April 7, 2012

Cuci Mata Gratisan.

Hari ini, pulang sekolah langsung ke Gramedia Veteran. Berempat dengan Ayu, Dini, Fitri.
Jalanan mendadak terasa jauhhhhhh sekali karena panasnya angker.

Skip.
Setiba di Gramed, langsung masuk. Cek novel-novel.
Banyak yang menarik, sayang duit tidak memadai.
Ini beberapa buku yang saya rekomendasikan : 

Saya merekomendasikan ini karena melihat cover dan judulnya yang menarik. Sinopsisnya saya malas baca. Haha.



 Karya-karya Ilana Tan biasanya memukau semua :')


 Sangat menggebu untuk membeli Skripshit. Sekali lagi, duitnya tidak memadai.



 Di dalam buku Dear You, ada kartu ucapan yang mungkin dikirim untuk orang-orang tersayang.
Bunyinya "Dear you, Cinta memang sederhana. Tapi aku memilih luar biasa memaknai jatuhnya ; jatuh cinta kepadamu".

Dan ini, tulisan di covernya.
Demi Apa?
Demikian Aku Mencintaimu
Oh yeaah co cwit.


 
Dan ini, saya banget tampaknya. Huahaha.


Saat-saat terakhir di Gramed, baru saya nemu buku yang haaaaahhh saya sekaleeeee.
Ini dihe
CINTA ITU, KAMU

Dalamnya kumpulan-kumpulan puisi. Dan sebagian persis seperti yang saya rasakan.
Ada beberapa yang saya catat--maklum, nggak bisa beli.

Tapi sungguh getar itu tak pernah hilang.
Damba itu juga masih setia bersemayam dalam dadaku.

Jika ini memang cinta, aku hanya tau bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya : dengan segenap raga, hati, dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat

--------
Inilah pilihanku
Ku ingkari cintaku dengan membiarkan kecewa dan lara mengendap dalam emosi yang membara.

Izinkan aku bunuh rindu biar tak bangkit lagi.
Menenggelamkan janji setia pada jiwa-jiwa yang meregang sepi.
Melupakanmu dari tiap inci kenangan dalam hidupku yang hampa.

--------
Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit.
Ku telan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan serpihan lara.
Kau pagutkan hatimu pada orang lain.
Ketika kata setia ku jaga di atas pengharapan satu-satunya.
Tiada ingin ku akhirkan jejak cintaku.
Selain kepadamu.
Tapi kini segalanya telah cukup.
Selama ini kau hanya memberiku mimpi belaka, lain tidak.
Aku pergi karena terlalu mencintaimu.
Itulah akhirnya. 

--------

JIKA SAATNYA
Apakah ini saatnya untuk membunuh perasaanku.
Melepaskan segala rindu yang mengendap menjadi debu beterbangan, bersatu bersama langit yang membentang.
Apakah aku mampu? Sementara perasaan ini telah menjelma prasasti yang membatu.
Hidup di segala adaku.
Dalam diam, jarak, bahkan luka sekalipun.

Betapa susah memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati.
Jalan membentang bertabur kasih yang ku gelar, tak juga membuatmu bergeming.
Segala adaku telah kubuka untukmu tanpa tirai sehelai pun.

Jika memang akhirnya aku harus membunuh perasaan ini, izinkan aku untuk tetap mengenangmu.
Tidak juga karena apa, cinta sejati tak bisa dibunuh pun bunuh diri. 
Dia akan tetap mengalir di setiap alunan nada kasih yang menggema di jagad maya.
Izinkan aaku tetap mencintaimu, walau hanya dalam diam, dalam senyap.
Hingga suratan takdir membukakan rahasia kalamnya.
Mungkin hanya dengan cara itu, aku bisa tetap mencintaimu.
Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.

Ada jera menderu dalam kalap cintaku.
Merobek janji hati yang memahat batu.
Kobar rindu yang pernah memanaskan tungku di ujung penantian ini, perlahan meleleh dalam ego yang mulai runtuh.
Dingin menghanyutkan di ruang hampa.
Hanya bisa mendesis panjang menyebut namamu, tapi tersia-sia.
Luruh bersatu dengan tanah.
Haruskah jera ini menguntit di sendiriku yang makin mematikan?
Dalam cengkeraman rindu yang mendendam.
Sekarat di batas impi semu.

Keren sekali bukan :')
Anda harus membelinya!
Biar saya bisa pinjam..


Perjalanan berakhir di Sabarno. Panasnya hari tak menyurutkan niat makan bakso, terutama Dini.

Selesai makan bakso, belok sedikit, sempat take foto.






Saya ngantuk pemirsaah.
Sekian, terima kasih.
Salam buat guling setia kalian. *kisbai*
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...