August 31, 2012

All is same


Assalamualaikum Wr. Wb.
Setelah kemarin-kemarin sempat galau jurusan di SMA, akhirnya saya memantapkan hati di IPA. Sebenarnya ya SEBENARNYA, semua jurusan itu sama saja. Entah itu IPA, IPS atau bahkan Bahasa. Toh, sama-sama belajar.

Yang membedakan hanya materi ajarnya. Dan kesibukannya.
Setelah sekitar dua minggu jadi anak IPA, saya merasakan bahwa anak IPA itu bisa dipastikan dapat PR hampir setiap hari. Yang eksak-eksak pula. Semacam PR Fisika, Matematika, belum lagi hapalan Tabel Sistem Periodik Unsur. Nggak semua unsur juga yang dihapal, cuma 4 golongan.

Dan saya menyaksikan betapa santainya anak IPS. Buktinya saja si Tina, tiap malam kerjaannya main game di facebook. Haha. Nah saya? Boro-boro. Yang waktu kelas X bisa online di laptop dari jam pulang sekolah sampai tengah malam, sekarang jam pulang sekolah dipakai untuk mengerjakan tugas. Tapi Alhamdulillah, masih sempat online meskipun durasinya menurun drastis.

Di kelas XI ini, saya merasakan pelajaran mulai nggak nyantai. Bahkan Fisika pun tampaknya mulai membabi buta untuk menjatuhkan korban (bahasa anak IPA). Singkatnya, saya nggak ngerti satu pun yang dijelaskan Ibu Guru tentang materi integral-integral diferensial dan kawan-kawannya itu.

Yaa, saya kan loadingnya lumayan ya. Lumayan lama. Jadi setiap penjelasan guru itu harus dicerna dengan baik dulu, diamati benar-benar, baru deh, makjleb di otak. Nah, guru Fisika ini, menjelaskan dengan kecepatan 120.500.876 km/jam. Belum selesai saya mencatat, eh si Ibu sudah langsung move on ke papan tulis sebelah. Menjelaskan materi baru. Nggak peduli anak-anaknya masih tertinggal di masa lalu.

Dan imbasnya, 4 soal yang dijadikan PR ini pun tak bisa saya selesaikan. Wong melengkapi catatan saja baru tadi kok, pinjam sama Ayu dan Atina. Setelah dilihat-dibaca-diraba-diterawang, saya lumayan ngerti, tapi tetap, nggak bisa mengaplikasikan ke soal.

Rasanya tiap keluar dari kelas Fisika itu, langsung menyugesti diri sendiri “Ibu menjelaskan tadi pasti pakai bahasa Sansekerta, makanya saya nggak paham satupun. Oke sip!”
Dan jika ketemu teman-teman senasib seperjuangan, langsung curhat, “Arrrrgh, buruan cari guru les Fisika!!!!”

Kalau kelas X dulu, setiap Ibu Ratna menjelaskan materi, sesudahnya ditanya sama teman-teman, “Paham Pur?”
Jawaban saya, “Nggak”. Tapi di dalam otak sih fifty-fifty. Rada paham, rada nggak. Dan setiap ulangan, Alhamdulillah saya menguasai materi yang diajarkan. Walaupun kadang-kadang masih suka remed. Remed kan proses menuju kesuksesan.

Nah sekarang, kalau ditanya “Paham Pur?”. Jawabannya masih tetap sama, “Nggak”, tapi kali ini benar-benar nggak ngerti secuil-cuil pun.

Bahkan, dulu waktu kelas X, pelajaran yang paling saya malesin itu adalah Kimia, sekarang kayaknya dapat karma. Kimia lumayan daripada Fisika. Hzzzzz.

Di minggu pertama ini, anak IPA bahkan sudah dapat ulangan Biologi. Bapaknya bahkan baru saja menjelaskan sekitar 2 jam pelajaran, dan dua hari kemudian saya sudah dihadapkan pada ulangan. Kenyataan memang pahit.

Sempat diledekin juga sama Tina, “Masih jaman ya ulangan?”. Ini kamprweeet sekali.

Postingan kali ini, nggak bermaksud menakut-nakuti adik-adik yang kemungkinan baca. Pilihan tergantung pada kalian. Jangan menjadikan postingan sesat ini sebagai acuan. Saya hanya memberikan gambaran seperti apa anak IPA dan seperti apa anak IPS. Nggak lucu kan kalau 2 tahun di SMA dihabiskan dengan judul “Salah Pilih Jurusan”.

Sekali lagi ya, IPA IPS atau apapun itu jurusannya, minumnya te botol sosro. Semuanya sama. Nanti juga bakalan sama-sama lulus, dan sama-sama kuliah. Sama-sama dapat kerja. Yang penting, sama-sama membanggakan orang tua.

Nggak selamanya anak IPA itu pintar dan nggak selamanya anak IPS itu bodoh. Semua, punya kelebihan masing-masing. Tuhan kan Maha Adil. Biasanya, anak IPA itu lebih menonjol di bidang eksak, karena hampir setiap hari dipertemukan dengan itu. Dan anak IPS lebih menonjol dibidang non eksak, seperti kreativitas dan kesenian. Makanya nggak jarang anak IPS itu ribut. Mereka menampilkan kreativitas yang mereka punya, nggak ada salahnya kan?

Dan postingan ini, bukan menunjukkan saya adalah korban “Salah Pilih Jurusan”. Saya sudah mantap di IPA dan saya yakin, dua tahun ke depan saya lulus dengan predikat anak IPA. Amin.

Ngomong-ngomong, besok sudah tanggal 1 ya? Hmm.

Wassalam.

August 30, 2012

Ayam yang mengkhawatirkan


Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhirnya, setelah sekian lama sindrom “kemalasan dan nggak ada waktu” yang melanda, saya kembali dan mulai mengetik lagi. Cerita kali ini sebenarnya sudah lama dinanti-nantikan si Tina. Tapi yaa karena itu tadi. Belum lagi masalah modem unyu ini, sok manja bangeeet.

Jadi, hari Selasa kemarin, sepuluh orang alumnus X-5 (hahaha) pergi ke salah satu tempat makan yang lumayan terkenal apalagi di kalangan pelajar. Pastinya karena harganya yang bisa dijangkau kantong macam kami ini. Mumpung gratis, kan sayang kalau disia-siakan, rezeki nggak boleh ditolak, jadi saya sukarela serela-relanya untuk ikut.

Sampai disana, semuanya berjalan baik-baik saja. Sampai pesanan kami datang, tapi baru tujuh piring yang tersedia, sementara tiga sisanya masih melanglang buana di langit angkasa.

Mulai gelisah. Nasi sudah dingin, minum pun hampir tandas karena di hirup terus. Maklum solidaritas, kalau satu belum datang, maka yang lain haram untuk makan duluan. Dan tiga nasi gaib itu belum datang-datang juga. Akhirnya setelah dorong-dorongan siapa yang mau protes, Dzaki berdiri dan berjalan ke arah tempat pemesanan.

Tak lama, tiga nasi yang dirindukan itu datang, lengkap dengan ayam, kentang, dan minumannya. Maka, acara makan pun mulai. Dan setelah disobek kulit yang menutupi si ayam, tercenganglah semua penduduk kota ini.

Ehem, seriusan. Tercenganglah semuanya. Daging ayamnya berwarna kepink-pink-an. Haiiiks. Yang pertama sadar itu si Nanda, yang ujung-ujungnya cuma makan lapisan tepungnya doang.

Apalagi ini adalah pengalaman pertama saya makan disini. Untung dibayarin, kalau nggak, saya akan sangat-sangat menyesal sudah pernah makan disana. Sedikit curiga. Ralat, banyak curiga, jangan-jangan itu ayam tiren. Atau ada formalin? Trus bisa juga habis dikasih pewarna. Atau flu burung? AAAAAAA!!!!

“Dzak, ayamnya kenapa gitu ya?”, saya bertanya.
“Nggak apa-apa, emang dari sananya”, sahut Dzaki, kelihatan yakin.
“Kalau flu burung, gimana?”, saya melanjutkan.
“KAMPREEET!”, seru Dzaki. Tapi tetap saja menggigiti ayamnya dengan nikmat -_- Bahkan ayam saya juga ikut diembat.

“Liat reaksi ke depannya aja deh, kalau beberapa hari ke depan Dzaki menunjukkan tanda-tanda mau meninggal, atau minimal keracunan, yaaa berarti memang ayam itu ada apa-apanya”, ujar Tina. Ini menyeramkan sekali.

Alhamdulillah, sampai hari ini, saya nggak merasakan apapun. Tapi bagaimana kalau efeknya baru berasa bertahun-tahun kemudian? Nggak menutup kemungkinan nanti akan ketemu di rumah sakit bareng-bareng, dengan keluhan yang sama, hanya karena kesalahan makan ayam di masa lalu. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!

Di atas selembar tisu yang kami tinggalkan di meja, kami menyampaikan keluhan. Ya wong tulisan nomor handphone di spanduknya itu ditutupin kok, jadi mendingan di tisu kan. Nggak tega juga kalau ngomong langsung, apalagi saat itu lagi rame-ramenya, jam orang makan siang.

Mmmmm, nggak salah juga sih buat ngasih kritikan, toh kita bayar, sudah selayaknya kita mendapat pelayanan yang memuaskan. Misalnya, digratisin ayam satu-satu buat di bawa pulang ke rumah.

Tapi di balik semua itu, saya tetap bersyukur karena masih sempat makan gratisan. Dan masih sehat-sehat saja sampai sekarang. Sampai seterusnya juga. Amin.



Wassalam.




August 29, 2012

Back Home






Bismillah, Assalamualaikum Wr. Wb.

Lama sekali tidak posting. Dikarenakan saya lumayan sibuk akhir-akhir ini. Apalagi ini minggu pertama masuk sekolah, saya mungkin mengidap jetlag liburan. RIP liburan, I'll really really miss youuuuu!!

Idul Fitri kemarin, saya mudik ke kampung halaman Mama. Selalu begitu setiap tahun, bahkan saya nggak pernah berhari raya Idul Fitri di Banjarmasin, how sweet. Berangkat hari Jum'at dengan keadaan mobil yang huuuuuenak, yang jelas saya nggak merasakan itu yang namanya berdesak-desakan. Maklum ya, keluarga besar cuma pakai satu mobil buat mudik. Kapan-kapan saya mau beli truk aja deh.

Hari-hari dilalui dengan garing krenyes-krenyes. Kegiatan begitu-begitu saja, makan, tidur, sholat, mandi, bantu-bantu di dapur, cuci perlengkapan makan, cuci baju, santai, tidur, makan, begitu seterusnya.
Ada yang janggal disitu karena nggak ada kata "jalan-jalan" yang nyelip.

Nggak bisa jalan-jalan, karena transportasinya nggak ada. Ada sih, tapi karena sesuatu dan duatu tigatu hal, itu tidak bisa dipakai. Akhirnya, mendekam di dalam rumah sampai hari Rabu minggu berikutnya, saya yang malang.

Rabu. Baru bisa jalan-jalan karena transportasi terjaminminmin.

Hang out bareng sepupu-sepupu ke Plaza Amuntai, lanjut ke depan Taman Putri Junjung Buih dan nyari paman pentol. Nggak dimana-mana, selalu kangen pentol. Nggak di Banjarmasin, di Kotabaru, di sini juga. Masih lapar, nyari tempe bakar di pinggir jalan, belum sampai ke rumah, itu tempe sudah tamat riwayat.





Besoknya, subuh-subuh berangkat ke pasar rotan. Rasanya hampir setiap tahun pasti kesini. Nggak ada yang berubah, masih sama seperti Pasar rotan yang dulu. Siangnya, berangkat dengan keluarga besar ke Banjang, salah satu nama daerah di Amuntai. Hanya untuk mendatangi tempat produksi tas eceng gondok.


kursi eceng gondok

meja dan tempat sampah dari eceng gondok


Takjub sekali. Saya nggak nyangka ternyata yang punya bisnis beginian orang Amuntai. Auuuwh, patut berbangga ini. Respek sekali dengan hal yang begitu-begitu, mampu memanfaatkan eceng gondok yang biasanya menuh-menuhin sungai. Memanfaatkan apa yang sudah disediakan alam. Apalagi eceng gondok ini dianggap sebagai 'gulma'.

Tau eceng gondok nggak sih? Itu lo, yang biasanya berhamburan di sungai.

pict from google

Awalnya, tante-tante dan Mama berniat membeli tas-tas itu, tapi sudah habis karena sang pemilik baru saja pameran ke luar. Kurang jelas ke luar mana, yang pasti ke luar rumah. Akhirnya, pulang dan melanjutkan perjalanan ke Paringin. Ini dadakan sekali, nggak ada rencana mau ke Paringin sebelumnya.

Malamnya, jalan-jalan lagi. Seperti biasoooh, nyari pentol.


Adit sudah berumur kira-kira satu tahun, dan akhir-akhir ini suka sekali melihat kembang api. Rasanya ada anak kecil dengan umur yang masih unyu-unyu di rumah itu seru sekali. Adit, paling senang ngangkat boneka kelinci mabuk yang suaranya aw aaaaw, towet towet toweeet itu. Tiap berhasil ngangkat si boneka, langsung ketawa memperlihatkan gigi-giginya yang sudah mulai tumbuh. Haaaaaw imutnya.

Sudah lancar merangkak, bahkan terlalu lancar. Kalau merangkak, bisa ngos-ngosan yang menjaga. Sedang on the way belajar berjalan. Sudah bisa berdiri sendiri, hanya melangkahkan kaki yang masih kurang seimbang.

Selama kami disana, Adit banyak mengalami kemajuan. Yang tadinya sakit karena nggak mau makan, belakangan baru diketahui mulutnya sariawan, sekarang sudah sehat sentosa. Ikut senang juga yang ngeliat, karena selama dia sakit, nggak ada tuh cengiran khasnya.

Bahkan, sudah bisa menggelengkan kepala kalau ditanya "Ayun kah?" atau "Minum susu kah?" saat dia nggak mau. Ahhhh senang sekali melihat sepupu unyu ini.

Tapi susah sekali memancing Adit untuk tertawa, hanya untuk orang yang benar-benar berpengalaman -_-
Bagian favorit saya adalah menanyainya "Bunyi kucing berantem gimanaaa?"
Dan dia, dengan wajah imut-imutnya akan menjawab "Aaaang", dengan menaikkan kedua alisnya. Kadar sayang saya langsung naik 100%. Hiks. Entah kenapa anak ini begitu lucu.

Pernah suatu malam, kami semua (yang muda-muda saja) akan pergi jalan-jalan, dikembalikanlah Adit ke Ayahnya. Sebelum mobil jalan, kami sibuk dadah-dadah ke anak imut itu. Pas pulang jalan-jalan, baru ketahuan si Adit ngamuk, nangis terus, dan Tante-Om-Mama-Nenek sibuk menenangkannya. Sampai akhirnya dia tertidur.
Maafkan kami Dit, sungguh kami tak tau engkau akan menangis begitu merana.

Kaka Isan, khusus membawa kembang api dari Kotabaru. Atau dari Banjarmasin, entahlah.



Sempat takjub juga melihat tulisan dibungkusnya. Kemudian saya bawa ke ka Arif, "Ka, ini cake buatmu". Kaka Arif tercengang, kemudian tertawa.

Waktu cake kembang api ini dinyalakan, Adit ikut serta. Kan tadi sudah saya bilang, dia suka sekali melihat kembang api.

Nggak terasa, seminggu di Amuntai, harus diakhiri hari Jum'at itu. Adit yang tadinya tidur, sudah bangun bahkan sudah mandi. Bergantian nyium Adit, wangi khas bayi, minyak telon. Saya dapat giliran pertama nyium si kecil ini :')

Kayaknya Adit masih belum ngerti kami akan pulang, apalagi baru bangun tidur, masih tahap pengumpulan jiwa raga. Aaaah akan kangen sekali dengan sepupu yang satu ini. Apalagi dia jarang ke Banjarmasin. Ayahnya sih sering, malam tadi aja nginap di rumah kok.

Apalagi kami, setahun sekali baru pulang kampung. Dan setiap pulkam, umur Adit akan bertambah setahun. Entah apakah di tahun depan dia masih ingat dengan kami semua. Sering-sering kesini ya Nyu, kita semua kangen dengan auman kucing berantemnya kamu, terutama ketawamu itu :'3

Sekarang, setiap nyium minyak telon, berasa nyium Adit, berasa Adit ada di samping....

Wassalam.




August 16, 2012

Happy Eid Everibadeh!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya berfeeling malam ini tidak akan memegang laptop dikarenakan keluarga-keluarga dari Kotabaru akan segera datang. Ini saja mereka sudah di Banjarbaru. Mengingat besok pagi juga akan pulang kampung a.k.a mudik, dan saya nggak akan serajin itu untuk bawa-bawa laptop dan segala perlengkapannya,  saya ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri-nya duluan ya :)


Semoga kita semua masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan :)

August 15, 2012

Parcel

Assalamualaikum.

Hari apa saya lupa, dapat kiriman parcel dari kantor Bapa. Selain parcelnya yang penting, yang mengantarnya juga penting looh.

Sebenarnya mobil itu sudah lewat didepan rumah, dan mama berkata "Nah itu parcel datang". Tapi ternyata si mobil terus melaju melewati rumah. Perkiraan mama meleseet.

Eh ternyata si mobil mundur dan berhenti di depan rumah. "Tuh kan bener!", Mama berkata, bangga.
Dari dalam mobil, turun seorang polisi muda, anak buah Bapa mungkin.

"Kelewatan rumahnya tadi Bu", ucapnya sambil tersenyum, mengangkat parcel ke teras rumah. Hftsdsasdgadtewhj, untuk ukuran seorang polisi, dia masuk kategori ganteng. Nggak kalah sama siapa itu? Saiful Bahri? Ah itulah.

Belakangan saya tahu, namanya Rosy. Sering sih dengar Bapa cerita tentang dia ini. Tapi saya pikir si Rosy yang disebut-sebut Bapa itu seorang perempuan. Nggak taunyaaaaa. Nama yang feminin, hiks.

Dari Bapa, kalau saya nggak salah ingat, si Om Rosy ini. Mmm sebentar, Om ketuaan. Kakak? Arghh. Si dia itu, masih single. Ceilah. Ya wong orangnya masih muda. Saya masih spiceles, saya benar-benar yakin yang namanya Rosy itu perempuan. Maaf ya Om, Kak, aah siapalah Anda.

Kemudian, sang pengantar parcel pulang. Tinggallah parcel kenangan itu. Hiiii bahasa saya ngeri -_-

Isinyaaaa lumayan lah buat dicemil.



Belakangan saya tahu lagi, si Om tadi sudah tunangan.

Astaga saya nggak sehina itu buat suka sama beliau -_- Hanya suka melihat saja. Oh sudahlah.

Ngomong-ngomong, terima kasih untuk Kapolda Kal-sel dan lain-lain atas parcelnya. Juga untuk yang bersedia mengantar parcel ini sampai ke rumah.

Wassalam.

Tina yang galau.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Sudah lama rasanya saya nggak posting. Hasrat posting sih menggebu, tapi bahannya yang nggak ada. Alhamdulillah di malam nan syahdu ini, teman saya Tina posting sesuatu di tumblr-nya. Bagai pencerahan di tanah tandus.

Postingannya ini sedikit terpaut juga dengan saya, karena sekitar tadi sore, kita baru mention-mentionan di twitter tentang jurusan kuliah. Halah, pikiran kita memang terlalu jauh yaks.

Intinya, saya dan Tina ini senasib lah, sama-sama galau. Bedanya si Tina sudah mantap dengan jurusan yang dipilihnya dan tinggal menunggu izin orang tua (maklum yey anak tunggal, kecuyunkan orang tua :p), sedangkan saya izin insya Allah tak ada masalah, yang masalah adalah jurusan dan universitasnya, saya masih galau tentang itu. Huwaaarkk.


Ini postingan Tina yang saya ambil *hehe* dari tumblr-nya. Enjoy :)


SEKOLAH BISNIS MANAJEMEN

Sebagai salah satu murid di SMAN 7 Banjarmasin yang alhamdulillah salah satu sekolah yang difavoritkan di kota seribu sungai tercinta ini , saya cukup bangga ya .
Emang belajar di sekolah ini gak sesimple di sekolah lain kalau menurut saya .
Buat bisa bolos dari pelajaran itu susaaah banget ya, paling maksimal bolos ke kantin itu pun kalo emang gak ada gurunya dan si murid yakin kecepatan lari nya di atas rata-rata karna asal tau aja kantin smaven itu jauh banget dari kelas -__-

Nah, pelajaran disini pun rata-rata materinya mematikan dan guru-guru nya itu lho kalo ngajar gak kira-kira sama murid yang masih mencerna yang baru dijelasin udah disambung ke materi lain yang alhasil sering bikin remedial berjamaah.

kelas 10 kemaren sangat membuat saya frustasi . entah kenapa pelajaran IPA itu gak ada secuilpun yang nyangkut di otak . kalau ada paling cuma beberapa menit . Nilai ulangan semua pelajaran IPA kayaknya di bawah angka 50 semua dan sering juga kertas ulangan putih bersih . asli saya bego sama materi IPA .

penjurusan, dengan mantap dan hati yang berbunga-bunga saya memilih IPS .
jurusan yang saya optimis akan membuat masa depan saya cerah .
jurusan yang gak akan membuat saya frustasi berkelanjutan .
dan kalau ditanya saya mau kerja apa , dengan lantang saya menjawab “saya bertekad nanti saya akan jadi pegawai sekaligus business woman yang handal”.

tapi satu yang sampai detik ini masih mengganjal mimpi saya .
ENTAR KULIAH DI MANA ?

dulu sebelum tertarik dengan ilmu ekonomi saya ingin kuliah di IKJ . mau jadi seniman aja gitu . sampe akhirnya mantan saya (hiks) nyaranin atau kurang lebih nyuruh buat kulian ekonomi aja . yah jurusannya IESP . nah saya lupa ini singkatannya apa tapi intinya ekonomi pembangunan gitu . berhubung putus jadi agak bimbang buat jadi kuliah di sana, entar saya gak jadi move on henyenyenyeee..
trus saya mulai tertarik sama jurusan Administrasi Negara , nah itu jurusan Abah waktu kuliah. ngarepnya sih ilmu nya abah nurun ke saya gitu .

makin hari makin banyak jurusan kuliah yang menarik hati saya dan terakhir ini penjelasan mengenai suatu fakultas keren di universitas yang demi apapun gak kalah kerennya sangat membuat saya jatuh cinta. Sekolah Bisnis Manajemen di Institut Teknologi Bandung ! saya langsung browsing mengenai keunggulan jurusan ini dan baru tau kalau sekolah bisnis ini adalah sekolah bisnis terbaik di Indonesia . dan kalau dipikir lagi , tempat menuntut ilmu terbaik pasti menuntut pelajar untuk jadi yang terbaik juga . saya InsyaAllah mampu . kendala utama hanya ijin orang tua untuk hijrah ke luar kota dan bagi seorang anak tunggal ijin itu mustahil . kalau di ijinkan kayanya saya bakalan jadi orang paling bahagia , tinggal di Bandung itu impian saya dari dulu . Di tambah orang-orang di sana terkenal cakep sama cantiknya , kali aja nemu jodoh di sana *uhuk*

yah sekarang saya cuma bisa usaha buat dapetin Jalur Undangan buat ke ITB . di kelas IPS 1 ini saya bertekad untuk belajar semaksimal mungkin! kata siapa anak IPS itu buangan hah ? nanti kalau Allah mengijinkan, saya akan bukti’in kalo saya juga bisa sukses :)


Go catch her in here :)

Wassalam.

August 8, 2012

Sounds good II

Assalamualaikum Wr. Wb.

lazy to look for, misguided in the majors.
Alah bahasa Inggris mu Pur -_-


Masih gigih browsing masalah jurusan Teknik Lingkungan, dan coba-coba login di sini ternyata banyak sekali informasi yang saya dapat disana. 

Dari informasi yang berhasil saya dapatkan, di ITB kita memilih fakultas, baru kemudian memilih jurusan. Ada beberapa Fakultas dan Jurusan yang bisa dipilih 



160

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), untuk peminat program studi :

* Matematika (MA)
* Fisika (FI)
* Astronomi (AS)
* Kimia (KI)

161

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), untuk peminat program studi :

* Biologi (BI)
* Mikrobiologi (BM)

162

Sekolah Farmasi (SF), untuk peminat program studi :

* Sains dan Teknologi Farmasi (FA)
* Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK)

163

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), untuk peminat program studi :

* Teknik Geologi (GL)
* Teknik Geodesi dan Geomatika (GD)
* Meteorologi (ME)
* Oseanografi (OS)

164

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), untuk peminat program studi :

* Teknik Pertambangan (TA)
* Teknik Perminyakan (TM)
* Teknik Geofisika (TG)
* Teknik Metalurgi (MG)

167

Fakultas Teknologi Industri (FTI), untuk peminat program studi :

* Teknik Kimia (TK)
* Teknik Fisika (TF)
* Teknik Industri (TI)

169

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), untuk peminat program studi :

* Teknik Mesin (MS)
* Aeronotika dan Astronotika (AE)
* Teknik Material (MT)

165

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), untuk peminat program studi :

* Teknik Elektro (EL)
* Teknik Tenaga Listrik (EP)
* Teknik Telekomunikasi (ET)
* Sistem dan Teknologi Informasi (II)
* Teknik Informatika (IF)

166

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), untuk peminat program studi :

* Teknik Sipil (SI)
* Teknik Lingkungan (TL)
* Teknik Kelautan (KL)

199

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), untuk peminat program studi :

* Arsitektur (AR)
* Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)

168

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), untuk peminat program studi : (tidak ditawarkan di SNMPTN )

* Seni Rupa (SR)
* Kria (KR)
* Desain Interior (DI)
* Desain Komunikasi Visual (DKV)
* Desain Produk (DP)

190

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), untuk peminat program studi : (tidak ditawarkan di SNMPTN )

* Manajemen (MB)
thanks to Source : *klik*


Dan dari sini saya dapat banyak sekali informasi, sekalian berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia yang ternyata punya minat yang sama dengan saya.
Teknik Lingkungan merupakan bidang keilmuan yang mempelajari apa saja tindakan kuratif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan hidup yang terdiri dari air, tanah, udara, dan kesehatan lingkungan melalui pendekatan rekayasa teknik. Maksudnya, perekayasaan terhadap alat-alat dan metoda yang digunakan untuk meminimalisir efek negatif limbah (baik dari industri maupun rumah tangga) terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. 

Disini Kamu akan mempelajari ilmu tentang rekayasa air minum,  juga tentang rekayasa air buangan ( limbah),  termasuk pengelolaan sampah perkotaan dan sampah industri.  Selain itu, Kamu akan mendapatkan ilmu tentang pengelolaan kesehatan lingkungan, yang mempelajari epidemiologi (ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit), kesehatan dan keselamatan kerja.  Lebih dari itu, Kamu juga akan mempelajari ilmu tentang pengelolaan kualitas lingkungan . 

Di bangku perkuliahan, Kamu akan diberikan teknik-teknik dasar. Namun, ketika di lapangan, Kamu dituntut untuk bisa mandiri dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Selain itu, Kamu dapat melakukan eksperimen sosial, untuk memberikan pemahaman tentang permasalahan lingkungan kepada masyarakat, sehingga pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat keteknikan semata, melainkan juga pendekatan kultural.  

Tugas seorang insinyur Teknik Lingkungan adalah untuk menyederhanakan permasalahan yang ada dan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Buat Kamu yang suka dengan Kimia, disiplin itu akan sering Kamu temui di bidang keahlian yang satu ini.


1. Teknik Lingkungan adalah jurusan yang diisi oleh mayoritas Wanita

2. Teknik Lingkungan paling doyan membuat laporan dengan tulisan tangan.

3. Teknik Lingkungan gedungnya peninggalan zaman Belanda. ada beberapa pintunya asli masih dari zaman Belanda.

4. Teknik Lingkungan belajar hampir semuanya (ilmu rekayasa proses, hidrologi, struktur, manajemen dll), meski pun cuma kulitnya, untuk melihat gambaran umum mengenai permasalahan lingkungan. makanya kadang disebut Tipis Lebar (TL). Detail permasalahannya? Makanya dibutuhkan orang-orang yang teliti dan kritis dan juga penasaran.

5. Teknik Lingkungan belajar tentang pemantauan pencemaran udara. Praktikumnya nungguin Alat sampling udara ambien selama 8 jam. ( menurut rumor dulu bisa sampai 24 jam)

6. Teknik Lingkungan suka membuat laporan memakai kertas Re-use.

7. Mahasiswa Teknik Lingkungan punya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) yang punya jaket himpunan berwarna hijau, dan gedung sekretariatnya yang berwarna hijau pula.

8. Mahasiswa Teknik Lingkungan sering dibilang beruntung oleh mahasiswa prodi lain karena dikelilingi oleh mahasiswi. (terutama mahasiswa yang prodinya mayoritas kaum Lelaki)

9. ....(tambah sendiri)

10..... (tambah sendiri)

Selain itu, banyak juga menjelaskan tentang jurusan lain yang ada di ITB. Sekali lagi, gali informasi sebanyak-banyaknya, jangan hanya tahu tentang jurusan yang Anda minati dari kulitnya saja. Karena belum tentu dalamnya seramah luarnya. Don't judge a book from the cover. Salah-salah, Anda malah terjebak di sana dan nggak bisa menyelesaikan kuliah Anda.


Oke pikiran saya terlalu jauh ke masa depan. 

Semoga bermanfaat, siapa tahu ada viewers yang berminat sama dengan saya. Wassalam  :)

August 7, 2012

Welcome Baby Rayyan ♡

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kemarin, tanggal 6 Juli 2012, sepasang pasutri baru, Kakak sepupu saya, Ka Nisfu-Ka Fera menjadi salah satu pasangan paling berbahagia di dunia ini.

Ka Fera akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki dengan berat 4,1 kg, sehat wal'afiat melalui operasi sesar.

Alhamdulillah sekarang saya jadi Tante (ʃƪ ˘з˘)
Ngomong-ngomong, ini buyut pertama Nini. Dan cucu pertama Julak Ati.

Kebahagiaan tampaknya sedang menyelimuti keluarga ini. Lihat saja ke atas kepala mereka, lope-lope beterbangan. Hari raya tahun ini tampaknya bakal ramai sekali. Ada dua wajah yang masih polos tak berdosa ; Adit dan yang baru lahir iniww.

Nama new baby ini RAYYAN PRATAMA RAMADHAN    (づ ̄ ³ ̄)づ 
Rada bingung juga mau manggil apa. Kata Bapaknya sih, Ray.

Trus Ka Eri mau manggil mmmm saya lupa .___.

Ka Arif juga bingung, "masa dipanggil Ayan?", sedetik kemudian dia tertawa terbahak-bahak. "Semacam nama penyakit ya", ujarnya lagi.

Ah sudahlah, apapun nama panggilannya, tetap saja saya akan memanggil keponakan baru ini "NDUT". Ya iya, pipinya itu loooo. Ini fotonya

Rayyan Pratama Ramadhan


ndut! (っˆ ³(´⌣`c) 

Aduh mak, ndutnya grrrrh 

Selamat Datang Rayyan (っˆ ³(´⌣`c) jangan lupa berbakti sama aunty-mu yang masih unyu ini ya!

Muhammad Adit Saputra (Adit)
Sekian saja, Wassalam. *lopelopeterbang*

PS : hari ini saya banyak pakai emot ya? aah sudahlah *\(´▽`)/*

August 3, 2012

Guru killer selalu dirindukan.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Kangen nggak sih sama masa-masa SMP? Masa yang bisa dibilang, masih alay. Tapi ternyata, kadang-kadang bisa ngangenin juga.

Saya bahkan lupa bagaimana saya menjalani MOS di SMPN 3 Banjarmasin. Yang saya ingat adalah saya duduk di kelas 7c. Bertemu dengan orang-orang yang benar-benar asing.

Di tahun kedua, saya berada di 8c. Disini lebih lumayan, ada beberapa teman yang sudah saya kenal di kelas 7 dulu.

Tahun ketiga, 9d. Di tahun-tahun ini, rata-rata semua sudah mengenal karena sering melihat wajah tapi belum tahu nama.

Yang paling saya rindukan itu…. Bapa Tatam…

Sebenarnya, beliau adalah Kepala Sekolah yang kemungkinan besar dibenci seluruh siswa. Kemana-mana harus pakai topi, kecuali saat di dalam kelas dan berolahraga. Setiap hari Sabtu, harus lengkap dari kacu, pluit, sampai topi. Selama Bapa Tatam menjabat hampir tiga tahun, selama itu juga topi menjadi perlengkapan wajib ada.

Mungkin itu yang membuat saya rindu…

Tapi mungkin juga sikap beliau yang sangat disiplin. Banyak sekali kenangan tentang kedisiplinan ini. Dulu, waktu beliau baru saja dipindah dari SMPN 6 Banjarmasin ke SMPN 3 Banjarmasin, saat itu saya menjalani semester II di kelas 7. Sabtu, nggak tau apa-apa, biasanya lewat gerbang samping, pagi itu disuruh lewat gerbang tengah.

Ternyata, Bapa Tatam sudah berdiri di depan kantor beliau. Memeriksa kelengkapan pakaian siswanya. Dan sialnya, saat itu saya nggak pakai pluit. Mendaratlah cubitan keras khas Bapa Tatam di bahu saya. Itu adalah kali pertama saya menyaksikan bahkan merasakan sendiri bagaimana seorang guru bertindak. Maksudnya bertindak yang benar-benar bertindak. Aaah begitulah.

Sakitnya jangan ditanya. Sampai bubaran sekolah bahkan sampai keesokan harinya, masih terasa. Pedaaaaaaaaasssssss sekali.

Mungkin itu yang membuat saya rindu….

Ada juga, disetiap kesempatan, entah beliau jadi pembicara, atau pembina upacara, hampir bisa dipastikan, ada kata-kata yang sebenarnya tidak mendidik, keluar dari mulut beliau.
“LUPA PAKAI TOPI? KE KAYU TANGI UJUNG SAJA SANA!”
Dan berbagai kata-kata kasar yang sebenarnya tidak pantas diucapkan di hadapan anak murid. Saya saja baru sekali ini melihat guru frontal begini. Itulah beliau, nggak ada replikanya.

Mungkin itu yang membuat saya rindu….

Di akhir tahun di SMPN 3, pembangkangan mulai terlihat. Sudah mulai malas mengenakan topi. Hanya jika berpapasan dengan beliau, barulah si topi buru-buru dipasang.

Atau juga, saat itu, disuatu pagi ditahun ketiga saya di SMPN 3. Kelompok laki-laki bermain bola dilapangan. Padahal sudah diwanti-wanti oleh Bapa Tatam “JANGAN MAIN DILAPANGAN KALAU TIDAK MEMAKAI BAJU OLAHRAGA!”

Dan ganjaran bagi yang melanggar, pagi buta sudah dikejar Bapa Tatam. Ditampar dan diceramahi panjang lebar. Saya yang kebetulan sudah datang, dan pura-pura menyapu di depan kelas ikut gemetar. Itulah Bapa Tatam.

Mungkin itu yang membuat saya rindu…

Tapi dampak positif yang dibawa beliau sangat banyak. Jujur saja saya paling takut jika terlambat. Itu artinya pendidikan disiplin beliau berhasil.

Beliau juga yang membuat lapangan SMPN 3 yang awalnya seperti “kolam bebek” (kata beliau juga), menjadi sebagus sekarang. Beliau juga penggagas absen sidik jari, yang awalnya satu, kemudian berkembang menjadi empat. Yang setiap pulang, harus mengantri berjejalan hanya demi menempelkan sidik jari sampai si mbak-mbak mengucapkan “Terima Kasih”.

Beliau juga yang membuat sekolah lebiiiiih bersih. Beliau juga yang membeli mesin fotokopi agar siswanya nyaman. Beliau juga yang mendirikan Kantin Kejujuran. Beliau juga yang selalu bersemangat menyerukan “SEKOLAH KITA INI SSN. SEKOLAH STANDAR NASIONAL. KALAU ORANG-ORANGNYA TIDAK TAAT ATURAN, GANTI SAJA JADI SSK. SEKOLAH STANDAR KAMPUNG.”

Tak lupa juga doa-doa beliau saat kami akan menempuh Ujian Akhir Nasional. Beliau yang datang berkeliling ke setiap kelas dan melantunkan doanya untuk kami, saat itu beliau usai menunaikan ibadah Haji.

Mungkin, itu yang membuat saya rindu…

Saat saya menceritakan segalanya tentang Bapa Tatam kepada orang tua saya, Mama hanya berkomentar “SESUNGGUHNYA, GURU YANG SEPERTI ITULAH YANG AKAN DIKENANG MURIDNYA SAMPAI TUA NANTI”

Nyatanya? Ya. Itu benar sekali. Saya memang kangen dengan  guru-guru lain. Seperti Bapa Isa, Ibu Elis, Ibu Farida. Dan yang saya sebutkan tadi adalah deretan guru-guru killer.

Lihatkan? Guru killer adalah guru yang abadi dalam ingatan kita. Sepanjang masa.

Bapa Isa (sasirangan merah)

Ibu Elis (kiri)

kangen juga sama Abi Ali :') (sasirangan biru)

ini waktu acara JF Sulfur :')


Bapa Tatam sekarang sudah pensiun.
Tak lama setelah acara perpisahan, setelah angkatan kami memulai perjuangan di jenjang SMA, Bapa Tatam, kepala sekolah kami tercinta berpulang. Bahkan belum lama setelah beliau pensiun. Mendadak. Sekali.

Kabar itu datang. Mendadak. Tak ada yang percaya dengan kabar itu. Sampai akhirnya salah satu sumber mengatakan bahwa kebenaran kabar itu dapat dipastikan karena diperoleh dari salah satu guru. Otak saya langsung memutar segala peristiwa yang tak bisa diceritakan satu persatu, semuanya berganti-ganti, kemudian menangis…







Maafkan saya Pa. Sebagai murid, saya sering kesal dengan Bapa. Bahkan terlampau sering. Tak jarang sumpah serapah keluar dari mulut kami. Tak jarang seruan-seruan tak enak kami keluarkan dibelakang Bapa….

Maaf Pa, maafkan segala kesalahan dan kekhilafan kami. Maafkan kami yang selalu memandang Bapa dari kekurangan Bapa. Sama sekali tak menyadari bahwa suatu saat ilmu yang Bapa berikan akan berguna. Maaf Pa, maafkan kami….

Maafkan kami Pa.. Ketahuilah bahwa didalam hati kami, Bapa Tatam adalah yang terbaik. Dengan segala sikap yang Bapa punya, tak kami dapatkan di guru lain, tak kami temukan di diri orang lain….

Maafkan kami Pa, tangis kami sungguh terlambat saat Bapa telah menghadapNya. Kesadaran kami sungguh terlalu lama bangkit saat Bapa sudah tiada. Kerinduan kami terlalu malu untuk kami tunjukkan saat Bapa dipanggil. Kebanggaan kami terhadap Bapa enggan kami tunjukkan hingga Bapa benar-benar tak dapat kami lihat lagi.

Maafkan kami Pa, karena penyesalan ini selalu datang terlambat….

 Kami, yang selalu mencintai dan mengingatmu..


Wassalam.

August 1, 2012

Seandainya boleh meminta dan pasti dikabulkan..

Assalamualaikum Wr. Wb.
Nggak tau mau posting apa, eh nemu puisi ini di halaman pertama jurnal *ehem, diulang ya* di j-u-r-n-a-l. Oke abaikan.




Seandainya boleh meminta, dan pasti dikabulkan…
Hanya kaulah pilihanku.

Biarlah di dunia yang retak ini, hatiku mencintaimu
Andai kasih itu ada, aku kembalikan semuanya kepada pemilik kehidupanku
Andai musim telah berganti arah
Aku berserah diri pada ketentuan-Nya yang pasti
Apa yang terjadi di dunia ini, adalah urusan manusia
Tapi yang terjadi adalah urusan-Nya
Apa yang terjadi pada hati, adalah masalah hati
Tapi yang terjadi adalah masalah-Nya

Di dunia ini, dalam hati ini…
Biarlah aku memilihmu
Walau yang akan terjadi bukan harapan
Setia itu pasti, perasaan itu bersemi
Dan harapan itu tetap ada
Biarlah aku menjadikanmu matahari di langit hatiku
Walau takkan pernah aku menjadi rembulan di langit hatimu
Biarlah ku jadikan kau malaikat penjaga hatiku
Walau tak mungkin aku menjadi bidadari surgamu

Kadang aku bicara terlalu besar pada cintaku
Aku sangsi, adakah di dunia ini orang yang mencintai sebesar aku mencintai dirimu?

Dan saat aku bicara terlalu kecil pada diriku
Aku sangsi, adakah di dunia ini orang yang mencintaiku sebesar aku mencintaimu?

Anonim
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...