August 31, 2012

All is same


Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah kemarin-kemarin sempat galau jurusan di SMA, akhirnya saya memantapkan hati di IPA. Sebenarnya ya SEBENARNYA, semua jurusan itu sama saja. Entah itu IPA, IPS atau bahkan Bahasa. Toh, sama-sama belajar.

Yang membedakan hanya materi ajarnya. Dan kesibukannya.
Setelah sekitar dua minggu jadi anak IPA, saya merasakan bahwa anak IPA itu bisa dipastikan dapat PR hampir setiap hari. Yang eksak-eksak pula. Semacam PR Fisika, Matematika, belum lagi hapalan Tabel Sistem Periodik Unsur. Nggak semua unsur juga yang dihapal, cuma 4 golongan.

Dan saya menyaksikan betapa santainya anak IPS. Buktinya saja si Tina, tiap malam kerjaannya main game di facebook. Haha. Nah saya? Boro-boro. Yang waktu kelas X bisa online di laptop dari jam pulang sekolah sampai tengah malam, sekarang jam pulang sekolah dipakai untuk mengerjakan tugas. Tapi Alhamdulillah, masih sempat online meskipun durasinya menurun drastis.

Di kelas XI ini, saya merasakan pelajaran mulai nggak nyantai. Bahkan Fisika pun tampaknya mulai membabi buta untuk menjatuhkan korban (bahasa anak IPA). Singkatnya, saya nggak ngerti satu pun yang dijelaskan Ibu Guru tentang materi integral-integral diferensial dan kawan-kawannya itu.

Yaa, saya kan loadingnya lumayan ya. Lumayan lama. Jadi setiap penjelasan guru itu harus dicerna dengan baik dulu, diamati benar-benar, baru deh, makjleb di otak. Nah, guru Fisika ini, menjelaskan dengan kecepatan 120.500.876 km/jam. Belum selesai saya mencatat, eh si Ibu sudah langsung move on ke papan tulis sebelah. Menjelaskan materi baru. Nggak peduli anak-anaknya masih tertinggal di masa lalu.

Dan imbasnya, 4 soal yang dijadikan PR ini pun tak bisa saya selesaikan. Wong melengkapi catatan saja baru tadi kok, pinjam sama Ayu dan Atina. Setelah dilihat-dibaca-diraba-diterawang, saya lumayan ngerti, tapi tetap, nggak bisa mengaplikasikan ke soal.

Rasanya tiap keluar dari kelas Fisika itu, langsung menyugesti diri sendiri “Ibu menjelaskan tadi pasti pakai bahasa Sansekerta, makanya saya nggak paham satupun. Oke sip!”
Dan jika ketemu teman-teman senasib seperjuangan, langsung curhat, “Arrrrgh, buruan cari guru les Fisika!!!!”

Kalau kelas X dulu, setiap Ibu Ratna menjelaskan materi, sesudahnya ditanya sama teman-teman, “Paham Pur?”
Jawaban saya, “Nggak”. Tapi di dalam otak sih fifty-fifty. Rada paham, rada nggak. Dan setiap ulangan, Alhamdulillah saya menguasai materi yang diajarkan. Walaupun kadang-kadang masih suka remed. Remed kan proses menuju kesuksesan.

Nah sekarang, kalau ditanya “Paham Pur?”. Jawabannya masih tetap sama, “Nggak”, tapi kali ini benar-benar nggak ngerti secuil-cuil pun.

Bahkan, dulu waktu kelas X, pelajaran yang paling saya malesin itu adalah Kimia, sekarang kayaknya dapat karma. Kimia lumayan daripada Fisika. Hzzzzz.

Di minggu pertama ini, anak IPA bahkan sudah dapat ulangan Biologi. Bapaknya bahkan baru saja menjelaskan sekitar 2 jam pelajaran, dan dua hari kemudian saya sudah dihadapkan pada ulangan. Kenyataan memang pahit.

Sempat diledekin juga sama Tina, “Masih jaman ya ulangan?”. Ini kamprweeet sekali.

Postingan kali ini, nggak bermaksud menakut-nakuti adik-adik yang kemungkinan baca. Pilihan tergantung pada kalian. Jangan menjadikan postingan sesat ini sebagai acuan. Saya hanya memberikan gambaran seperti apa anak IPA dan seperti apa anak IPS. Nggak lucu kan kalau 2 tahun di SMA dihabiskan dengan judul “Salah Pilih Jurusan”.

Sekali lagi ya, IPA IPS atau apapun itu jurusannya, minumnya te botol sosro. Semuanya sama. Nanti juga bakalan sama-sama lulus, dan sama-sama kuliah. Sama-sama dapat kerja. Yang penting, sama-sama membanggakan orang tua.

Nggak selamanya anak IPA itu pintar dan nggak selamanya anak IPS itu bodoh. Semua, punya kelebihan masing-masing. Tuhan kan Maha Adil. Biasanya, anak IPA itu lebih menonjol di bidang eksak, karena hampir setiap hari dipertemukan dengan itu. Dan anak IPS lebih menonjol dibidang non eksak, seperti kreativitas dan kesenian. Makanya nggak jarang anak IPS itu ribut. Mereka menampilkan kreativitas yang mereka punya, nggak ada salahnya kan?

Dan postingan ini, bukan menunjukkan saya adalah korban “Salah Pilih Jurusan”. Saya sudah mantap di IPA dan saya yakin, dua tahun ke depan saya lulus dengan predikat anak IPA. Amin.

Ngomong-ngomong, besok sudah tanggal 1 ya? Hmm.

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...