December 5, 2012

Hiks

Assalamualaikum Wr. Wb
Beberapa hari terakhir, hujan sering menghinggapi Banjarmasin. Udah ujan, beycek, nggak ada owjyek, rasanya mau mewek. Kadang-kadang, senang juga tiap hujan datang, karena otomatis tidur saya jauuuuh lebih nyenyak.

Yang paling menyebalkan adalah, dimana-mana basah. Jalan-jalan yang saya lewati penuh dengan air. Nggak ada masalah sih kalau saya nggak bawa motor. Hiks.

Minggu pagi, sehabis mencuci pakaian, entah kenapa mood saya baik sekali untuk mencuci motor yang memang sudah tampak coklat. Saya mencucinya dengan penuh keikhlasan, membelainya dengan lembut, mengusapnya dengan sampo terbaik, membersihkan sampai ke bagian terdalamnya, bersih berkilau seperti tanpa kaca. Intinya motor saya sudah cling-cling. Tiba-tiba saya jatuh cinta lagi dengan motor ini.

Sekitar jam 1 siang, janjian ke rumah Hilal untuk mengerjakan mading. Awalnya, semua berjalan lancar. Langit terlihat cerah tanpa cela. Sampai di tahap pengerjaan mading hampir selesai, hujan turun dengan ikhlasnya.

Saya terdiam. Entah kenapa setelah saya mencuci motor,  pasti hujan. Entah hari itu, atau besoknya. Entah hanya sugesti atau memang kenyataan -__- Saya  galau, guling-guling di lantai rumah Hilal.

Saat hujan mulai teduh, saya dan Civi pamit pulang. Kami memutuskan lewat jalan Pal 6, yang ternyata merupakan suatu kesalahan besar, hiks. Nggak ada lubang-lubang terisi penuh dengan air, tapi jalannya yang banjir -____- Saya sudah berusaha sepelan mungkin mengendarai motor, berharap beceknya nggak menodai motor saya yang unyu karena baru dicuci dengan penuh cinta.

“Civiiiii, hiks hiks”, entah bagaimanalah wajah saya saat itu. Saya benar-benar kesal dengan kenyataan bahwa motor saya yang baru bersih beberapa jam yang lalu, harus kembali coklat. Civi yang saat itu nebeng saya, ketawa ngakak.

Setelah mengantar Civi dan dalam perjalanan ke rumah, saya yang benar-benar kesal, mulai asal mengendarai motor. Yang tadinya memilah-milih jalan yang bebas becek, sekarang malah berbalik melindas becek-becek itu sesuka hati saya. HAHAHAHHAHAHAHAHArgh. Frustasi.

Sesungguhnya tidak ada yang lebih menyebalkan selain mencuci motor kemudian hujan datang dan menghancurkan semuanya. Terima kasih.

Ps : saya nggak akan nyuci motor selama satu bulan.

Wassalam. 
BEFORE

sungguh :'( </////3


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...