October 29, 2012

Fantastic Biology

Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah disibukkan dengan acara Bulan Bahasa 2012 Smaven, akhirnya saya harus kembali menghadapi kenyataan bahwa saya belum ulangan lisan biologi. Mau sekali lagi? Ulangan LISAN biologi.



Saya harus menghapal materi tentang rangka, dan saat dipanggil, duduk berhadapan dengan Bapa, maka saya harus mulai curhat mengenai rangka, dari A-Z. Pokoke selengkap-lengkape. Sekarepmu lah. Yang penting harus terus ngomong, kalo berhenti sebentar saja, maka akan disuruh kembali ke tempat duduk.

Sempat kepikiran juga pengin curhat soal dia yang sudah memPHP saya. Tapi daripada nanti menanggung malu di sisa hidup saya di Smaven, memendam perasaan itu menjadi pilihan yang lebih baik.

Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Jika memang saya nanti kehabisan topik dan ternyata yang keluar dari mulut saya besok  adalah curahan hati selama beberapa bulan ini, maka maafkanlah anak muridmu ini Pak.

Doakan saya temaaaannnnnn. Semoga besok lancer. Sokses. Sokses. Lancar. Sokses. Lancar dan sokses!
Wassalam.

October 20, 2012

Sunday Night


Assalamualaikum Wr. Wb.

Malam tadi malam Minggu, setelah berminggu-minggu saya merasa hampa inspirasi, akhirnya angin berembus dan membawa topik ini ke otak saya.

Sebenarnya, apa yang salah dengan malam Minggu? Maaf ya yang jombloers, ini nggak bermaksud nyindir atau gimana, tapi coba pikirkan, apa yang salah dengan malam ini?

Biasanya ya, setiap hari Sabtu, siang atau sore menjelang malam Minggu, jomblo akut update status seputar malam Minggu. Kalo nggak begini :



Atau nggak begini :

Saya memang jomblo sih, emmm sorry, single. Tapi ya nggak sebegitu menderitanya setiap malam Minggu tiba. Yang jadi masalah saya saat malam Minggu adalah kenyataan bahwa hari Senin sudah dekat dan itu berarti saya harus memompa semangat untuk masuk sekolah setelah keenakan libur.

Yang salah sama malam Minggu menurut jombloers itu adalah rasa iri mereka. Iri sama yang wall-wall-an pakai sayang-sayangan. Iri sama yang retweetan dengan embel-embel cinta. Iri sama yang update status lagi jalan sama pacarnya. Iri sama yang upload foto malam Mingguannya.

Please ya, please. Ini zaman dimana malam Mingguan itu nggak cuma bisa sama pacar doang. Sama gebetan juga bisa kali. Eh, maksudnya, banyak solusi lain yang bisa Anda tempuh, contohnya ya, jalan-jalan sama teman, atau sama keluarga sekalian. Selain menjaga keakraban teman/keluarga, kalian juga bisa sekalian menghemat.

Sama pacar kan belum tentu hemat. Mesti bayaran dia makan, nonton dan lain-lain, termasuk kalau dia pengin pipis. Kecuali kalau Anda penganut aliran pacaran BSS. Bayar sendiri-sendiri. Lah coba sama teman, minimal kan cuma ngeluarin uang untuk keperluan sendiri. Nah, kalau sama keluarga, lebih membahagiakan lagi, bisa ditanggung semua biaya, terjaminlah kelangsungan hidup  J

Saya melalui malam Minggu kalau nggak jalan sama keluarga atau teman, maka akan menyibukkan diri dengan laptop. Entah itu posting blog, twitter, atau chatting-an dengan ex X-5 di Facebook. Atau mantengin tv, begadang sampai subuh. Aaah yang terakhir itu sudah jarang saya lakukan, karena Minggu pagi saya harus bangun sepagi mungkin untuk les Fisika. Hahaha, ini baru ngenes.

 Lagian ya, ngapain juga ngiri sama yang wall-wall-an atau retweet-retweet-an itu. Anggap saja mereka-mereka itu sedikit lebih beruntung dari kalian-kalian yang jomblo. Saya nggak termasuk lo ya, saya kan single. Single kan prinsip, jadi saya nggak ngiri sama yang begituan.

Trus, ngapain juga berdoa sampai bibir dower minta diturunin hujan, hanya karena ngiri itu tadi. Kalian kan nggak selamanya jadi jomblo, nah waktu kalian taken, gimana juga tuh rasanya kalau ada yang apdet status sejenis itu?

Selain itu membuang-buang tenaga, buang pulsa, dan lain sebagainya, lebih baik Anda-Anda sekalian melakukan sesuatu yang lebih positif. Seperti belajar misalnya. Belajar di malam Minggu, kenapa nggak? Malam Minggu itu sama saja seperti malam-malam lain. Karena dengan belajar, selain menghindarkan diri dari dosa karena ngiri akut, juga menambah pengetahuan.

Malam tadi, saya makan di luar bersama Ayu, Dini dan Fitri, setelah sekian lama tak melakukannya. Biasanya ada saja waktu, entah itu malam atau sore, berkumpul di rumah entah siapa. Sekarang, semakin jarang saja untuk berkumpul seperti itu.

Dan si Ayu, sambil makan, membuka buku Biologi. Saya berani bertaruh, buku itu cuma dibuka doang, dibaca sih, tapi ya karena ada tiga makhluk heboh didepannya, mana mungkin ia bisa memasukkan kalimat-kalimat di buku ke otaknya.  Terbukti dari halamannya yang tetap disitu saja, nggak pindah-pindah.

Jadi intinya, lakukan kegiatan yang positif-positif. Tidur juga positif lo. Haha. Daripada update status di sosmed dan memulai keirian Anda?

Lagipula, yang taken-taken itu, yang kebetulan baca status Anda, pasti ketawa setan. Mereka senang bisa membuat kalian iri. Karena itu, mulai sekarang, tunjukkan bahwa kalian adalah jomblo yang bahagia, yang nggak pernah iri sama yang begitu-begituan. Karena suatu hari, akan tiba saatnya dimana Anda yang akan membuat iri.

Sekali lagi, saya nggak termasuk disitu. Saya kan single, dan saya bahagia.

Wassalam.

October 15, 2012

The Three Little Pigs


Assalamualaikum Wr. Wb.
AAAAAAAAA!!! Alhamdulillah setelah seminggu penuh distreskan dengan berbagai macam UTS, akhirnya, hari ini, saya resmi dinyatakan lepas dari predikat jombloooooo!!

Tidak, itu khayalan. Saya resmi dinyatakan lepas dari segala macam UTS, dan segala yang menyangkut UTS ; belajar, nonton tv sambil pegang buku, main hape sambil pegang buku, mau tidur pegang buku, bangun tidur pegang buku, belum lagi begadangnya. Hahaw, perjuangan sekali.

Tapi, masih dibebani dengan drama bahasa Inggris. Yaaa percakapan saya nggak banyak sih, palingan cuma tiga kali ngomong, tapi ya itu, saya sudah duluan diserang prasangka yang nggak-nggak, belum lagi menyiapkan propertinya.

Syukurnya, saya sudah hapal dialognya. Kelompok saya terdiri dari perempuan semua. Karena itu, rada susah sewaktu menentukan mau ambil cerita apa, yang jelas menghindari peran laki-laki. Setelah disarankan Ma’am Radi, akhirnya kami mengambil cerita The Three Little Pigs. You wanna see?


Once upon a time there was and old pig with three little pigs, and one day she said to them: “My children, it is time for you to go out in the world and seek your fortunes”.
So, bidding their mother good-bye, the three little pigs set out to earn their living.

The first little pig, whose name was Whitey, met a man with a bundle of straw and said to him: “Please, mister, will you give me that straw to build a house with?”
The man gave Whitey the straw, and he built himself a house with it.

Presently a wolf came along and knocked at the door of Whitey’s house. 
“Little pig, little pig,” he said. “Let me come in.”
But of course Whitey didn’t want the wolf to come in, so he said: 
“No, no, by the hair on my chinny-chin-chin!”
This made the wolf angry, and he said:
Then I’ll puff and I’ll huff, and I’ll blow your house in”.
So he puffed and he huffed and he blew the house in. And he carried poor little Whitey away to his home in the forest.

The second little pig, whose name was Blackey, met a man carrying some wood, and he said to him: “Please, mister, will you give me that wood to build a house with?”
The man gave Blackey the wood and he built himself a house with it.
But along came the wolf and knocked at the door of Blackey’s house.
“Little pig, little pig,” he said. “Let me come in.”
“No, no,” replied Blackey in great fright. “Not by the hair on my chinny-chin-chin!”
“Then I’ll puff and I’ll huff and I’ll blow your house in.”
So the wolf puffed and he huffed and at last he blew the house in. And away he went with Blackey to his home in the forest.

Now the third little pig, whose name was Brownie, met a man with a load of bricks and he said to him: “Please, mister, will you give me those bricks to build a house with?”
The man gave him the bricks, and Brownie built himself a very snug little house with them.
He had just finished his house when the wolf came along.
“Little pig, little pig,” he said. “Let me come in!”
“No, no, by the hair on my chinny-chin-chin!”
“Then I’ll puff and I’ll huff and I’ll blow your house in.”
But though the wolf puffed and he huffed, and he huffed and he puffed, he could not blow down Brownie’s house made of bricks.
So he said: “Little pig, I know where there is a nice field of turnips.”
“Where?” asked Brownie.
“Over in Mr. Smith’s field. If you will be ready tomorrow morning, I will call for you and we will go together and get some for dinner.”
“Very well,” answered Brownie. “I will be ready. What time do you want to go?”
“Around six o’clock,” answered the wolf.


Well, do you know, that smart little pig got up at five o’clock and went out and got the turnips and was back home before the wolf came at six o’clock.
When the wolf found that Brownie had been to Mr. Smith’s field before him, he was very angry, and wondered how he could catch him. So he said: “Little pig, I know where there is a nice apple orchard.”
“Where?” asked Brownie.
“Down at Merry Garden,” replied the wolf. “I will go with you tomorrow morning at five o’clock and we will get some apples.”

But Brownie hustled and bustled around, and went the next morning at four o’clock to the apple orchard.
This time he had farther to go and had to climb the tree, so that just as he was getting down with the apples in a basket, he saw the wolf coming. Of course he was frightened.
When the wolf came up to the tree, he said to Brownie: “Ah, I see you are here before me. Are they very nice apples?”
“Yes, indeed,” replied Brownie. “Here, I will throw one down to you.” And he threw the apple so far that while the wolf was running to pick it up, the little pig jumped down from the tree and ran home.


Now the wolf was very, very angry, and he thought and thought and finally thought of a plan to catch the little pig.
Coming to his house the next morning, he said, “Little pig, there is a fair in town this afternoon. Will you go?”
“Oh, yes,” replied Brownie. “I will be very glad to go. What time will you want me to be ready?”
“At three o’clock,” said the wolf.
But Brownie went off to the fair at one o’clock and bought a great big copper kettle. Alas! On the way home with the kettle, he saw the wolf coming up the hill.
Poor little Brownie. He didn’t know what to do. And then suddenly he jumped into the copper kettle and gave himself a push. And the kettle went rolling over and over, with the little pig in it.
When the wolf saw the kettle coming rolling toward him, he was so frightened that he turned and ran back home without going to the fair.


The next day he stopped at the little pig’s house and told him how frightened he had been by a great, shining thing that had rolled down the hill toward him.
Then Brownie laughed and laughed, and said to the wolf: “Ha! I frightened you, Mister Wolf. I had been to the fair and bought a copper kettle, and when I saw you coming I got into it and rolled down the hill.”
This made the wolf so very angry that he jumped up on to the roof of the little pig’s house and started to climb down the chimney.
When Brownie saw this he made a blazing fire in the fireplace and hung the copper kettle over it full of scalding water. And just as the wolf came down the chimney, the little pig pulled off the cover of the kettle and plop! Into the scalding water fell the wolf.

So Brownie boiled the wolf, and then went out and rescued his two brothers, Whitey and Blackey, from the forest where the wolf had been keeping them.
And they all lived happily together in the little brick house forever afterwards.



Rada beda memang, soalnya kami menghilangkan bagian yang om-om memberi babi-babi itu bahan yang mereka butuhkan, dan mengenai cerita terakhirnya, juga sedikit berbeda. Aaaah ya, intinya si serigala itu masuk ke kuali , dan tiga bersaudara babi itu hidup bahagia selamanya.

Drama ini akan dipentaskan di depan kelas besok. Dan bahasa Inggris adalah pelajaran PERTAMA. Huuhu, tak menyangka sesudah UTS, masih ada yang menekan saya.

Saya mohon doanya, semoga besok dramanya lancar dan sesuai harapan. Dan properti selesai tepat waktu, ini baru setengah soalnya -_-

Thank you, hope your day always shining like the sun. Wassalam J




October 5, 2012

Joyeux Anniversaire!

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebenarnya dari akhir September, saya sudah ingat bahwa sebentar lagi Ka Arif akan berulang tahun yang ke 23. (Insya Allah, itu seingat saya saja -_-). Tapi karena disibukkan dengan berbagai macam pikiran, akhirnya saya lupa.

Sampai tadi, Ka Arif datang ke rumah sehabis mengambil jasnya yang selesai di laundry usai dipakai wisuda. “Nggak ada yang ngucapin ke aku yaaaa?”. Benar-benar kode.

Kami semua diam. Dalam pikiran saya, yang berkecamuk adalah ngucapin apaan ya? Setelah sekian detik, akhirnya saya mengerti. Hestegeeeh, minta ucapin selamat ulang tahun ternyata. -__-

Karena nggak ada traktirannya *eh* maka saya mengucapkannya di sini ya Ka. Siapa tahu ada yang baca postingan ini dan ikut mendoakan yang terbaik untukmu.





Nah, kalau begitu, XO-Suki bisa kaliiiii Ka. Pizza Hut juga nggak papa :')
Wassalam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...