November 4, 2012

Opan Seniman Sejati


Assalamualaikum Wr. Wb.
Tadi, di pelajaran terakhir, Bahasa Indonesia, masing-masing siswa disuruh maju ke depan dan menuliskan 3 kata di papan tulis. Ya, 3 kata, bebas.

Beberapa menit kemudian, setelah semua siswa maju dan papan tulis terisi penuh oleh berbagai kata :








cinta
zaman
tendangan
hujan
aku
jernih
tetes
kasih
paradigma
jingga
tangisan
kamu
salju
madu
antara
kesima
senja
hitam
mereka
musim
kelam
sayang
perangai
cahaya
hening
tangan
daun
bintang
menangis
lentera
sepotong
denting
rusuk
gugur
debu
terluka
bahtera
episode
sunyi
putih
buih
tarian
tersenyum
haluan
masa
ayah
matahari
sungai
lautan
kristal
pesona
gemericik
ibu
nafas
danau
vampire
butiran
waktu
air
maaf
pilihan
hidup

mendung
hati
pantai
embun
fajar
mati

tenang
merah
jiwa
merobohkan
harapan
angin

awan
kuning
akal
alkisah
penantian
dingin

sakit
hijau
lisan
dia
impian
detik

derita
berbisik
langit
cerita
mata
setan









TUGAS : MEMBUAT SEBUAH PUISI DENGAN MENGGUNAKAN 50% KATA YANG TERSEDIA DI ATAS.

Dan yang lebih dulu selesai adalah Opan. Kelihatan sekali menggebu-gebunya. Di bawah ini, sengaja saya selipkan puisi Opan, tapi saya tidak menerima keluhan apapun. Bisa saja setelah membacanya Anda gatal-gatal, atau bahkan kejang dan mulut berbusa.

Kristal Cinta Dalam Penantian

Pesona kasih sayang
Derita hitam terluka
Lentera cerita antara aku dan kamu
Alkisah antara Ayah dan Ibu

Hening, sunyi, gemericik air pantai
Membawa jiwa dan akal tenang
Menuju masa dimana harapan dan impian
Gugur merobohkan langit

Merah cahaya cinta
Berbisik tanpa lisan
Hidupkan hati yang kelam
Ditengah lautan mendung

Denting tetes hujan senja
Menghasilkan bias jingga
Pesona masa penantian
Menunggu embun cintamu datang

Tersenyum, menangis karenamu
Bagaikan tarian debu ditengah bintang
Pesona hitam dalam cahaya
Buih kristal butiran cinta

Jernih air danau
Semilir angin musim gugur
Bawa aku ke zaman itu
Episode hidup denganmu

Sepotong maaf kulanturkan
Hanya lewat puisi ini kusandakan harapan
Agar tanganku yang rusak
Mampu menggapai nafasmu

Biarkan setan menggodaku
Biarkan neraka dihadapanku
Biarkan vampire mengisap darahku
Aku akan terus menantimu

Muhammad Naufan Fadholi



Apa Anda sudah merasakan efeknya? Kalau iya, bergerak mundur dari layar.

Puisi saya? Hafufufu saya belum menulis satu kata pun. Mungkin dipostingan berikutnya, Insya Allah.

Anda tiba-tiba jatuh hati pada Opan? Silahkan mensyen atau sekedar follow dan stalker TL-nya di @opanmarlim


Wassalam.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...