May 8, 2012

Perusak Mood.

Asslamualaikum Wr. Wb.

Tadi sore, setelah les di tempat Bu Sabar, saya dan Fitri langsung meluncur ke Primagama Pal 3 (biasa disingkat PG). Ini adalah hari pertama les. Karena masih belum familiar dengan PG tersebut, kami memutuskan kesana bersama Faldi. Faldi dengan motornya sendiri, sementara saya dan Fitri berdua.

Setelah sepanjang jalan ditinggal Faldi, kami pun sampai di tempat tujuan. Mata langsung menjelajah parkiran. Rada surprise karena parkirannya KOSONG! Nggak kosong-kosong banget, tapi sepuluh buah motor pun masih muat disitu. Kekhawatiran kami tidak terbukti. Hihaaaa!!

Di depan PG ternyata Adil dan WI sudah bertengger maniezt. Sementara kami duduk di kursi tunggu didalam, Faldi menunggu teman-teman lain yang katanya masih oteweh.

Tiba-tiba, datang seorang yang tidak punya mata--belakangan saya ketahui dia ternyata keturunan Cina. Langsung membuka obrolan, "Kelas berapa?"
Sumveh saya kira itu salah satu guru PG, atau nggak orang tua yang lagi jemput anaknya.
Eh ternyata salah satu peserta bimbel. Badannya ituloh, nggak setara sama umur.


Dengan keragu-raguan yang amat sangat, kami menyahut "Kelas sepuluh"
"SMA mana?", tanya si Cina.
"Smaven", kami menjawab alakadarnya.
"Oh. Kenal sama Halim? Kelas sepuluh berapa itu?"
"Sepuluh tujuh", masih alakadarnya.

Tampaknya si Cina tidak menyadari tatapan sok-kenal-sok-dekat-sekali-ini-orang dari kami. Wuasli. Dia tetap nyerocos. Tanya macam-macam, hal nggak penting sekali pula.

Adil ikut menimpali, "Pian kelas berapa?"
"Aku SMP 6 jua dulu, seangkatan sama Halim".
Subhannallah, Adil langsung terdiam. Menyadari kebodohannya karena tertipu besarnya ukuran badan seseorang. Jelas-jelas seumuran.

Karena kami anggurin, si Cina mendadak hilang entah kemana. Dalam hati, saya bersyukur sekali. Saya sempat takut karena dia mulai sok mengakrabkan diri, padahal tau namanya saja tidak.
Saya sampai mengubah posisi duduk berkali-kali karena gelisah, bahkan untuk mengamankan diri, saya berdiri di samping Adil.

Entah dari mana, si Cina muncul lagi. Kali ini bahkan dengan lebih sok akrab. Dia mencolek bahu saya. Otomatis saya menoleh.
"Nama kamu siapa?", tanyanya.
Ebusyet. Saya berpikir berkali-kali. Kasih tau nggak ya. Saya bahkan sempat gemetar. Kalau dikasih tau nanti jadi begini-begini-begini. Tapi kalau nggak dikasih tau nanti dikira begini-begini. Sempat terbersit nama Mona di otak saya. Tapi yang akhirnya keluar dari mulut saya adalah nama asli saya sendiri. Sungguh suatu kebodohan -______-

"Kalau nama kamu?", dia beralih ke Fitri. Fitri menunjukkan wajah gile-nih-cina. Saya cuma menatap Fitri yang sedang mengucapkan namanya dengan nanar.

Heran. Adil dan WI tidak ditanya. Bahkan Faldi yang baru masuk dan langsung bergabung pun tidak ditanya.
Saya langsung mengambil kursi di samping Faldi, benar-benar ketakutan dengan perilaku SKSD si Cina.
Menyadari perubahan wajah saya yang seperti bertemu psikopat, Faldi berusaha menenangkan saya dan Fitri. Tapi tetap saja rasa ketakutan menghantui kami.

Tak lama, Atina datang. Kami pun masuk ke ruang kelas ITS. Setengah mati saya berharap si Cina tidak seruangan dengan kami. Dan Alhamdulillah, dia tidak seruangan dengan kami. Saya bahkan berharap dia pulang saat kami masuk.

Satu jam mata pelajaran Bahasa Inggris yang dibimbing Miss Henny, sangat menyenangkan. Beliau lucu sekali. Ekspresif. Menjelaskan dengan mimik wajahnya yang lucu, disertainya banyolan-banyolannya. Hari pertama tidak garing, haha.

Istirahat tiba. Kami berjalan ke kantin yang terletak dibelakang. Saya sempat mengira mereka mau ke WC, eh ternyata ada kantin tersembunyi disitu.
Baru saja sampai, Fitri langsung berkata, "Pur, aku jadi malas jajan."
"Lah kenapa Fit?'', saya menoleh ke arah kantin, mencari-cari sesuatu yang salah. Benar saja.
Ada sesuatu yang amaaaat salah disitu. Ada si Cina nan SKSD di sana. Sebelum dia melihat kami dan mengajak kami mengobrol lagi, kami cepat-cepat melarikan diri kembali ke kelas.

Semacam buronan. Akhirnya saya dan Fitri nitip dua teh kotak ke Adil.

Pintu kelas yang terbuka menyebabkan saya parnoan. Bisa saja kan si Cina itu nyelonong masuk?
Karena takut itu benar-benar terjadi, saya menutup wajah dengan buku paket yang dibagikan PG.
Adil masuk membawa teh kotak. Dengan itulah kami bertahan hidup.

Tiba-tiba Atina membuka pintu yang tadi sudah tertutup, dengan niat membuang sampah. Dan pas pintu dibuka, si Cina itu lewat, menatap ke arah dalam kelas. Dan kebetulannya adalah saya duduk tepat sejajar pintu, dengan wajah tidak tertutup buku paket. Wassalam.

Alhamdulillah, tampaknya si Cina tidak berniat macam-macam lagi.

Teman-teman saya pun maklum. Mereka hanya tertawa saat saya mulai menunjukkan ekspresi tidak suka dan ketakutan. Mereka pasti siap melindungi dan membela saya. HIDUP SLIM!!!!

Satu jam sehabis istirahat masih dilanjutkan dengan Bahasa Inggris, yang masih tetap seruw. Tak terasa, bel pulang berbunyi. Perut saya mendadak seperti dikocock-kocok. Terlalu takut untuk bertemu si Cina lagi.

Saya sudah melangkah cepat ke arah pintu, saat Venny tiba-tiba memanggil.
"Apa?!", saya menampakkan wajah segarang mungkin. Saya benar-benar ingin cepat pergi dari situ.

"Pulpen....", Venny seperti biasa dengan ekspresi innocentnya, mengacungkan pulpen yang dia pinjam dari saya.

"Oh ayolah. Cepat Ven", saya langsung menyambar pulpen ditangan Venny. Memasukkannya ke tas dengan asal-asalan. Bergegas menyusul Fitri yang sudah menuju parkiran. Saya benar-benar parno kalau-kalau Cina itu berada disekitar saya.

Sesampainya di parkiran, saya menoleh ke segala arah. Amaaaannn.

Fitri yang sama ketakutannya langsung tancap gas pulang. Faldi yang saat pergi tadi bersama kami, kami tinggal begitu saja. Maaf Faldi, kami benar-benar tidak bertanggung jawab.

Tahukah Anda, rasanya duduk diatas motor yang membawa Anda pulang ke rumah itu, tidak pernah senikmat dan seindah ini.





Ps : tampaknya saat les jadwal berikutnya saya harus menyamar. Atau membawa bubuk merica siap semprot. Atau membawa cobek dan ulekan siap lempar.

Semoga si Cina tidak sejadwal dengan kami.
Saya trauma.

Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...