekstrim Pak Sariban, kita bisa mulai dari diri sendiri J Wassalam.

April 16, 2013

DreamCatcher : Designing The Blueprint


Assalamualaikum Wr. Wb.
Melanjutkan postingan DreamCatcher: Inventing Your Dream kemarin, kali ini saya akan membahas bab Designing The Blueprint.


Make your plans
Sudah memiliki mimpi dan berhasil menggambarkannya di kepala? Kita bisa melanjutkan proses “penciptaan impian” ini dengan membuat rencana untuk merealisasikannya. Sebuah impian bisa menjadi kenyataan bukan karena takdir, bukan pula keberuntungan. Ia bisa saja menjadi kenyataan karena adanya keinginan dan kerja keras.
A goal is a dream with a deadline. –Napoleon Hill
A goal is a dream with a deadline and a feasible plan. –Alanda Kariza


What do you need?
List down everything we need. Dengan menjabarkan hal-hal yang kita butuhkan, kita bisa mengetahui apa saja yang perlu kita persiapkan. Dengan begitu, meraih impian kemungkinan besar bisa terasa sedikit lebih mudah. We will have an idea on what to do first.
Being prepared also means reducing problems. –Alanda Kariza
If you don’t have plans, you’ll easily go off rails. Once you go off that cliff, I don’t think there will be a way back. –Joko Anwar.


Aim as high as possible
I’m a dreamer. I have to dream and reach for the stars, and if I miss a star then I grab a handful of clouds. –Mike Tyson.
Tidak ada salahnya member target tujuan untuk meraih sesuatu yang lebih besar, tinggi, dan spektakuler. Kita tidak perlu takut akan jatuh karena kita selalu bisa bangkit asalkan memiliki kemauan.

Have no plan B
Having no plan B makes us driven not to fail. –Alanda Kariza
Tidak memiliki ‘rencana cadangan’ bukan berarti tidak bisa berimprovisasi. Kita selalu bisa menanggulangi suatu masalah ketika hal tersebut telah terjadi. Terkadang, memiliki rencana B membuat kita tidak berusaha sekuat yang seharusnya untuk merealisasikan rencana A yang kita miliki. Mungkin ada baiknya untuk tidak memiliki rencan B sama sekali.


Failing is not that good
Ya, kita pasti akan mengalami kegagalan pada satu (atau beberapa) titik di dalam hidup kita. Hal yang terpenting untuk dilakukan adalah memastikan bahwa kegagalan tersebut memiliki efek positif yang besar dalam hidup kita.


Visualize you dream
Dengan memvisualisasikan mimpi, baik di pikiran, maupun dengan membuat daftar panjang berisi impian-impian, kita bisa memotivasi diri sendiri untuk meraihnya.

Semoga bermanfaat. Keep dreaming! Wassalam.

April 7, 2013

Fenomena Manoharon

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelumnya minta maaf karena postingan lanjutan dari DreamCatcher: Inventing Your Dream belum bisa saya posting sekarang. Ada beberapa alasan yang mendukung teori di atas :
1. Saya sedang mendalami bab mana lagi yang akan saya posting, karena sebenarnya saya mau posting setiap bab di buku DreamCatcher.
2. Saya sedang mengantuk dan tidak bisa melanjutkan membaca. 
3. Tiba-tiba buka google dan iseng mengetikkan sesuatu di kolom search.
4. Saya dapat sesuatu yang  ASOOOOOOOOOOOYYYYYYY DAN CETAR KHATULISTIWA. Ini dia.....

enaaaah ini @Poconggg kan ._.

Nggak gitu juga sih, sebenarnya reaksi yang saya alami sewaktu melihat itu adalah melongo. Antara kaget, takjub dan bingung. Kok bisa ya ada manusia seluar biasa itu -_-

Jadi begini, berawal dari mention-mentionan teman-teman saya yang kebetulan lewat di timeline. Kebetulan loh yaaaaa ehehe. Saya mendapat informasi bahwa ada yang lebih cethaaar membahana dari pada Bunda Barbie Bayu Beyonce.

Kayaknya Bunda harus banyak-banyak konsultasi sama dia ya. Sekalian deh promosi twitternya Bunda : @bayu_fraseto 

Setelah melakukan investigasi besyar-besyaran, saya mendapat informasi bahwa artis kita kali ini ; Manoharon, amat terkenal. Terutama di dunia maya. Dan parahnya, saya baru tau sekarang. Kurang gawl.

Siapa Manoharon yang menggemparkan dunia saya malam ini? Ia adalah pelajar kelas 3 di SMKN 20 Jakarta (ada juga yang mengatakan SMKN 27), 18 tahun. Konon, memiliki nama asli Aron. Terlahir sebagai laki-laki tulen tapi mulai merubah penampilannya ketika menginjak usia remaja. Ia menyukai segala aksesoris yang biasa dikenakan perempuan.

Ini beberapa fakta unik Manoharon :

     1. Manoharon itu kaya.
Gayanya mirip seperti artis kita yang salah mengeja kata San Francisco dan selalu mendesah, Syahrini. Glamornya kurang lebih ya, tas-sepatu-dan lain sebagainya merupakan keluaran brand terkenal. Terkenal mahalnya.

halaman rumahnya nih
     2. Manoharon itu overdosis kamera.
Maksudnya, nggak bisa liat kamera dikit, bakatnya langsung keluar. Bisa dicek sendiri di akun Instagramnya, @manoharon. Wuuuuuu cetar #darimulutkeluarbusa #mimisan.

3. Manoharon mengutamakan pendidikan.
Di tengah keglamoran yang melingkupi hidupnya, Manoharon tidak melupakan kewajibannya sebagai pelajar. Syemangat qaqa Manooooo :’3


4. Manoharon punya cowok.
Iya….. Dia punya cowok. Sekali lagi, mau? PUNYA COWOOOOOKKK~
Yang perutnya banyak kotak-kotaknya gitu. Sekarang percaya deh sama pepatah dari negeri seberang bahwa cinta itu buta. 

Tapi kayaknya sekarang sudah endos gandos. Pukpuk.
Before
Afteeer~

Berdasarkan hasil dari gugling kesana-kemari, hanya sekian yang bisa saya simpulkan. Entah kenapa, jago sekali menyimpulkan yang semacam ini, tapi menyimpulkan KTI kok susah ya #Pencitraan #KTIituapaya.

Saya tidak tau mau berkomentar apa. Memang di sekitar kita ada banyak yang seperti itu. Dari situ, kita bisa melatih tenggang rasa dan saling menghormati antar sesama umat manusia. Nggak perlu-lah mencemooh atau mem-bully mereka. Kalian diberi Sang Pencipta sepasang mata untuk digunakan secara benar, termasuk menilai orang dengan dua mata itu. Bukan hanya sebelah.

Mereka-mereka itu sudah memilih jalan hidupnya sendiri, tau bagaimana menjalaninya, dan siap menanggung resikonya. Berbeda itu unik. Semua punya hak untuk mengekspresikan dirinya, selama itu nggak mengganggu kedamaian dunia.

Saya netral ya. Tidak membela siapa-siapa. Tapi toh, tak ada salahnya menghargai perbedaan. Sekali lagi, berbeda itu unik. Bhinneka Tunggal Ika. Mengutip kalimat dari teman saya, @rowdaTina yang kira-kira begini
Karena sama itu terlalu membosankan

PS : Sedang merasa gaul maksimal. W tau Manoharon meeeeeennnnnnn!!!
Wassalam.
Bonus

April 1, 2013

DreamCatcher: Inventing Your Dream


Assalamualaikum Wr. Wb.
Sedang mengemban tugas menyampul buku-buku Desya dan tertarik dengan semua bukunya. Salah satunya buku DreamCatcher karya Alanda Kariza. Setelah saya baca, ternyata isinya lebih dari yang saya harapkan ; luar biasaaaaa. Bintang lima.


Buku ini bukan berisi cerita kacangan atau kisah percintaan anak muda yang sedang booming. DreamCatcher  membeberkan bagaimana besarnya kekuatan sebuah mimpi dan cara mencapainya. Saat mengetik postingan ini, saya sedang on the way mengulang membaca DreamCatcher sambil menandai quotes yang saya suka.

Ada beberapa bab yang membuat saya jatuh hati. Salah satunya adalah INVENTING YOUR DREAM. Saya akan mengulas bagian dari bab ini secara ringkas.


Dreams are invented
….membuat saya bercita-cita untuk menjadi seorang arsitek. Saat itu, saya belum pernah belajar fisika, apalagi kalkulus, padahal dua bidang tersebutlah yang harus dihadapi sebelum bisa menjadi arsitek. Tetap saja, ketika dulu ditanya apa cita-citanya, saya selalu menjawab bahwa saya ingin menjadi arsitek. Sebuah cita-cita yang belum disadari oleh alasan-alasan kuat. Namun, saya sadar, bahwa saya harus mempunyai cita-cita—untuk menjawab pertanyaan sederhana: “Cita-citamu mau jadi apa?”


Dreams are invented. We are not born with them”

…but they might change overtime
Mimpi berubah karena diri kita juga selalu berkembang. Kita mulai mempelajari banyak hal baru dan merasakan berbagai pengalaman menarik.
Di dalam hidup, kita bisa memiliki begitu banyak keinginan setelah menjalani berbagai hal. Seiring dengan berjalannya waktu, cita-cita kita pun bisa berubah, begitu juga dengan prioritas kita. Namun, hal ini tidak berarti kita harus berhenti bermimpi. Yes, the future is full of uncertainties, but we have to know what we want to do.


Dream and give yourself permission to envision a You that you choose to be”—-Joy Page
Bermimpilah. Karena sebuah mimpi membuat kita bisa memiliki tujuan di dalam hidup. Sebuah mimpi mampu menekan keraguan kita akan masa depan.



Do you know what you want to do?
Mengetahui apa yang ingin kita lakukan merupakan salah satu kunci kesuksesan. Saya sendiri kadang merasa ada begitu banyak hal yang ingin saya lakukan sampai-sampai saya tidak mengetahui benar-benar apa yang ingin saya lakukan dan apa yang ingin saya raih.

Impian dan cita-cita bisa muncul dari mana saja. Untuk itu, marilah kita menelaah segala hal yang kita jalani sehari-hari. Dari situ, kita akan memperoleh berbagai informasi akan cita-cita seperti apa yang sebenarnya hati kecil kita ingin ciptakan.



If you don’t know what you want, you end up with a lot you don’t”—-Chuck Palahniuk        
         

Ultimate love of something
Sebuah impian paling mudah diciptakan dari kecintaan yang mendalam terhadap sesuatu.


Do something you love and you will never have to work a day in your life”—Confucius.
Ketika kita mencintai suatu hal, kita akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, tanpa beban, dan biasanya tidak mengenal lelah. Kita akan bisa mencapai mimpi tersebut dan memperoleh hasil yang maksimal dalam melakukannya.


Tidak banyak orang yang mengetahui apa yang mereka sukai. Tidak banyak orang yang tahu apa yang membuatnya bahagia meski hal itu telah ia lakukan setiap hari.


Passion is something you cannot live without”—-Ryan Adriandhy.  
Passion makes you happy. Therefore, pursuing your passion will also make you happy. Mungkin, mimpimu menunggu untuk diciptakan di sana.



Willingness to solve problem
Ada banyak cara untuk tahu apa hal yang ingin kita lakukan dalam hidup. Salah satunya adalah dengan memiliki keinginan untuk memecahkan masalah.

Saya percaya bahwa sebuah impian bisa kita ciptakan dari keinginan untuk mengubah suatu hal atau menanggulangi suatu masalah. Hal ini juga dipercaya oleh para wirausahawan, bahwa pada setiap masalah, selalu ada kesempatan.






Fantasies are not dreams
Fantasi dan impian adalah dua hal yang berbeda. Fantasi adalah hal-hal yang kita cita-citakan, tapi tidak mungkin menjadi kenyataan. Sebaliknya, impian adalah hal-hal yang kita cita-citakan dan bisa  kita usahakan untuk menjadi kenyataan.
Tidak ada salahnya memiliki fantasi, tetapi memiliki impian dan berusaha untuk mewujudkannya mungkin bisa membawa lebih banyak manfaat.

Bagaimana? Apakah Anda juga mengalami hal-hal seperti di atas? Apakah Anda ingin tahu bagaimana cara mencapai impian-impian tersebut? Nantikan postingan berikutnya yang berisi bab DreamCatcher yang saya sukai dan menginspirasi. Keep dreaming! Wassalam.

Special thanks to Desya Medinasari F
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...