September 12, 2012

Bon Appétit


Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah masih berkesempatan posting :’)
Tadi siang, sepulang sekolah, saya dan Lenny berniat mentraktir mereka-mereka yang sudah mengerjai saya. Kenapa patungan sama Lenny? Karena Lenny ultah-nya juga sudah dekat, 25 September. Len, tunggu pembalasan saya.

KFC Kantor Pos menjadi pilihan. Sepulang sekolah, orang-orang terpilih tadi sudah berkumpul di gerbang belakang. Sayang sekali, Faldi dan Hesti tak bisa ikut. Tapi justru Salto yang tak masuk hitungan, yang ikut.

Beramai-ramai ke KFC, nyari tempat duduk. Entah kenapa jam-jam ini, KFC sedang penuh-penuhnya. Saya dan Lenny mengantri. Lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekali. Sampai pada akhirnya kami berdua melompat dari antrian ke dalam pantry, mengambil pesanan sendiri -_-

Oke, itu khayalan. Saya dan Lenny masih sabar menanti, berharap semoga mbak-mbak ini nggak php. Sampai pada akhirnya kami berhadapan dengan si mbak.

“Selamat siang. Makan sini atau bawa pulang?”

“Ih sok akrab banget nanya-nanya. Masalah buat lo?”. Oke, lagi-lagi ini khayalan.
“Makan disini Mbak”

Mbak-mbak tadi tersenyum, bersiap menerima pesanan. Dalam hati saya ketawa setan, belum tahu dia, nanti pasti bakalan senewen.

“Super besarnya 13, chili krunch-nya ada Mbak?”. Si Mbak mengecek ke belakang.
“Chili krunch-nya sedang digoreng, mau menunggu lima belas menit?”, ujar Mbak.

Sompret. Antri saja rasanya sudah kayak tiga hari tiga malam, ketek Lenny sampai ditumbuhi lolipop. Bisa mati kelaparan teman-teman kalau menunggu lagi.

“Ya udah Mbak, yang crispy aja”, belum selesai saya berbicara si Mbak langsung ngacir mengambilkan pesanan.

Setelah pepsi jumbo, nasi dan ayam nangkring di nampan, saya langsung melanjutkan, “Tambah cream soup satu, hazelnut float empat, leci float satu, grape float satu, mocca float satu”

Mbak tersenyum aneh. Senewen mungkin, hahaha.
“Maaf, leci floatnya nggak ada”
“Oh, hazelnutnya aja ditambah satu Mbak”. Lagi-lagi si Mbak tersenyum aneh. Habis sabar kali.

Setelah Salto, saya dan Hafidz bergantian mengangkat nampan, kami mulai makan. Entah kenapa, nasi dan ayam saya nggak tandas, begitu pula dengan Lenny. Semacam kesal karena mengantri terlalu lama mungkin, selera makan pun berkurang.

Usai makan, Tina berterima kasih dan pulang, katanya ada latihan basket. Sayang sekali, dia nggak ikut saat dokumentasi.














Ngomong-ngomong Hazelnut-nya saya kurang suka, aneh aja kopi dicampur jelly begitu. Dzaki saja sekali menyeruput langsung melepeh ke tisu. “Kok ada jelly-nya?”, katanya dengan alis berkerut.

Terima kasih ya teman-teman, jangan nagih-nagih minta makan lagi ke saya dan Lenny ya. Semoga tahun depan, di sweet seventeen saya, kita bisa seperti ini lagi, juga tahun-tahun berikutnya. Semoga masih diberi kesempatan oleh-Nya untuk berkumpul lagi :’)

Wassalam.

Not allowed to copy and paste photo without permission.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...