May 22, 2012

Mr. Monkey nan Menawan.





Assalamualaikum Wr. Wb.

Pengalaman ini entah kapan, ini behaula sekali.
Rasanya awal-awalan ultah SMAVEN. Atau kapan ya? Entahlah. Yang pasti disekolah ada tenda-tenda dagangan untuk siswa yang mau berjualan.

X-5 ikut berpartisipasi. Kami menjual coklat dengan berbagai bentuk, permen, kue-kue, dan es buah.

Hari pertama, ramai pembeli, dagangan tandas. Alhamdulillah~

Kami juga berkeliling ke tenda-tenda sebelah, macam-macam yang dijual. Dan ada disalah satu tenda kelas X berapa saya lupa -_- menyediakan Mr. Monkey.

Saya yang kamseupaynya akut, cuma bengong saja waktu Fitri mengatakan, "ITU WUEEEENAK TENAN!!!"
Dan berujung dengan penasaran. Tapi setelah diteliti, harganya lumayan mahal, sementara uang tak mencukupi, akhirnya saya mengurungkan niat sambil berdoa, semoga ada salah satu teman yang beli, kan bisa numpang icip-icip.

Akhirnya... Doa saya tidak terkabul. Rupanya teman-teman saya berpendapat sama tentang harga, huahaha.

Kami moving dari kelas Kimia ke Matematika. Kebetulan itu bukan giliran saya jaga stand. Kebetulan juga hari sedang panas-panasnya, berada dibawah tenda di pinggir lapangan akan membuat Anda kering.

Jam istirahat kedua berakhir, dimulailah pelajaran Matematika.
Dengan kursi yang berdempet-dempetan dan hari yang lumayan panas, saya berusaha memperhatikan penjelasan guru.

Tapi.... gagal. Bayangkan saja di tengah hari yang panas, pelajaran terakhir, Matematika. Otomatis yang ada dipikiran saya adalah lapar, ngantuk, rumah.
Akhirnya saya berbalik ke belakang, dan entah kenapa, saya menoleh ke bawah kursi. Kemudian menemukan harta karun di siang nan terik :")

Saya segera memperlihatkan harta karun tersebut ke Fitri. Kami benar-benar penasaran. Akhirnya, masuk lah harta karun itu ke dalam mulut.

Dengan penuh riang gembira dan keisengan, saya segera mengedarkan harta karun itu ke teman-teman di samping. Mereka mengernyitkan alis heran, kemudian mengambil dan mencicipinya. Lalu berkomentar, "Waaah, enaaaaakkkk!"

Dalam hati, saya tertawa setan. Hahaha, belum tahu saja mereka.
Korban pun mulai berjatuhan. Tina, Nanda, Annis, Ismi, sisanya saya lupa -_-
Mereka tidak menyadari ada sesuatu yang salah. Mungkin keinginan yang besar dan ketidakmampuan untuk membeli adalah alasan terkuat.

Setelah dengan tenangnya mereka menelan apa yang tellah mereka makan, barulah saya bocorkan semuanya.
"Itu Mr. Monkeynya dapat dari bawah kursi loh."
Hening. Sementara saya memandangi mereka satu persatu sambil tersenyum geli.

Fitri yang bersekongkol dengan saya pun ikut terkikik.

Tatapan para korban saat itu seperti.... emmm... seperti mereka berubah menjadi vampir bertaring. Siap sedia menerkam saya.

"Asli Pur?", sahut salah satunya dengan muka polos.
Saya mengangguk-angguk. Membenarkan bahwa memang Mr. Monkey nan nikmat sisa orang itu dapat dari bawah kursi.

"SUMPEH LOOOH?!", sisi-sisi badan Tina seperti mendadak ada api.
Saya mengangguk lagi.

Sedetik kemudian masing-masing dari mereka mulai memasang ekspresi muntah yang dibuat-buat. Terimalah kawan, kenyataan memang terkadang pahit.
Tapi toh, kalian bisa merasakan lezatnya mr. Monkey gratis karena saya kan?
Sudah nggak penasaran lagi kan sama rasanya?
Nah berterima kasihlah kepada saya *angkat kerah*

Di koridor sekolah, para korban masih memprotes saya, memarahi, menyatakan dengan terang-terangan ekspresi kesalnya.
"Seandainya tahu itu nyomot dari bawah kursi, sisa orang, nggak bakal deh ku masukan ke mulut!", ucap salah satu, dan lagi-lagi saya lupa siapa.

"Eh, tapi kamu makan juga kan Pur?"
"Yaiyadong. Yang paling penasaran sama rasanya kan aku"

Mereka mengangguk-angguk, bersyukur mungkin. Seandainya Mr. Monkey itu sudah penuh kuman, setidaknya nggak hanya mereka yang menderita, tapi sang pengedar juga.
Pintar ya -____- Saya merasa bodoh disini. Tapi apalah daya, saya penasaran dengan rasanya.

Akhirnya, meskipun dengan cara hina, saya berhasil menrasakan Mr. MOonkey. Lumayaaan meskipun cuma remah-remahnya. Yahahaha.

Ceman-ceman, muuph eaps aqku zudah mn'zalimii kaliiiaan.
Aqku chuma mawu berbagii kebahagiaanz.
*susah nulisnya*

Wassalam,
Puri Kusuma nan baik hati 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...