May 24, 2012

Traditional Game.





Assalamualaikum Wr. Wb.
Postingan kali ini adalah request dari fans YOUNG BOMB & FREE. Heyyyyyaaaa!!! Haha

Postingan kali ini akan membahas tentang permainan tradisional yang nyaris punah. Sedih ya.
Sebenarnya ini merupakan salah satu budaya warisan yang harus terus kita lestarikan.
Bayangkan jika suatu hari dimasa yang akan datang, saat Anda-Anda sekalian sudah berjalan bungkuk, dan melihat anak cucu Anda asyik berkutat dengan ipad, laptop, atau bahkan layar berjalan seperti di film WALL-E yang mengikuti mereka kemana-mana, atau bahkan masing-masing cucu Anda nanti akan punya robot yang bisa mengangkat rumah Anda sekalipun.

Masa depan kan? Siapa tahu.

Nah, tidakkah hati Anda miris saat melihat itu? Teknologi memang bagus, tapi bukankah sebagai anak bangsa, kita berkewajiban ikut melestarikan budaya Indonesia?
Tidakkah Anda, saat melihat pemandangan seperti yang saya gambarkan diatas, merasa menyesal karena tidak memperkenalkan sama sekali permainan tradisional yang Anda mainkan zaman-zaman Anda masih unyu-unyu itu?

Mungkin saya terlalu banyak berbla-bla. Langsung saja kita bahas tentan salah satu permainan tradisional Indonesia, yaitu Asinan/Yasin dalam bahasa Banjar (saya kurang yakin -__-), mungkin namanya disetiap daerah berbeda. Ada yang menyebutnya Benteng-bentengan, Tak Benteng, atau Galasin, atau ada juga Gobak Sodor, dan dikampung Bapa di Klaten sana disebut Bak Sodor. Yang paling umum adalah Galasin (berdasarkan penelitian saya di Google, hiyahaha). Bahasanya beragam ya? Yaiyadong, Indonesiaaa!

 ----
Inti nya : Permainan ini terdiri dari dua tim, dimana masing-masing tim terdiri dari 3 orang. Inti permainannya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir. Biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis. Kalo udah maenan ini bisa sampe keringetan deh.

Keterangan:
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 – 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

Manfaat :
* Meningkatkan kemampuan fisik.
* Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.
* Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik.


Source : *klik*




Tujuan dari permainan di atas adalah bekerja sama (gotong-royong),saling tolong menolong.
Source : *klik*  

----- 

Serunya dapat, manfaatnya pun dapat!

Tadi, sewaktu pelajaran olahraga, kebetulaaaan sekali Bapa Ardiansyah sedang tidak ada. Jadilah kami bermain masing-masing. Anak laki-laki sudah pwaste bermain bola. Sedangkan kami, sudah pwaste berpikir-pikir.

Dan akhirnya, tercetuslah ide main Asinan atau apapun itu namanya. Rasanya sudah luamaaaahh sekali saya tidak bermain ini. Rasanya terakhir kali saya beraksi, adalah sewaktu SD. Dan itu sudah sekitar 4 tahun yang lalu :'
Saya benar-benar tidak melestarikannya :'
 
Akhirnya dengan batu kapur yang didapat dipinggir lapangan, dibuatlah area permainan dengan.... asal-asalan. Asli. Yang penting terbentuk, dan kami bisa bermain.

Hompimpa dilaksanakan, dibentuk dua kelompok dengan masing-masing beranggotakan 6 orang.
Saya sekelompok dengan Fitri, Nanda, Hesti, Lenny dan Cici. Sementara kelompok lawan beranggotakan Tina, Ni'ma, Desy, Ismi, Venny, astagah, saya lupa satunya siapa. Siapapun itu, maafkan saya ceman :'

Dimulailah permainan, huwwowo. Entah kenapa saat kami mempermainkan permainan tradisional ini, terasa hina sekali.
Masing-masing kelompok terlalu agresif menjaga daerah yang dijajahinya. Menjaga semua pihak lawan yang berhasil memasuki arena perang.

Dan disitulah susahnya. Saat saya masuk ke satu kotak, di samping kanan, depan, dan belakang saya berisi pihak lawan yang siap menjangkau semua anggota tubuh saya.
Akhirnya saya berpikir, "wah, kalau begini terus, nggak menang-menang kelompok saya. Harus nekat!"
Dengan motivasi yang keluar dari otak itulah, saya nekat menorobos Ni'ma yang sedang waspada-sedikit-lengah ( itu bagaimana ya?).

Wassalam, saya tertangkap Ni'ma. Parahnya lagi, saya terbentur kepala Ni'ma. Rasanya? Seperti terbentur durian. Swakhit.

Mungkin otak saya yang menyuruh saya nekat tadi mendapat karma. Dengan balasan terbentur.
Maaf otak, kamu juga menyuruh saya nekat.

Karena masing-masing kelompok tetap keras kepala, akhirnya permainan berakhir dengan tak jelas. Masing-masing sudah terlalu lelah untuk melanjutkan permainan dan akhirnya bermigrasi ke kantin.

Satu jam selanjutnya dilalui dengan menonton anak laki-laki bermain bola dengan kelas XI IPA 4. Si Tedong Salamandor, berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan. HORAS TEDONG!!

Berganti baju, melanjutkan dengan pelajaran selanjutnya.
Berakhir sudah postingan kali ini.

Ps : Kemarin, di kelas Matematika. Kami berhasil mendapatkan pemandangan indah nan langka ini.
Dua orang yang cinlok. X-5.

Nama disamarkan : L**enny* & Ha**fi*dz

Ngomong-ngomong, Hafidz belum bayar hutang dengan saya.
Hahahahaha. Aibmu Fidz.

Wassalam.



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...