June 22, 2012

Pembagian Jurusan.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Tadi siang, sebelum zuhur, saya dan mama berduet membuat macaroni schotel yang sudah sejak lama membikin saya ngiler.

Iya, kita berdua sama-sama buta mengenai makanan ini. Nggak pernah nyoba secuil pun. Nemunya di Banjarmasin aja nggak tau dimanaaa. Dan akhirnya, nekat senekat-nekatnya bikin makanan ini.

Setelah sekian lama cemplung sana cemplung sini, akhirnya jadilah macaroni schotel itu memasuki oven ala-alanya Mama. Ngovennya nggak di oven sungguhan, tapi panci Everything Pan MCC. Iya, pancinya multi-fungsi. Ya sudahlah, lumayan juga. Soalnya dulu pernah bikin brownies sama Ayu, Dini, Fitri dengan menggunakan oven tangkring, dan hasilnya benar-benar membuat saya trauma. Nggak lagi-lagi makai oven tangkring semacam itu.

Sorenya, sengaja saya undang tiga makhluk pengerat, Ayu, Dini, Fitri untuk icip-icip.
Kalo kata Dini, macaroni schotelnya hambar. Sedangkan kata Fitri, wajar hambar karena ada keju yang sudah memberi rasa asin.

Jadi, bisa dibilang macaroni schotel hasil duet dan nekat ini berhasil. Meskipun rada gosong dibagian bawahnya dikarenakan pengalaman saya bersama api masih awam sekaleh. Overall, rasanya enak. Ngeju sekali. Sayang saya nggak dapat keju yang quick melted, jadilah cuma saya potong dadu. Sempat ngelirik keju mozarella, tapi harganya itu looo bikin jereng mata.

Nah, ditengah-tengah saya sibooook menyemplang-nyemplung bahan, hape saya yang sedang di ces itu getar-getar terus. Setelah selesai memasak, masuk tahap pengovenan, saya tinggallah itu calon macaroni schotel. Kemudian ngecek hape.

8 Pesan Baru.

Oke ya. Hape saya nggak pernah serame ini. 6 sms dari Ayu, yang sibuk bertanya-tanya "HEI JURUSAN SUDAH DIBAGI! CARI INFORMASI! TELPON ZAHRA!!"

Dan otomatis, yang saya lakukan pertama kali adalah bingung. Ada apa ya?

Turunin keypad ke bawah-bawah, ada 2 sms lagi, dari Dini dan Faldi.
Dan sms Dini yang sungguh mengejutkan saya.

Aku IPA 1
Puri IPA 1
Ayu IPA 3
Fitri IPA 4
Pokoknya kita semua IPA

Dan makin melongo lah saya. Saya IPA? Beneran nih?
Beberapa malam terakhir, saya dihantui pembagian jurusan ini. Saya benar-benar siap mental jika di rapot besok yang tertulis adalah IPS.
Eh ternyata, kenyataan berbicara. Sungguh saya merasa nilai-nilai IPA saya selengean. Semaunya. Apalagi didukung dengan hasil psikotes saya yang hasilnya adalah IPS.

Entahlah informasi itu akurat 100% atau tidak, saya sudah tidak peduli.

Alhamdulillah ya Allah, akhirnya saya bisa bernafas lega. Saya bisa mengejar cita-cita saya, yang beberapa bulan terakhir sempat saya ragukan.

Tebak siapa yang paling senang? Mama. Iya, Mama.
Sebenarnya, apapun jurusannya, minumnya teh botol sosro *eh. Apapun jurusannya, yang penting hati senang dalam menjalaninya, maka insya Allah akan terbuka jalan menuju kesuksesan. Bukankah semua orang punya jalannya masing-masing?

Sorenya, sambil icip-icip macaroni schotel saya, Dini dan Ayu berkicau tentang kelas. Ayu, galau setengah mati. Kebelet sekali mau pindah kelas. Dan tentu saja, saya dan Dini yang kebetulan sekelas, langsung beraksi melancarkan hasutan maut. "Ayo Yu! IPA 1!"

Setelah sekian lama, Fitri datang dengan cupcakenya. Ngomong-ngomong, terima kasih lo Fit, cupcakenya enak. Jangan patah semangat yaaa, coba terus! *sok tua*
Anak satu ini pun menggalau, kebelet mau pindah kelas. Saya dan Dini, lagi-lagi, penuh hasutan.

Entah bagaimana, apakah mereka bisa pindah kelas, kita lihat saja besok. Lagipula, kalau nanti ditanya "Apa alasannya mau pindah?", apa yang akan keluar dari mulut mereka?

Tidak Bu! Aku tidak mau di kelas itu! Aku bisa gila kalau terpisah dengan teman-temanku ini! Aku... mentalku Bu! Mentalku! Aku stres jika tidak sekelas dengan mereka! Aku tanpa mereka butiran debu Bu!

Oke. Ini nggak mungkin. Yang ada bukannya dipindah kelas, mulut mereka malah digosokin Ibu Guru ke dinding kelas.

Akhir kata, pray for Ayu dan Fitri. Doakan semoga mereka dapat pindah kelas, dan bersatu bersama kami. Kemudian kami membentuk formasi, dan BERUBAAAH!
Semoga empat hati yang berlainan, yang dijauhkan, dapat bertemu kembali...

Nb : Maaf foto macaroni schotelnya tidak ada. Biasalah, penyakit pelajar yang gampang kambuh. Lain kali ya.


Wassalam.

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...