May 3, 2012

Ikhlas?

Pengertian ikhlas menurut beberapa teman saya :

Merelakan sesuatu tanpa memikirkan balasan yang akan didapat. -M. Ainun Najib.

Ikhlas adalah perasaan nyaman ketika memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya, apapun itu. -M. Rafi.

Ikhlas itu merelakan sesuatu tanpa berharap dapat balasan atau memberikan sepenuhnya, bukan setengah hati. -Siti Rahmah R.

Melakukan sesuatu yang kita sukai (dalam batasan norma) karena kalau kita suka, tidak ada beban melakukannya. -Rizky Dyah P.

Ikhlas itu adalah suatu perbuatan yang hanya mengharapkan ridha dan pahala dari ALLAH. -Venny Dwinta N.

Ikhlas adalah menerima sesuatu dengan sepenuh hati. -Lenny Afriani, tacut Rantau.

Ikhlas menerima apapun dengan ikhlas. -Ridha Hayati.

Rela.. -Nanda Qorry K.

Ikhlas ialah sesuatu yang diperbuat karena Allah swt. dan tidak mengharap balasan/imbalan .. Hanya mengharap ridho Allah. -Putra Bagoes S.

Ikhlas itu merelakan sesuatu barang atau yang kita lakukan untuk sesuatu atau seseorang tanpa mengharapkan apa-apa dan rela tanpa ada yang mengganjal di hati serta hanya karena Allah. -Rifaldi.

Ikhlas itu menerima dengan lapang dada suatu kejadian yang terjadi. -Atina Inayah.

Ikhlas itu merelakan semua apa yang telah kita terima dari ALLAH baik maupun buruk dan selalu menerima tanpa mengeluh semua yang kita dapat. -Hanisa Dwi S.

Ikhlas adalah saat kita rela karena Allah dan tanpa beban. -Raka Ayu S.

Ikhlas itu dimana kita sudah rela dan tidak ada lagi yang namanya memikirkan apa yang sudah kita ikhlaskan. -Fitriyana.

Tidak menuntut balasan. -Dini Amalia.

Melepas tanpa mengharap. -Agya Ilham M.


Demikian beberapa definisi ikhlas menurut mereka masing-masing.
Pendapat saya tentang ikhlas juga kurang-lebih demikian.
Yang mau saya bahas disini adalah belajar mengikhlaskan.

Belajar mengikhlaskan. Kedengarannya sederhana sekali. Tapi, melakukannya? Jangan tanya, susahnya ampun. Apalagi kalau dari dalam hati tidak ada niat sama sekali.

Oke, saya niat kok. Sedikit. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu, niat mengikhlaskan itu akan kian bertambah.

Yang paling mujarab adalah berserah diri kepada Allah. Berdoa semoga apa yang telah kita ikhlaskan mendapat ridho dari-Nya.



Ikhlas itu susaaaaaaah sekali pemirsah. Ada saja sebagian dari hati yang merasa 'belum siap' ikhlas.
Sebenarnya sampai kapanpun, tidak akan pernah ada kata 'siap'. Anda siap meninggal? Siap kehilangan kedua orang tua? Siap tidak naik kelas? Siap tidak lulus sekolah? Siap ikut MOS? Siap ikut OSPEK? Siap kehilangan orang yang Anda cintai?

Sesederhana itulah ikhlas. Jika tidak ada niat untuk 'siap', maka ikhlas tidak akan mengisi hati Anda secara penuh.

Sebentar lagi.. Saya pasti siap untuk mengikhlaskannya.. Pasti..



Ikhlas. Satu hal yang sulit dilakukan. Bahkan terkadang perlu pengorbanan. Sering kali menghasilkan air mata. Sering kali menimbulkan gejolak dalam diri. Peperangan dalam hati, antara mempertahan ego dan tetap keras hati, atau ikhlas dengan hanya mengharap ridho-Nya.

Gejolak yang tidak akan pernah berhenti. Gejolak yang didalam hati saya selalu dimenangkan oleh 'mempertahankan ego dan tetap keras hati'. Hanya karena tak mau kehilangan.
Saya egois sekali. Sampai akhirnya saya menyadari, ada saatnya saya harus kehilangan, ikhlas, bersabar. Selalu yakin dibalik semua ini ada campur tangan-Nya, merencanakan yang terbaik untuk hamba-Nya.

Ikhlas. Sekarang adalah jalan yang terbaik. Mengikhlaskannya berjalan maju. Mengikhlaskannya jika ia tidak pernah sekalipun menoleh ke belakang. Mengikhlaskannya jika suatu saat ia lupa sama sekali dengan ini. Mengikhlaskannya jika suatu saat ia lupa tersenyum kepada saya. Mengikhlaskannya...

Ikhlas. Jalan terbaik.
Amin.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...