January 5, 2013

Habibie dan Ainun



Assalamualaikum Wr. Wb.
Kamis lalu, saya bersama Dini dan Fitri memutuskan untuk nonton film Habibie dan Ainun. Sesampainya di Studio XXI, semua diam menatap ke arah pintu. Antriannya masya Allah, sampai tumpeh-tumpeh.

Setelah lama mengantri dan mendapat tiket, berkeliling dulu sebentar. Jam makan siang, masuk ke Solaria yang saat itu juga luar biasa penuh. Liburan sih. Sempat was-was juga kalau waktu makan mepet sama waktu nonton. Alhamdulillah nggak ditinggal film.



Sinopsis Film Habibie dan Ainun
Habibie adalah seorang jenius ahli pesawat terbang, punya mimpi besar nan mulia, membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Dan Ainun adalah seorang dokter muda dengan masa depan yang terbuka lebar.
Pada tahun 1962, dua insan yang berteman di bangku SMP ini bertemu kembali. Paras Ainun yang semanis gula membuatnya jatuh cinta seketika. Tapi Ainun, dia bukan hanya jatuh cinta, Ainun juga percaya pada visi dan mimpi Habibie. Merekapun menikah dan berangkat ke Jerman.
Perjalanan cinta sejati Habibie & Ainun bergandeng dengan mimpi yang ingin diwujudkan, berjalan ditengah dinginnya salju, diterpa berbagai godaan dan cobaan. Rasa sakit, kesendirian, godaan harta dan kekuasaan silih berganti menggangu perjalanancinta dan mimpi mereka, sampai akhirnya kembali ke Indonesia.
Habibie dan Ainun saling mencurahkan cinta dan kasih sayang. Saling mengisi dan berbagi, namun semua ada titik akhir, dimana batas harus memisahkan dua jiwa.
Sumber : kaiphoenix

Saya suka adegan saat Habibie (Reza Rahardian) dan Ainun (Bunga Citra Lestari) dipertemukan kembali. Saat itu yang terlontar dari mulut Habibie kira-kira seperti ini “Ainun? Cantik sekali. Sekarang gula jawa berubah jadi gula pasir”.
Banyak sekali adegan romantisnya disini. Tidak disarankan untuk yang jomblo akut atau yang sedang merintis karir mupon. Selain itu, banyak juga adegan mengharukan yang memancing penonton untuk menitikkan air mata.

Sampai pada adegan Ainun meninggal, saya menitikkan air mata. Ekspresi Habibie-lah yang membuat saya menangis, ekspresi kehilangan orang yang disayangi… Hmffft entah kenapa saya lebih mendalami di adegan itu -_____-


Berikut doa Habibie :
Terima kasih Allah, Engkau telah lahirkan saya untuk Ainun dan Ainun untuk saya. Terima kasih Allah, Engkau telah pertemukan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya. Terima kasih Allah, tanggal 12 Mei 1962, Engkau nikahkan saya dengan Ainun dan Ainun dengan saya. 
Engkau titipi kami bibit cinta murni, sejati, suci, sempurna dan abadi. Sepanjang masa kami sirami titipan-Mu dengan kasih sayang, nilai iman, takwa dan budaya. Kini 48 tahun kemudian, bibit cinta telah menjadi cinta yang paling indah, sempurna dan abadi. 
Ainun dan saya bernaung di bawah cinta milik-Mu ini dan dipatri menjadi manunggal sepanjang masa. Manunggal dalam jiwa, hati, batin, napas dan semua yang menentukan dalam kehidupan. 
Terima kasih Allah, menjadikan kami manunggal karena cinta abadi yang suci dan sempurna. Pertahankan dan peliharalah kemanunggalan kami sepanjang masa. Berilah kami kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan yang sedang dan masih akan kami hadapi. Ampunilah dosa kami dan lindungilah kami dari segala pencemaran cinta abadi kami.”

Kebanyakan yang nonton memang orang yang sudah berkeluarga. Tapi tak ada salahnya memasukkan film ini sebagai film romantis yang benar-benar layak untuk ditonton.

Wassalam. 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...