April 4, 2012

Masa Alay Kedua :')

Kemarin malam, ada tugas yang harus di print segera. Jadilah buru-buru.
Mana uyjan beycek nggak ada owjyek nggak punya keytek.
Untuk mencegah tugas tersebut menjadi bubur karena tersapu hujan, inisiatif pakai tas.
Karena buru-buru, asal comot tas, yang penting dapat.

Setelah melawan badai demi tugas tersebut, barulah saya sadar di dalam tas yang terdalam, menyempil sebuah benda hina. Notebook doraemon.

Buku itu saya beli di Gramedia tanpa rencana. Dan akhirnya diisi dengan semacam curhatan dari hati yang paling dalam. Isinya? Hahhhh, semuaaaa tentang DIA. astaga saya merasa hina-sehina-hinanya  -_____-

Akhirnya karena ingin flashback ke setengah tahun lalu, dibacalah buku hina tersebut.
Reaksi syaa adalah.................... ketawa ngakak.
Padahal isinya 90% galau.
Sumpah, saya nggak tau apa yang saya pikirkan saat itu. Tulisannya hina tak terkatakan.
Berasa mengalami masa alay yang kedua.
Sekarang tingkat saya merasa hina merangkak ke angka 70%

Ada beberapa yang saya salin. Silahkan nilai sendiri berapa persen kehinaannya.

Menunggu itu menjemukan.
Tapi untukmu, aku bertahan.

Oh sudahlah. Satu ini saja. Saya sudah semaput melihatnya.




Sudah lama kegalauan-kegalauan itu tidak berlanjut.
Sekitar dua bulan terakhir ini. Kadang-kadang, saya merindukan masa-masa itu. Dimana semua lagu slow paaaasss semua sama saya.
Dikit-dikit nangis, dikit-dikit nangis.
Sekali lagi, saya merasa hina pemirsaaah!


Sekarang? HAHA. NO MORE TEARS. NO MORE PAIN BROOOO!!!!
*bakar rumah tetangga*

Akhir-akhir ini, entahlah, saya merasa lebih "menikmati hidup".
Baru merasakan yang kata orang "biarkan mengalir seperti air." atau "let it be"
dan itu rasanya nikmaaaat sekali.
Nggak percaya? Pengin nyoba? Dapatkan di supermarket terdekat, plus gratis foto saya
*monyong, telunjuk di depan bibir*

Kebelet mupon?
Kalo belum siap, nggak ada gunanya juga kok.
Toh, semua berawal dari sini, dari dalam sini








Nggak perlu maksa-maksa mupon. Ada saatnya, dimana kesadaran, kelogisan akan mengalahkan kerasnya hati.

Let it be.

Karena sesungguhnya Let it be lebih mudah dilakukan daripada mupon -_____-
saya serius.

Sesungguhnya mupon yang dipaksa alias kebelet dapat menyebabkan Anda begini
Sekian, Wassalam.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...