August 15, 2012

Parcel

Assalamualaikum.

Hari apa saya lupa, dapat kiriman parcel dari kantor Bapa. Selain parcelnya yang penting, yang mengantarnya juga penting looh.

Sebenarnya mobil itu sudah lewat didepan rumah, dan mama berkata "Nah itu parcel datang". Tapi ternyata si mobil terus melaju melewati rumah. Perkiraan mama meleseet.

Eh ternyata si mobil mundur dan berhenti di depan rumah. "Tuh kan bener!", Mama berkata, bangga.
Dari dalam mobil, turun seorang polisi muda, anak buah Bapa mungkin.

"Kelewatan rumahnya tadi Bu", ucapnya sambil tersenyum, mengangkat parcel ke teras rumah. Hftsdsasdgadtewhj, untuk ukuran seorang polisi, dia masuk kategori ganteng. Nggak kalah sama siapa itu? Saiful Bahri? Ah itulah.

Belakangan saya tahu, namanya Rosy. Sering sih dengar Bapa cerita tentang dia ini. Tapi saya pikir si Rosy yang disebut-sebut Bapa itu seorang perempuan. Nggak taunyaaaaa. Nama yang feminin, hiks.

Dari Bapa, kalau saya nggak salah ingat, si Om Rosy ini. Mmm sebentar, Om ketuaan. Kakak? Arghh. Si dia itu, masih single. Ceilah. Ya wong orangnya masih muda. Saya masih spiceles, saya benar-benar yakin yang namanya Rosy itu perempuan. Maaf ya Om, Kak, aah siapalah Anda.

Kemudian, sang pengantar parcel pulang. Tinggallah parcel kenangan itu. Hiiii bahasa saya ngeri -_-

Isinyaaaa lumayan lah buat dicemil.



Belakangan saya tahu lagi, si Om tadi sudah tunangan.

Astaga saya nggak sehina itu buat suka sama beliau -_- Hanya suka melihat saja. Oh sudahlah.

Ngomong-ngomong, terima kasih untuk Kapolda Kal-sel dan lain-lain atas parcelnya. Juga untuk yang bersedia mengantar parcel ini sampai ke rumah.

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...