June 14, 2012

SLim : Futsal

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sungguh bahagia. Akhirnya setelah sekitar seminggu lebih saya tidak membuka blog ini, viewers dan member bertambah. Terima kasih *loplopdiudara*.

Seminggu lebih saya disibukkan dengan Ulangan Akhir Semester. Sedih ya... sebentar lagi akan berpisah dengan kawan-kawan tercinta di X-5, masing-masing menuju masa depannya. *srooot*

Mumpung di blog, saya sekalian mohon doa, semoga tidak ada remedial satupun. Diaminin aja meskipun rada mustahil. Apapun akan terjadi dengan seizin Allah!

Sebenarnya masalah posting-memosting sudah lama saya rencanakan, tapi berhubung saya tidak tahu akan mempost apa, dan merasa tidak ada yang layak untuk di pertontonkan kepada Anda-Anda semua , jadilah rencana ini selalu tertunda.

Sampai akhirnya, keajaiban datang menghampiri. *dramatis*
Dan munculah alasan saya untuk posting.

Tadi, sekitar jam 2 siang, para lelaki SLim bermain futsal di daerah Banjar Indah. Beribu maaf saya tidak tau nama tempatnya, huwowh.

Setelah Cici, Fetre, Tina, Atina dan Fitri berkumpul dirumah saya, berangkatlah kami menuju lokasi.
Seumur-umur, baru kali ini saya menjelajah ke tempat futsal. Ya sudah jelas sekali ndesonya.

Awalnya duduk diluar lapangan, tapi karena gatal pengin menginjak karpet rumput, terjunlah saya langsung ke arena. Duduk dipinggir lapangan berumput, siap menantang maut.

Fyi, bolanya keras, bukan bola plastik murahan yang dua ribuan itu. *asal sebut harga*. Dan itu kalau kena badan, sakitnya masya Allah. Beberapa kali memang sempat terserempet bola.
Yang fenomenal sepanjang permainan futsal adalah tendangan sang madunstar, Rifaldi.

Seharusnya bola yang ditendang, malah helm dzaki yang terlempar ke tengah lapangan. Yaaa meskipun bolanya bergulir juga. Tapi semua perhatian terpusat pada Dzaki yang mendadak terjongkok. Frustasi melihat helm-nya terjungkir balik. Saya sempat men-take fotonya, meskipun tidak jelas. Maklum, badan saya berguncang ria karena heboh tertawa.

Belum lagi tendangan yang lain dari Faldi, seperti lewat didepan wajah kami yang sedang duduk dipinggir lapangan, dengan bunyi "wuuuuusss". Bayangkan jika Anda menunduk sedikit saja, maka lenyaplah sudah kecantikan Anda.

Ada juga Salvatore a.k.a Salto a.k.a Tedong, yang fenomenal. Terlalu menggebu-gebu untuk menyarangkan bola ke gawang lawan. Asli. Seperti tedong yang benar-benar mengamuk mentedong-buta. Saking semangatnya, Salto berkali-kali terlempar ke jaring pembatas lapangan. Aaaah saya tidak bisa menjelaskan, yang jelas ekspresi Salto lucu sekali. Saya sampai kehabisan nafas karena tertawa.
Tapi beribu sayang, hormon ketawa saya lebih dulu bekerja daripada refleks saya untuk mengambil foto. Dan akhirnya, hilanglah sudah kesempatan saya mengabadikan momen tersebut.


Banyak sekali aksinya, saya juga asal jepret, sampai kira-kira 136 foto.
Jarang-jarang X-5 begini, ini pun orangnya tidak lengkap.

Kelelepon atau rumput?










ekspresi dzaki saat helmnya mental



gaya Opan dan Dzaki itu.... sama ya -_-



Opan menarik celana Dzaki





Pose eksotis sang kiper Ruana
This is it : Tedong!








Nah, itu yang bertiga itu. Gayanya... entahlah.


Skornya sama sekali tidak jelas. Saya bahkan tak tau si anu di kelompok mana, si itu dikelompok mana.
Sepulangnya, saya, Fitri, Tina dan Atina mampir ke Depot Berjaya.

Karena saya ngidam sekali dengan kebab, akhirnya sepulang dari Depot Berjaya, membeli kebab.
Rasanya enak. Tapi kulitnya terlalu kering, menurut saya. Karena saya orangnya maniak pedas, saus pedasnya juga kurang nampol. Overall, dagingnya juara! Banyaaaak sekali, hampir disetiap potong kebab, dagingnya hadir.

Setelah dipikir-pikir, sepadan dengan harganya ; 12ribu.

Di daftar menu juga ditulis Kebab Junior 11ribu
Kebab jumbo 12ribu

Oke, apapun yang membedakan keduanya, harganya cuma selisih seribu. Karena itu saya memilih Kebab Jumbo.

Kebab Kings Jumbo



Maaf foto amatiran.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...