May 10, 2012

Amuntai Kota Bertakwa.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Amuntai. Pernah dengar? Rada asing ya?
Itu adalah kampung halaman Mama saya. Setiap Hari Raya Idul Fitri saya sekeluarga selalu mudik ke sana, minus Bapa karena biasanya Bapa bertugas menjaga keamanan menjelang hari raya yang mengharuskan beliau tetap tinggal di Banjarmasin.

Amuntai masih jauhhhhh tertinggal dibanding dengan Banjarmasin. Tapi lumayan karena ada Plaza Amuntai. Satu-satunya plaza yang ada disana. Sejenis Duta Mall-nya Amuntai. Beda jauh, tapi lumayan.

Disini banyak sekali sungai. Jamban-jamban pun masih terlihat disini. Haha.
Banyak foto yang saya ambil selama berada disana. Kebetulan tahun kemarin, saya tinggal cukup lama dari tahun-tahun yang lalu.

Yang membuat saya senang adalah saya terjun langsung ke arena. Biasanya saya copas dari blog-blog lain. Berasa keren.

Biasanya kami ke Pasar Subuh yang hanya ada setiap hari Kamis. Rombongan dengan keluarga besar, beramai-ramai berjalan dari rumah Nenek ke pasar tersebut.

Maaf saya amatiran.




































Orang Amuntai kreatif-kreatif kan? Coba lihat hasil kerajinan tangannya *angkat kerah baju*


Ada juga tempat wisata Candi Agung. Jangan bayangkan Anda akan menggelar piknik disini, karena tidak memungkinkan dan tidak pas.
Candi Agung dekaaat sekali dengan rumah Nenek, sekitar 5-10 menit jika Anda menggunakan kendaraan.

Sekali lagi saya terjun langsung ke arena. No copas-copas di blog orang.
Maaf lagi, saya amatiran seamatir-amatirnya.


Lidi akan diukur seukuran satu kilan tangan Anda.

 Kemudian, ditancapkan ke pertapaan Pangeran Suryanata. Lidi itu nantinya akan memanjang.
Sementara menunggu lidi itu, Anda bisa berjalan-jalan mengitari tempat-tempat lain.






Ini batanya. Ukuran XXXXXXLLL


Ini Candi Agung. Heran? Itulah yang saya rasakan saat pertama kali kesini.
Ini namanya candi, lah candinya mana? Itulah. Katanya, candi itu terkubur atau entahlah di dalam situ.
Yang jelas, dulunya, itu benar-benar candi.









Setelah puas berputar-putar, kami kembali ke tempat Pertapaan Pangeran Suryanata tadi. Kaka Isan mulai mengukur. Ternyata, lidi tersebut melebihi satu kilan tangan Ka Isan. Kelebihan panjang lidi itu, bisa disimpan di dompet. Katanya untuk menambah rezeki.
Entahlah. Mitos mungkin. Kepercayaan tergantung Anda masing-masing.
 






Yang dibawah ini, adalah tempat terakhir yang kami kunjungi. Situs Perpustakaan Suryanata (Museum).
Di dalam sini terdapat bebatuan bangunan Candi, dan beberapa keramik-keramik yang bentuknya tidak utuh.












Kami pulang, dengan Kaka Arif sebagai supir.
Kaka Eka sempat mengancam akan turun dan berjalan kaki saja saat itu. Tapi ternyata, Kaka Arif mengendarai mobil dengan *ehem* Alhamdulillah luwancaaar.
Celamat eapz Ka Ayip :3


Dan terakhir, suasana malam Hari Raya Idul Fitri
Fireworks

Suasana khusyuk Idul Fitri. Ziarah ke makam, dilanjutkan dengan mendatangi rumah saudara. Ini yang seru. Karena hampir dipastikan ada yang nyelip ditangan saya. Entah itu yang hijau, biru atau kalau beruntung yang merah Soekarno-Hatta. Dan jangan lupa makan-makannya. Horas!!

Rempong memang punya kaka-kaka sepupu yang selalu sadar kamera -_-

Wassalam.

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...