November 1, 2012

Lesung Pipi


Assalamualaikum Wr. Wb.

Suatu hari, saya lupa kapan, pelajaran Biologi, teman saya bertanya kira-kira seperti ini “Kenapa bisa terbentuk lesung pipi, Pa?”

Bapa Sugi menjawab “Keturunan. Biasanya yang punya lesung pipi, orang tuanya juga punya”.

Karena penasaran, maka saya googling mengenai lesung pipi. Dan terungkaplah kenyataan bahwa lesung pipi itu adalah cacat. Iya, cacat. Sudahlah, tak usah sesyok itu.

Dikutip dari : klik to see more


Beberapa masyarakat ada yang percaya dengan mitos bahwa lesung pipit bisa terbentuk dengan cara menusukkan ujung cabai ke pipi bayi. Tapi ternyata mitos tersebut tidaklah benar, karena lesung pipit terjadi akibat kelainan dari otot pipi yang diturunkan.

Lesung pipit bisa muncul di kedua pipi atau hanya di salah satu pipi saja dan biasanya akan terlihat dengan jelas di wajah seseorang ketika ia sedang tersenyum, berbicara atau tertawa. Beberapa orang memiliki lesung pipi yang dalam dan sangat terlihat, sedangkan yang lainnya hanya terlihat samar-samar.


Fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung pipit yang dominan. Jika salah satu orangtua atau kakek neneknya memiliki lesung pipit, maka ada kemungkinan lesung pipit ini akan diturunkan ke generasi berikutnya. Anak-anak yang terlahir dari salah satu orangtua dengan lesung pipit akan memiliki kesempatan sebesar 25-50 persen.

Seperti dikutip dari NCTimes, Rabu (29/12/2010) Dr Joel Pessa, seorang ahli bedah plastik di University of Texas Health Science Center dalam makalah yang diterbitkan jurnal Clinical Anatomy tahun 1998, menuturkan lesung pipit disebabkan oleh kecacatan dari otot zygomaticus utama.

Lesung pipit yang muncul pada wajah seseorang diakibatkan oleh otot zygomaticus utama yang lebih pendek daripada ukuran sebenarnya atau otot ini terbelah menjadi dua, kondisi ini menyebabkan adanya lekukan pada pipi.

Ketika seseorang tersenyum atau berbicara, maka ada daya tarik dari kulit yang membuat lesung pipit muncul akibat efek penarikan kulit tersebut. Hal ini diketahui setelah peneliti membedah anatomi wajah 50 mayat yang memiliki lesung pipit. Lesung pipit umumnya tidak terlihat ketika seseorang sedang diam, karena otot pipi tersebut tidak mengalami penarikan atau dalam posisi diam.

Beberapa orang ada yang hanya memiliki lesung pipit ketika masih anak-anak atau muda. Hal ini karena seiring waktu otot wajah ini secara perlahan akan meregang yang membuat lesung pipit memudar atau hilang.

Banyak yang mengatakan bahwa lesung pipi adalah cacat yang indah. Siapa yang nggak suka melihat seseorang yang berlesung pipi? Kesannya wajah sang empunya itu jadi lebih unyu gimanaa gitu.

Saya juga punya kok, rrrrrr disebelah kanan, hanya saja samar-samar. Makanya kata samar-samar di berita di atas saya perbesar hurufnya. Untung? Nggak juga, wong lesung pipinya nggak keliatan kok, meskipun saya sudah pasang senyum selebar gua. Kalau dipaksa, baru deh keliatan.

Produk Mama dan Bapa yang berhasil terlihat lesung pipinya itu justru jatuh pada adik saya, Andri. Walaupun cuma satu disebelah kiri, tapi lumayan dalam dan keliatan setiap dia senyum atau ketawa. Nggak kok saya nggak iri. Nggak iri kok.

Tapi bohonngggg. Kadang-kadang iri juga sih, seandainya lesung pipi saya ini bisa sedalam punya Andri. Begini juga Alhamdulillah, masih untung punya pipi.

Setelah googling lagi sampai ke pelosok google, saya menemukan ini


Ternyata ada juga ya operasi semacam ini. Mungkin karena masyarakat Indonesia banyak beranggapan bahwa seseorang yang berlesung pipi itu mempunyai daya tarik tersendiri.

Orang-orang dahulu bahkan mempercayai jika pipi bayi ditusuk dengan ujung cabe, maka akan terbentuk lesung pipi. Seriusan ya, bukannya itu malah membuat si bayi menangis karena kepedasan? Namanya juga mitos.

Hm, terlepas dari segala usaha yang dilakukan agar bisa mempunyai lesung pipi, alangkah baiknya jika kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa karena telah menciptakan wajah kita dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dan yang punya nasib sama dengan saya, yang lesung pipinya samar-samar atau malah nggak keliatan sama sekali, mana suaranyaaaa? Mari bersyukur J

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...