September 28, 2012

Je Me Souviens



Moments- 1D

Shut the door
Turn the light off
I wanna be with you
I wanna feel your love
I wanna lay beside you
I cannot hide this
Even though I try

Heart beats harder
Time escapes me
Trembling hands
Touch skin
It makes this harder
And the tears stream down my face

If we could only have this life
For one more day
If we could only turn back time

You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today


Close the door
Throw the key
Don’t wanna be reminded
Don’t wanna be seen
Don’t wanna be without you
My judgment's clouded
Like tonight's sky

Hands are silent
Voice is numb
Try to scream out my lungs
It makes this harder
And the tears stream down my face

If we could only have this life
For one more day
If we could only turn back time

You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today

Flashing lights in my mind
Going back to the time
Playing games in the street
Kicking balls with my feet

There’s a numb in my toes
Standing close to the edge

There’s a pile of my clothes
At the end of your bed

As I feel myself fall
Make a joke of it all

You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today

You know I’ll be
Your life
Your voice
Your reason to be
My love
My heart
Is breathing for this
Moment
In time
I’ll find the words to say
Before you leave me today
 ---------------------------------------------------------------------------------


Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Pertama saya melihatnya, Sabtu, dan saat itu saya terlambat datang. Ingat kah hai kamu? Untuk yang satu ini tampaknya tidak. Hanya saya. Ya, hanya saya yang ‘melihatnya’. Ketika itulah, perasaan itu menyusup tak terampunkan.

Hari berikutnya, saya melihatnya dengan tampilan yang lebih manusiawi. Dibalut dengan tawanya yang selama beberapa hari tak pernah saya lihat. Saat itu, masih hanya saya yang ‘melihatnya’.

Lalu di hari berikutnya, ‘berkenalan’. Tidak dalam artian sebenarnya. Hanya berbasa-basi, dan kemudian saya yakin, sesudah itu dia melupakannya. Sementara saya? Haha.

Di hari-hari berikutnya,  sudahlah, Anda sudah bisa menduga mungkin. Hari-hari berlalu begitu menyenangkan. Meskipun saat itu masih hanya saya yang ‘melihatnya’. Dan jurnal itu mulai terisi lembar demi lembar…

Semakin lama, semakin ‘mengenalnya’. Hafal gerak-geriknya, caranya berbicara, stepnya tertawa, suaranya, kibasan aroma badannya. Saya benar-benar merasa mengenalnya. Sampai akhirnya saya memberanikan untuk ‘menampakkan diri’.

Teman-teman ikut berbahagia, sampai hari itu datang. Memudarkan semua warna, bahkan matahari pun rasanya berwarna pink. Oke, lebay. Tapi entahlah, rasanya saat itu semangat saya masih berkobar-kobar.

Sampai hari itu… hari itu…. Akhirnya, dia ‘melihat’ saya. Akhirnya… setelah sekian lama, tak hanya saya yang ‘melihatnya’, tapi dia juga. Hari-hari setelah itu adalah hari yang baik, matahari bersinar cerah, tetap. Semuanya berjalan baik.

Hingga kemudian, silaturahmi itu mulai menjauh. Haha, saya sudah berprasangka yang tidak-tidak. Tapi teman-teman tetap membantu saya berpikir positif, benar-benar banyak waktu yang saya habiskan bersama mereka. Mencoba tak mengingat masa-masa sebelum ini terjadi.

Masih ingatkah saat kamu ‘melihat’ saya? Masih ingat saat bola voli saya menjauh dari tangkapan dan menggelinding? Masih ingat saat saling bertegur sapa? Masih ingat dengan pesan itu? Masih ingat dengan hari itu? Masih ingat dengan benda kenangan yang satu-satunya tertinggal itu? Masih ingat dengan hari saat matahari saya bersinar pink?

Saya masih ingat. Karena itu, maaf. Saya masih mengenangnya. Setelah ini, mungkin tidak akan lagi. Saya tidak pandai untuk berhadapan langsung dengan Anda, dan berbicara mengenai ini. Tidak. Saya tidak seberani itu. Saya lebih pandai untuk menulisnya, merangkainya dalam kata.

Kamu tau? Ini satu tahun yang berat. Predikat ‘Move On Ambassasor’ yang melekat pada saya pun akhirnya berubah menjadi ‘Move On Ambassador yang nggak bisa mupon-mupon’. Haha, bagus ya? :’)

Maafkan saya, hanya hari ini saya akan mengenangnya, setelahnya, gelar ‘Move On Ambassador’ itu akan saya raih kembali, tanpa embel-embel hina itu dibelakangnya.

Pagi tadi, sudah saya doakan kamu. Dan terima kasih sudah mendoakan saya balik. Semoga kita sukses. Di jalan masing-masing mungkin. Jika memang sudah ditentukan seperti ini, maka biarlah. Teman-teman juga masih mengingatkan hikmah dibalik kejadian ini. Sungguh perjalanan yang benar-benar panjang, untuk mendapatkan sebuah pelajaran yang benar-benar berarti.

Bersabar, karena semuanya akan indah pada waktunya. Akan datang pada kita, yang baik dan tepat, diwaktu yang tepat. Bersabarlah menunggu antrian. Bisa saja suatu saat nanti, ada yang keluar dari lemari itu, dan menjadi jodoh kalian. Siapa yang tahu. Kita hanya perlu satu; bersabar. –Bapa Mihrab.

Tenang saja, kamu buka PHP. Yaaa meskipun teman-teman (dan saya juga :p) terkadang menyebutmu begitu, tapi dari kamu-lah, saya mendapata banyak pelajaran. Terima kasih banyak sudah memberikan pelajaran ini, menempa saya untuk menjadi lebih baik. Terima kasih untuk setahun yang tak terduga….

Wassalam.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...