June 25, 2012

Bakar rumah Atina

 Assalamualaikum Wr. Wb.
Judul sebenarnya bukan itu ya, tapi Bakar-bakaran di rumah Atina. Kenapa ditulis seperti diatas? Karena hemat karakter. Hahaha.

Pagi (hari Sabtu) tadi, ditengah kegalauan dalam suasana bagi rapot (padahal nggak galau-galau amat sih, tapi biar gaul aja), saya dan teman-teman X-5 berencana ke rumah Atina. Jadi, saat ortu mungkin marah karena nilai-nilai rapot turun, rumah Atina jadi sarana kabur yang tepat, hmhmhaha.

Sekitar jam 9.30, Fitri sudah mendarat di rumah saya. Sengaja saya suruh jam segitu, padahal janjiannya setengah jam lagi.

Jarum sudah menunjukkan pukul 10.00
Seharusnya Faldi, yang nggak tau rumah Atina dan berencana bareng saya, sudah tiba.
Tapi 15 menit kemudian, barulah dia sampai. Dengan membawa pasukan pula; Ruana, Yudi.
Adil datang belakangan, dan seperti biasa, dengan sensasinya melepas kedua tangan dari motor dan melaju melewati rumah saya.

Reaksi saya dan Fitri? Kami sudah tidak bisa berkomentar lagi. Hanya komat-kamit dalam hati semoga poskamling saya nggak rusak dihantam Adil. Kemudian Adil akan terjun bebas ke sungai bersama kendaraannya yang malang.

Pikir saja, apa salah motornya itu? Hanya majikannya saja yang errrrrrr -_- tak usah dibahas.

Setelah semua terkumpul, kami mulai jalan. Dan.... Adil dengan sok taunya, mendahului kami. Dan ujung-ujungnya terpisah.
Saya, Fitri, dan Yudi berbelok ke jalan burung-burung, sementara Adil yang sok tau terus ke jalan Beruntung, diikuti dengan Faldi dan Ruana.

Entah bagaimana ajaibnya, Adil dan Ruana sudah bergabung lagi bersama kami saat di belokan menuju Pandu. Oke ya, tahulah Adil, dibeberapa postingan sebelumnya, saya sudah menjabarkan kegilaan Adil.
Kecepatan 100 ditengah padatnya lalu lintas. Emmm itu mungkin, saya asal sebut.

Setelah tiba dirumah Atina, segera menyiapkan panggangan, dan arang.
Dan herannya, si api manjaaaa sekali. Lama tak mau nyala.

Tak lama, Opan, Dzaki dan Hafidz datang. Kemudian segera membantu menyalakan api.

Sementara para lelaki sibuk di luar rumah dengan urusan panggang-memanggang. Para wanita sibuk di dapur menangani segala yang goreng-gorengan.

Di dapur, sempat terjadi insiden "Ini sudah matang belum sih sosisnya? Pur, masak belum? Ini kentangnya coba dicicipin secuil. Ini roladenya matang belum ya? Duh, tisu dong tisu! Kentangnya dihabisin semua?  Heh! Sosisku jadi niiih! Alhamdulillah yaah. Tin, wajan dong wajan, sama minyaknya juga. Belah dulu dong sosis sama baksonya", alhamdulillah, kejadian semacam ini justru semakin menambah kebersamaan.

Setelah tetek bengek dapur selesai, kami keluar, menyaksikan perjuangan para lelaki mengipas-ngipas jagung.
Sempat duduk-duduk dan mengakibatkan baju semua orang bau asap.

Tak lama, jagung, sosis, bakso, rolade, kentang dan berbagai hidangan lain sudah jadi. Dibawa masuk, disajikan dengan nikmat, berduet dengan tiga botol coca-cola dan seteko sirup. Sedaaaaps.


sate sosis










dzaki dan lenny siap berpose, saya sama sekali nggak sadar




Will miss that moment, thanks all

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...