December 24, 2012

Cetar Membahana

Assalamualaikum  Wr. Wb.
Satu bulan terakhir saya jarang bertemu dengan Ka Arif, karena dia sekarang berdomisili di Kotabaru bersama dengan orang tuanya. Dulu, waktu jaman kuliahan, dia masih sering ke rumah, terutama akhir bulan. Maklum ya mahasiswa.

Hari Jum’at kemarin, Mama, Andri serta Tante dan Om—orang tua Ka Arif—pergi ke Amuntai. Tinggallah saya dan Ka Arif di rumah, di tengah hujan deras dengan skejul batal nonton, bobo saja dirumah.

Alhamdulillah akhirnya, karena sudah lama merencanakan nonton, Sabtu kemarin rencana itu terlaksana. Awalnya sehabis saya pulang sekolah, Ka Arif langsung jemput dan kita langsung ke Duta Mall, beli tiket dulu karena takut kehabisan. Weekend man, pasti banyak yang punya niat nonton kan.

Tapi karena takut dicegat satpam karena ke Mall menggunakan seragam sekolah, jadilah kami memutuskan untuk pulang dulu ke rumah. Di rumah, setelah ganti baju dan makan, saya mengecek jadwal di @StudioXXIBJM


Plan A dan plan B sudah kami persiapkan. Mmm, Ka Arif yang mempersiapkan maksudnya, karena kebanyakan kerjaan saya cuma mengangguk-angguk setuju.

Sesampainya di Studio XXI, kami langsung sumringah. Bayangan tentang antrian yang ruawr biasa panjang, ternyata tak terbukti. Kami langsung maju ke hadapan si mbak-mbak.

Karena film pertama yang kami tonton mulai jam 14.40, yang artinya sekitar satu setengah jam lagi, maka bingunglah kami akan menuju kemana. Hampir semua outlet kami masuki dengan niat hanya melihat-lihat. Tapi saat di Matahari, Ka Arif langsung mupeng liat celana dan sepatu -____-
Setelah naik-turun-turun-naik-naik-turun dan seterusnya, 15 menit terakhir kami memutuskan untuk duduk di Studio XXI lantai 2. Akhirnya, setelah penantian yang awrrrr, kami masuk ke dalam dan duduk dengan nyaman.

( >̯͡ .̮ <̯͡ )

Overall, 5cm was very good movie! Banyak sekali adegan lucu yang bikin satu studio ngakak. Ka Arif jangan ditanyaaaaa, itu ngakak sengakak-ngakaknya.

Komentar Ka Arif : Ceritanya gitu doang ya, sederhana. Tapi persahabatannya kuat banget. Pemandangannya juga, Indonesia ternyata punya pemandangan seindah itu ya? (Sepanjang film yang menampilkan pemadangan alam Indonesia, kami tak pernah absen mengatakan “wuuuiiiiii kereeeeen”). Tapi endingnya itu lo, bikin geregetan. Sumpah, Riani itu nggak cocok sama si anu. Lebih cocokan sama si itu.

Hufft, saya setuju sekali sama yang terakhir. Saya rasa endingnya nggak pas. Nggak pas sama keinginan saya maksudnya. Kami sebegai penonton merasa terPHP. Di awal cerita, kami sudah diarahkan untuk percaya bahwa si Riani ini suka sama si ini, dan si Zafran itu suka sama si itu, juga Genta yang suka sama si anu, ehhhhh nggak taunya. Pait mas, paiiiiitt.
Ah sudahlah.

Kami keluar dengan keadaan lapar. Tapi herannya malah turun ke Matahari, Ka Arif meyakinkan diri untuk membeli si celana yang tadi diincarnya. Sementara Ka Arif masuk ke ruang ganti, saya melihat-lihat tas kulit seharga 2juta. Setelah puas cengengesan, saya beringsut menjauh dari tas itu.

Karena di awal tadi sudah saya ceritakan bahwa kami lapar, beloklah kami ke Solaria. Ka Arif memesan Chicken Cordon Bleu with salad and French fries dan es lemonade, saya ketawa ngakak.

“Yakin nih cuma French fries? Nggak mau sama nasi? Katanya lapaaar”, saya ketawa setan.

“Eh bentar deh, mikir dulu”

Saya makin ketawa ngakak.

“Harganya sama sih ya. Hmmm, French fries aja deh”

“Sekali lagi ya, yakin nih?”, saya menaikkan alis tinggi-tinggi. Disambut Ka Arif dengan anggukan mantap.

Sementara saya memesan Chicken Steak Cheesy with salad and rice dan (seperti biasa) es lemon tea.
Selesai makan, saya menunggu Ka Arif shalat Ashar di mushola lantai dasar, karena kebetulan saya sedang berhalangan. Kemudian naik lagi ke Studio XXI, bersiap untuk film kedua yang akan kami tonton.

Ka Arif yang sudah lama nggak nonton, tampaknya kalap dan mengajak saya untuk nonton dua film sekaligus. Cetar membahana. Di film kedua ini, kondisi badan kami sama-sama sudah menurun. Bahasa gaulnya dari ngantuk. Untung saja The Hobbit An Unexpected Journey sangat seru. Dilengkapi dengan efek 3D. Tingkah para kurcaci yang lucu mewarnai film ini.

Sekitar jam 21. 15 film selesai. Keluar dari Duta Mall setelah membayar tambahan parkiran sebesar 12ribu. Ka Arif tancap gas ke daerah Kayu Tangi dengan tujuan ngambil duit di ATM BNI Unlam. Miapah. Berasa jadi anak gaul jauh-jauh kesana cuma buat ngambil duit :’)

Dari Kayu Tangi, tancap gas lagi ke rumah teman Ka Arif, katanya ada keperluan. Setelah pamit, langsung cus ke rumah. Ketahuilah, sepanjang perjalanan kerjaan saya hanya membayangkan kasur di kamar yang saat ini pasti dingin sekali. Sempurna untuk ditiduri.

Setelah ganti baju, cuci kaki-tangan-muka dan sebagainya, saya langsung mendarat di kasur. Dengan keadaan ngantuk sekali, baru sebentar nempel di bantal, saya langsung tidur. Tak tau bagaimana nasib Ka Arif di bawah.
Wassalam.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...