July 12, 2012

Holidayyay! (4)



Assalamualaikum Wr. Wb
Di hari keempat ini, seharian cuma berdiam diri dirumah. Semacam nggak ada niat jalan-jalan. Mengingat besoknya kami sudah harus pulang, mungkin nggak ada salahnya kalau hari ini digunakan untuk bersantai (baca : tidur) di rumah.

Ka Arif membelikan kami Tekwan (sejenis bakso, emmm mungkin) dan Pisang Gapit a.k.a Pisang Jepit a.k.a Pisang Bakar. Sambil menunggu Ka Arif datang, teman-teman dikamar, sementara saya nonton tv bersama Ka Eka. Kebetulan filmnya sedang seru, di channel apa saya lupa -__-

Filmnya adalah Angels and Demons


Sebenarnya ini film lama. Saya ulas sedikit disini.

2009
Columbia Pictures
Jenis: Thriller
Sutradara: Ron Howard
Pemain: Tom Hanks, Ewan McGregor, Ayelet Zurer, Stellan Skarsgård
Naskah: Daid Koepp & Akiva Goldsman berdasarkan novel karya Dan Brown
Sinematografi: Salvatore Totino
Musik: Hans Zimmer
Durasi: 134 menit
MPAA Rating: PG-13

Angels & Demons sebenarnya adalah prekuel dari novel kontroversial The Da Vinci Code, namun untuk versi film, Angels & Demons disihir menjadi sebuah cerita sekuel. Saya bukan pembaca kedua novel itu, dan secara pribadi Saya tidak suka The Da Vinci Code yang menghadiahkan nominasi Razzie sutradara terburuk bagi sineas kaliber oscar seperti Ron Howard. Namun, sukses besar juga tampak pada perolehan dollar The Da Vinci Code membuat tim sukses Hanks-Howard bersama penulis Koepp-Goldsman kembali ingin meraup keuntungan lewat Angels & Demons—dan semua seri Robert Langdon lainnya yang hak adaptasinya sudah dibeli.

Cerita Angels & Demons tidaklah sampai kontroversial menyebutkan seperti saat Yesus melakukan hubungan seks dengan Maria Magdalena. Justru pihak vatikan sendiri menyukai versi film ini. Lihat? Ron Howard-Tom Hanks sekarang membuat film yang aman. Penilaian kritikus terhadap Angels & Demons sangat beragam. Saya pribadi cenderung menyukai Angels & Demons. Ini merupakan perbaikan dari The Da Vinci Code. Karena film ini sudah enak ditonton—sementara Saya tidak nyaman menyaksikan prekuelnya—cerita investigasi vatikan dalam Angels & Demons jauh lebih cocok dijadikan sebuah film dibanding tour dunia Robert Langdon di film pertamanya.

Semua orang memang senang kontroversi dan konspirasi. Lagi, setelah Knowing, ini adalah kisah perselisihan antara agama dan ilmu pengetahuan. Angels & Demons mengenai misteri perang dingin Gereja Katolik melawan kelompok Illuminati. Sudah berabad-abad lamanya, pihak Gereja Katolik memerangi para ilmuwan semacam Galileo karena agama dan ilmu pengetahuan memang tidak bisa disatukan—Illuminati bisa saja memburu pihak gereja atau siapapun yang menghalangi mereka menciptakan dunia baru.

Seorang simbolis Professor Robert Langdon (Tom Hanks) mendapat panggilan dari polisi vatikan ketika ia sedang berenang. Ia ditunjukkan sebuah ambigram “Illuminati” untuk menarik perhatiannya (sekedar catatan: John Langdon, seorang penulis buku ambigram, adalah inspirasi Brown untuk tokoh Robert Langdon-nya itu). Itu mengenai misteri kematian Paus yang diduga berkaitan dengan Illuminati. Karena rasa ingin tahu yang besar ditambah kesempatan mendalami sejarah Illuminati dari arsip rahasia vatikan, Langdon menerima tawaran itu.

Kasusnya berkaitan dengan zat anti-matter yang mempunyai daya ledak besar disembunyikan dalam salah satu lokasi di vatikan sehingga mengancam keberadaan kota itu. Misteri menuntun Langdon dengan mengikuti gereja tempat empat calon Paus baru diculik dan dibunuh pada jam 8, 9, 10, 11 dengan petunjuk elemen ambigram “earth”, “air”, “fire” and “water” dan jam 12, zat anti-matter itu akan meledak. Dalam pemecahan teka-teki ini, dia didampingi oleh ilmuwan cantik Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) dan diawasi oleh komandan Richter (Stellan Skarsgard) ketika pemilihan Paus baru dilakukan dengan pimpinan Cardinal Strauss (Armin Mueller-Stahl). Oh, Saya lupa, ada juga tokoh Camerlengo (Ewan McGregor) yang merupakan bocah kesayangan Paus.

Tentu saja, terlihat sangat cerdas bagaimana Dan Brown mengait-ngaitkan Illuminati dengan kasus bom vatikan ini. Kadang kala, itupun terasa…aneh, karena sepertinya hanya Langdon yang bisa memecahkan itu. Perencanaan super matang yang diselimuti leh tujuan yang…tidak kalah aneh. Dan kalau berbicara mengenai twist, kejutan itu sebaiknya bisa ditutup lebih matang lagi oleh cast directornya. Tidak perlu sebuah twist jika tidak bisa menutupinya dengan benar. Saya mengerti karena ini adalah adaptasi novelnya. Ada kala dimana saat di novel tampak heboh, tetapi di visual tampak konyol. Adegan cheating dalam Angels & Demons terlihat murahan—seperti yang Saya lihat dari adaptasi novel misteri And Then There Were None. Kalau Anda membuang semua pemikiran intelektual saat menonton dan tidak mencoba memprediksi apa yang terjadi—dengan kata lain, ikuti saja merasa dikejar jam demi jam yang dilalui Langdon—, Angels & Demons itu adalah sebuah thriller efektif.

Tokoh Langdon adalah seorang yang selalu memakai logika dan tidak percaya Tuhan. Dia berkata kepada Carmelengo di Vatikan, “Faith is a gift that I have yet to receive,” Tetapi dia mungkin adalah orang paling pintar di dunia jika kasus sudah mengenai misteri keagamaan. Vittoria datang karena bom rakitannya diculik seseorang misterius di laboraotium milik ayahnya. Dan Ayelet Zurer menggantikan posisi Audrey tautou sebagai partner wanita Langdon—sayang sekali Zurer kurang beruntung bisa satu poster dengan Tom Hanks seperti Tautou dalam The Da Vinci Code. Datang lagi tokoh-tokoh pendukung yang menjengkelkan seperti Carmelengo, Richter dan Strauss. Semuanya pintar di kepala, bodoh di mata. Pria Irlandia Ewan McGregor dipasang menjadi Camerlengo Italia???
Untuk film summer, Angels & Demons adalah sebuah guilty pleasure yang sangat menghibur. Lengkap dengan unsur pop dan adegan-adegan corny, tetapi ini adalah bagaimana seharusnya sebuah thriller itu menjadi efektif. Howard menciptakan atmosfir ketegangan dengan memainkan antisipasi penonton seperti yang ia lakukan untuk film kelas oscar-nya Frost/Nixon. Angels & Demons adalah sebuah fast-paced thriller. Bersiap saja untuk film The Lost Symbol atau mungkin lagi-lagi melihat Ron Howard mendapat nominasi Razzie tahun depan.

Karena sudah lama ingin mengulas tentang Angels and Demonds ini, saya mencari informasinya dulu diinternet, dan inilah yang menyebabkan saya lupa mengcopas alamat blog yang menulis sinopsis diatas -_-. Astaga, apapun nama blog itu, saya sangat-sangat berterima kasih dan memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak mencantumkan nama blog Anda.

Intinya, film itu seruuuu! Kadang-kadang saya sampai kebawa suasana juga, teriak-teriak sendiri, haha.

Ka Arif datang, Tekwan ituuu yaa sejenis baksolah mungkin, ada pentol ikannya, bihun, kuah, sayur-sayuran, hanya saja kadang Tekwan ini ditemani dengan nasi.
tekwan 


Setelah kami menyantap Tekwan, lanjut dengan Pisang Gapit. Ini adalah pisang yang dibakar, kemudian disajikan dengan kuah dari gula merah dan santan (iya mungkin). Saya suka dengan ini. Kuahnya itu terbayang-bayang, gula merahnya kayaknya nggak terlalu kuat, itulah yang saya suka *ngiler*. Kebetulan saya nggak terlalu suka sama yang manis-manis.
pisang gapit emwuah muah


Lanjut nonton tv lagi, dan kali ini plus teman-teman. Film Angels and Demonds sudah berganti dengan Tron : Legacy.



Ini filmnya bagus sekaleeeeh! Sayang saya kurang suka endingnya. Ayahnya nggak bisa ikut pulang ke dunia lagi, hiks…

Film Tron : Legacy ini dibintangi oleh Jeff Bridges (Kevin Flynn/Clu), Garrett Hedlund (Sam Flynn), artis cantik Olivia Wilde(Quorra) dan Bruce Boxleitner (Alan Bradley/Tron). Film ini diproduksi oleh Walt Disney Pictrures dan LivePlanet.


Sam Flynn (Garret Hedlund), seorang anak yang ditinggalkan ayahnya Kevin Flynn (Jeff Bridges) secara misterius, membuatnya terobsesi menemukan sang ayah hingga ia berumur 27 tahun. Kekecewaan terhadap ayahnya membuat Sam menghabiskan waktu seumur hidupnya berkutat dengan komputer dan teknologi dunia virtual canggih. Kevin Flynn dikenal sebagai perancang video game terkemuka di dunia yang memiliki perusahan game Encom.

Saat ia mendapatkan sebuah sinyal dari pager lama milik ayahnya, ia berupaya mencari ayahnya sehingga tersedot ke dunia digital Tron yang dibuat ayah Sam. Di Tron, Sam dipaksa untuk bertarung seperti di dalam sebuah game melawan jagoan-jagoan dunia digital. Tiba-tiba wanita cantik bernama Quorra (Olivia Wilde) menyelamatkannya dan membawanya bertemu dengan sang ayah di tempat persembunyiannya yang sudah ia tinggali selama 20 tahun.

Saat bertemu dengan ayahnya, Kevin mengaku terjebak di dunia virtual buatannya dan harus bertarung dengan kembaran virtual ayahnya, Clu, yang awalnya diprogram untuk membantu mengembangkan dunia itu dan berubah menjadi jahat saat ia menginginkan untuk menguasai dunia luar.

Namun, Clu semakin kuat dengan pasukan tentara virtual yang berhasil dibuatnya dan diprogram untuk melawan Kevin sang penemu dunia itu. Dengan dibantu Quorra, Sam, dan Kevin berusaha melawan Clu dan pasukannya untuk bisa lolos dari Tron dengan kendaraan dan senjata yang belum pernah diciptakan dengan teknologi canggih.

Tron Legacy merupakan film petualangan 3D teknologi tingkat tinggi dengan seting dunia digital besutan sutradara ternama Joseph Kosinski. Film garapan Walt Disney ini merupakan film lanjutan dari seri pertamanya yang dirilis pada tahun 1982 dengan judul Tron dan dibintangi juga oleh aktor peraih Oscar Jeff Bridges.

Penasaran bagaimana Sam, Kevin, dan Quorra berhasil lolos dari kejaran Clu dan pasukannya serta aksi teknologi canggih yang disuguhkan film ini? Bagi pecinta film, karya petualangan fantasi ini wajib ditonton. Film ini bisa Anda nikmati di bioskop-bioskop di Tanah Air mulai tanggal 17 Desember 2010. (Vin)


Film ini direlease pada desember 2010 dan menjadi 
film box office 2010. Dan film ini mendapatkan nominasi piala oscar 2011 untuk kategori best visual effect.

Homepage
- http://disney.go.com/tron

Pemain :
- Jeff Bridges, Garrett Hedlund, Bruce Boxleitner, Olivia Wilde, Michael Sheen, James Frain

Produksi :
- Walt Disney Pictures

Sutradara :
- Joseph Kosinski

Jenis Film :
- Fantasy

Produser :
- Sean Bailey, Jeffrey Silver, Steven Lisberger


sumber : liputan6.com

Setelah film Tron : Legacy ini habis, lanjut lagi dengan Ice Age. Nah, saat itu, entah kenapa angin terasa sepoi-sepoi, bantal terasa enak dari biasanya, dan mata saya berat sekali. Teman-teman saya sudah masuk ke kamar terlebih dahulu, tepar. Saya langsung bergabung dan tepar bersama. Akhirnya, tidur siang pertama di Kotabaru..

Sekitar jam 4 atau jam 5 sore (maklum lupa), saya bangun dan kemudian membangunkan teman-teman. Rencananya sore ini akan berangkat ke masjid karena besok Nisfu Syaban.

Tak lama, teman-teman, Tante, Ka Arif dan Ka Isan berangkat dengan menggunakan mobil. Sementara Om saya ke langgar didekat rumah. Saya dan Ka Eka tinggal dirumah, nunggu rumah, haha.
Setelah sekitar habis Isya, mereka datang. Ka Isan langsung menghampiri saya dan Ka Eka di ruang tv.
“Eh, suami datang dari masjid looo, ayo salim.”, katanya dengan kocak sambil menyodorkan tangan ke Ka Eka. Setelah itu menyodorkan tangan ke saya juga.
“Ini baru datang dari masjid, masih bau surga, ayo sini peluk siniii”, katanya lagi. Nggak penting ya. Haha.

Kemudian Ka Isan duduk disamping Ka Eka. Ada beberapa percakapan pasutri ini yang menarik perhatian saya.
“Kenapa?”, Ka Isan menatap Ka Eka.
“Kedinginan”, sahut Ka Eka.
“Waaaah”, Ka Isan memegang perut Ka Eka, “hamil yaaaa?”.

Jleb. Ini teori dari mana kedinginan = hamil. Kalau begitu, orang-orang dibawah umur a.k.a belum nikah pun, sudah bisa dikategorikan sebagai hamil right? Ini sungguh ngaco. Saya jadi khawatir, jangan-jangan kalau saya kedinginan, ada anak di dalam perut saya, sungguh mengerikan, anak siapa itu, hiiiii.

Ah sudahlah.

Selesai berganti baju, teman-teman saya ikut nimbrung nonton tv. Ternyata setelah liat-liat di twitter, Fitri mengatakan bahwa akan ada Kakak-kakak kelas kami di Smaven yang masuk acara tv beken. Katanya, mereka yang tergabung dalam Forum Pelajar Indonesia itu, akan menonton Opera Van Java secara live.

Dan kebetulan lagi mantengin tv, segeralah diganti channel. Kebetulan juga OVJ siaran langsung. Benar-benar ribut sendiri didepan tv ketika kamera men-shoot ke arah penonton di studio. Histeris sendiri. Heran ya, padahal bukan diri sendiri yang masuk tv. Kakak-kakak sepupu saya sampai tertawa melihat kelakuan kami.

Dan ternyata setelah melotot teliti di depan tv, terlihatlah wajah Ka Ahmad, Ketua Osis Smaven.On fire sekali berdadah-dadah ke arah kamera. Selamat ya Ka, wajahnya keliatan 100%. Lumayan deh bisa masuk tv, haha.
Sementara Kakak kelas yang lain tak terlihat. Entahlah, sekilas semuanya terlihat sama dengan baju kaos putih yang seragam -_-

Karena rasa penasaran sudah tuntas, kami makan-makan cemilan sambil nonton tv dengan rileks.

Setelahnya emmmmm saya lupaa -___________-

Tante saya suda mewanti-wanti sebelum tidur, “Besok jangan kesiangan ya. Jam 4 kita sudah sahur. Bis berangkat jam 7, siap-siap”.

Kemudian, malam itu tak seindah malam-malam kemarin. Malam itu adalah malam terakhir di Kotabaru….

To Be Continued….
Wassalam



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...